Sabtu, 15 Juli 2017

Pastikan Anda Terlindungi Dengan Asuransi Perjalanan Saat Liburan

Pastikan Anda Terlindungi Dengan Asuransi Perjalanan Saat Liburan
Perkembangan industri transportasi, infrastruktur, dan teknologi yang semakin pesat membuat frekuensi perjalanan seseorang baik untuk keperluan bisnis maupun liburan semakin tinggi.

Apalagi ketika menjelang liburan seperti hari raya, akhir tahun, maupun liburan sekolah, membuat tingkat mobilitas masyarakat untuk bepergian kian tinggi.

Meningkatnya penghasilan dan semakin murahnya biaya perjalanan tentu juga berpengaruh besar pada peningkatan kebiasan bepergian.

Hal ini pula yang membuat kegiatan perjalanan antar kota, provinsi, pulau, bahkan antar Negara telah menjadi hal yang wajar dilakukan.

Aktivitas perjalanan yang dilakukan setiap pelancong tentu menjanjikan keceriaan dan rasa senang tersendiri. Tetapi perlu kita sadari pula bahwa setiap perjalanan yang dilakukan mengandung sebuah risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan kapanpun, dan di manapun seperti risiko terjadinya kecelakaan ketika melakukan perjalanan.

Baca juga: Prosedur Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Dengan Mudah

Itulah mengapa asuransi diperlukan supaya dapat meminimalisir kerugian akibat suatu risiko buruk yang dapat menimpa kita selama dalam perjalanan.

Manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dari asuransi perjalanan?

Manfaat pertanggungan yang utama dari asuransi perjalanan ialah memberikan santunan terhadap kecelakaan dan kematian yang terjadi pada Anda selama dalam perjalanan.

Jadi, pihak asuransi akan menanggung/mengganti biaya berobat Anda ketika di rumah sakit, biaya rawat inap, serta santunan lainnya akibat kecelakaan yang terjadi selama dalam perjalanan.

Uang pertanggungan sebagai ganti rugi juga akan diberikan oleh asuransi jika nasabah mengalami cedera ketika berada di luar kota maupun di luar negeri. Anda juga akan dirujuk oleh asuransi ke lokasi perawatan terdekat.

Misalnya saja Zurich Travel Insurance, perusahaan asuransi ini akan menyiapkan jaminan kecelakaan diri hingga Rp 50 juta untuk tertanggung selama dalam perjalanan.

Banyak pula produk asuransi perjalanan di Indonesia yang menawarkan premi sangat terjangkau, rata-rata di bawah Rp 99 ribu untuk perjalanan 4 hari ke luar kota.

Sedangkan untuk perjalanan berlibur ke luar negeri, biasanya dapat mencapai premi sebesar dua kali lipat dari perjalanan ke luar kota.

Asuransi ini hanya berfungsi sebagai “beli putus”, artinya premi yang dibayar dan pertanggungan hanya berlaku untuk sekali bepergian saja, tidak secara rutin.

Selain asuransi perjalanan, asuransi kendaraan juga perlu Anda miliki saat bepergian menggunakan mobil pribadi. Di Indonesia banyak tersedia perusahaan asuransi mobil yang terbaik, Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Namun demikian, kita tidak boleh membeli asuransi sembarangan. Jangan asal murah, tapi juga harus sebanding dengan manfaat pertanggungan yang akan didapatkan.

Pastikan ketika kita memilih asuransi sesuai kebutuhan, maka asuransi tersebut memberikan manfaat yang maksimal.

Baca juga: Ini Dia 3 Alasan Pentingnya Memiliki Asuransi

Lakukan perbandingan antara produk asuransi yang satu dengan yang lain, agar Anda tidak salah pilih. Jangan sampai Anda membeli tarif asuransi perjalanan ke Eropa, padahal Anda hanya pergi berlibur ke Bali.

Senin, 10 Juli 2017

Sejumlah Perlindungan yang Bisa Didapatkan Dari Asuransi Mobil All Risk

Sejumlah Perlindungan yang Bisa Didapatkan Dari Asuransi Mobil All Risk
Pada umumnya, asuransi kendaraan/mobil terdiri dari dua jenis, yaitu asuransi mobil total loss only (TLO), dan asuransi komprehensif atau yang juga lebih dikenal dengan istilah asuransi all risk.

Asuransi kendaraan all risk adalah asuransi yang menjamin pertanggungan pada semua risiko. Jenis asuransi ini akan melindungi kita dari kerugian terhadap berbagai kerusakan yang terjadi pada kendaraan kesayangan. Sejumlah risiko yang ditanggung seperti body lecet, penyok, hingga berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Perlindungan apa saja yang bisa kita dapatkan dari asuransi mobil all risk?

Masing-masing perusahaan asuransi tentu menawarkan sejumlah perlindungan asuransi all risk yang berbeda, termasuk di dalamnya rate pertanggungan dan biaya premi tertentu yang berbeda.

Baca juga: Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Biasanya, besaran dari tiap pertanggungan berbanding lurus dengan kewajiban premi yang harus kita bayarkan. Jadi, pastikan Anda memperoleh manfaat yang sesuai dengan jumlah premi yang dikeluarkan. Pastikan pula itu semua sesuai dengan kemampuan keuangan dan juga nilai mobil yang akan diasuransikan.


Alasan Pentingnya Memilih Asuransi Mobil All Risk

Jika mobil yang kita asuransikan adalah alat transportasi utama sehari-hari maka penggunaan asuransi all risk sangatlah disarankan sebab risiko yang ada juga cukup besar selama perjalanan, mulai dari terserempet kendaraan lain, hingga menjadi korban pengrusakan atau pencurian.

Asuransi all risk biasanya akan menanggung penggantian terhadap kerusakan kecil seperti lecet akibat terserempet kendaraan lain, dan sebagainya.

Akan tetapi tidak demikian bila Anda memilih asuransi mobil TLO, kerusakan kecil seperti body lecet tidak akan mendapatkan ganti rugi karena perlindungan pada asuransi TLO hanya berlaku jika kerusakan total mobil berada pada kisaran 75 persen ke atas.

Keuntungan lainnya memilih asuransi all risk adalah mobil Anda akan terlindungi bila terjadi kerusuhan atau aksi vandalisme yang berakibat pada kerusakan mobil, sedangkan pada asuransi mobil TLO, perlindungan tersebut tidak akan Anda dapatkan.

Asuransi all risk memang memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan asuransi TLO. Namun, besaran preminya memang lebih mahal dibandingkan dengan TLO.

Baca juga: Produk-produk Asuransi Pada Pembelian Mobil Secara Kredit

Namun, asuransi all risk sangat dianjurkan agar Anda tidak menderita kerugian yang signifikan di kemudian hari.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami banyaknya keuntungan yang bisa didapat dan jenis perlindungan apa saja yang ada pada asuransi mobil all risk.

Minggu, 09 Juli 2017

Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Ada 3 faktor yang menentukan besar kecilnya premi asuransi kendaraan, antara lain jenis jaminan (All Risk atau TLO), jenis kendaraan, dan harga kendaraan.

Pada umumnya, semakin mahal harga mobil kita, semakin tinggi pula tarif premi asuransinya. Namun, kita tak perlu khawatir karena premi asuransi untuk mobil dan kendaraan bermotor lainnya hanya sekali saja dibayarkan dalam satu tahun.

Biasanya, setiap perusahaan asuransi mobil akan menyediakan dua jenis manfaat asuransi, yaitu All Risk (Comprehensif), dan TLO (Total Loss Only).

Baca juga: 4 Produk Asuransi Kendaraan Paling Murah di Indonesia

Perbedaan utama dari kedua jenis manfaat asuransi kendaraan tersebut yaitu dari bentuk perlindungan dan besaran tarif premi yang dibayarkan setiap tahunnya.


Besaran Tarif Premi Total Loss Only (TLO)

Pengertian TLO sendiri adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kendaraan hanya bila mengalami kerugian total (Total Loss Only).

Kerugian total yang dimaksud bisa berarti hilang karena pencurian atau karena kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan mencapai lebih dari 75% dari nilai jualnya saat terjadinya kecelakaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan tarif premi asuransi kendaraan bermotor pada Surat Edaran Nomor: SE-06/D.05/2013. Untuk tarif premi pertanggungan Total Loss Only (TLO) adalah sebagai berikut:

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

Kategori 1: Uang Pertanggungan 0 s/d Rp 125 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 0,47% dan batas atas 0,56%.
- Wilayah 2: Batas bawah 0,65% dan batas atas 0,78%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,36% dan batas atas 0,43%.

Kategori 2: Uang pertanggungan Rp 125 juta s/d 200 juta
- Wilayah 1 dan 2: Batas bawah 0,44% dan batas atas 0,53%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,31% dan batas atas 0,37%.

Kategori 3: Uang pertanggungan Rp 200 juta s/d 400 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,29% dan batas atas 0,35%.

Kategori 4: Uang pertanggungan Rp 400 juta s/d 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,25% dan batas atas 0,30%.

Kategori 5: Uang pertanggungan di atas Rp 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,20% dan batas atas 0,24%.

Jenis Kendaraan Truk, dan Pick Up

Kategori 6: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1: Batas bawah 0,53% dan batas atas 0,64%.
- Wilayah 2: Batas bawah 1,05% dan batas atas 1,26%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,49% dan batas atas 0,59%.

Jenis Kendaraan Bus

Kategori 7: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1,2, dan 3: Batas bawah 0,18% dan batas atas 0,22%.

Jenis Kendaraan Roda 2 (Dua)

Kategori 8: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1: Batas bawah 1,76% dan batas atas 2,11%.
- Wilayah 2: Batas bawah 1,80% dan batas atas 2,16%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,67% dan batas atas 0,80%.

Keterangan:
Wilayah 1 adalah Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya. Wilayah 2 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan Wilayah 3 adalah selain yang termasuk dalam wilayah 1 dan wilayah 2.


Besaran Tarif Premi All Risk (Comprehensive)

Pengertian All Risk sendiri adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kendaraan dari kerusakan kecil (partial loss), dan kerugian total (total loss).

Kerusakan kecil yang ditanggung adalah beberapa kerusakan yang umum terjadi karena terserempet kendaraan lain, patah spion, lampu pecah, dan lain-lain.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan tarif premi asuransi kendaraan bermotor pada Surat Edaran Nomor: SE-06/D.05/2013. Untuk tarif premi Pertanggungan All Risk (Comprehensive) adalah sebagai berikut:

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

Kategori 1: Uang pertanggungan 0 s/d Rp 125 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 3,82% dan batas atas 4,20%.
- Wilayah 2: Batas bawah 3,44% dan batas atas 3,78%.
- Wilayah 3: Batas bawah 2,53% dan batas atas 2,78%.

Kategori 2: Uang pertanggungan Rp 125 juta s/d 200 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 2.67% dan batas atas 2,94%.
- Wilayah 2: Batas bawah 2,47% dan batas atas 2,72%.
- Wilayah 3: Batas bawah 2,07% dan batas atas 2,28%.

Kategori 3: Uang pertanggungan Rp 200 juta s/d Rp 400 juta
- Wilayah 1 dan 2: Batas bawah 1,71% dan batas atas 1,88%.
- Wilayah 3: Batas bawah 1,40% dan batas atas 1,54%.

Kategori 4: Uang pertanggungan Rp 400 juta s/d 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,20% dan batas atas 1,32%.

Kategori 5: Uang pertanggungan di atas Rp 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,05% dan batas atas 1,16%.

Jenis Kendaraan Truk dan Pick Up

Kategori 6: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,33% dan batas bawah 1,46%.

Jenis Kendaraan Bus

Kategori 7: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,71% dan batas atas 0,78%.

Jenis Kendaraan Roda 2 (Dua)

Kategori 8: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 2,11% dan batas atas 2,32%.

Keterangan:
Wilayah 1 adalah Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya. Wilayah 2 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan Wilayah 3 adalah selain yang termasuk dalam wilayah 1 dan wilayah 2.

Baca juga: Produk-produk Asuransi Pada Pembelian Mobil Secara Kredit


Penghitungan Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan

Semua asuransi biasanya menerapkan tarif Batas Bawah dengan tujuan agar konsumen dapat memilih produk asuransi yang diinginkan dengan premi termurah.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki mobil Toyota Kijang Innova dengan perkiraan harga sekitar Rp 250 juta. Anda tinggal di Jakarta (Wilayah 2) dan ingin membeli jenis produk asuransi TLO, maka biaya premi yang harus dibayar adalah:

Harga Mobil: Rp 250 juta.
Kategori 3, wilayah 2 dengan tarif premi batas bawah sebesar 0,29%.
Premi = Rp 250.000.000 x 0,29% = Rp 725.000.
Jadi, besarnya biaya premi yang harus Anda bayar sebesar Rp 725.000 per tahun.

Namun, bila Anda ingin membeli jenis produk asuransi All Risk, maka perhitungannya adalah:
Harga Mobil: Rp 250 juta.
Kategori 3 wilayah 2 dengan tarif premi batas bawah sebesar 1,71%.
Premi = Rp 250.000.000 x 1,71% = Rp 4.275.000.
Jadi, besarnya biaya premi yang harus Anda bayar sebesar Rp 4.275.000 per tahun.


Itulah cara penghitungan sederhana dari besaran tarif premi pada asuransi kendaraan. Selain TLO dan All Risk, kita juga bisa melakukan ‘Perluasan’ perlindungan, yaitu penambahan cakupan perlindungan yang biasanya meliputi:
- Tsunami dan gempa bumi.
- Banjir.
- Kerusuhan.
- Terorisme dan sabotase.

Jadi, ketika terjadi kerusakan atau kehilangan pada kendaraan yang mencakup risiko di atas, maka kita akan mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi.

Apakah ‘perluasan’ tersebut perlu atau tidak kita tambahkan dalam produk asuransi kendaraan yang kita ikuti? Pilihan tergantung di daerah mana Anda tinggal.

Misalnya, bila Anda tinggal di wilayah Jakarta, maka perluasan pertanggungan untuk banjir dan kerusuhan ada baiknya Anda ambil sebab 2 risiko kejadian tersebut cukup sering terjadi di Jakarta.

Bila Anda tidak mengambil perluasan tersebut, ketika mobil terjadi mogok akibat terendam banjir, pihak asuransi tidak akan memberi ganti rugi. Nah, kini tinggal Anda sendiri yang menentukan, namun tentu saja premi yang dibayarkan pun juga akan semakin mahal apabila Anda mengambil penambahan perluasan.

5 Alasan Orang Enggan Memiliki Asuransi

5 Alasan Orang Enggan Memiliki Asuransi
Indonesia masih tercatat sebagai salah satu Negara yang underinsured karena penduduknya masih banyak yang belum terlindungi oleh asuransi.

Masyarakat Indonesia masih banyak yang enggan ikut asuransi dikarenakan berbagai macam alasan. Kurangnya edukasi mengenai asuransi menjadi penyebab utama mengapa masih banyak penduduk Indonesia yang enggan berasuransi.

Berikut ini kami akan bagikan 5 alasan utama mengapa asuransi masih enggan dimiliki oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini!


1. Ketidakpahaman Mengenai Istilah-istilah Dalam Asuransi

Asuransi memang belum terlalu populer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, masih banyak istilah-istilah dalam asuransi yang belum dimengerti dengan baik oleh masyarakat.

Baca juga: Pengertian Berbagai Istilah Dalam Industri Perasuransi

Ketidakpahaman mengenai asuransi membuat masyarakat masih banyak yang ragu dan memutuskan untuk tidak memiliki asuransi, baik itu asuransi mobil, asuransi kesehatan, bahkan asuransi jiwa sekalipun.

Edukasi yang mudah dan sederhana untuk dimengerti merupakan kunci untuk mengatasi ketidakpahaman masyarakat mengenai asuransi.

Hanya saja, kadang kala agen asuransi memberikan penjelasan yang terlalu cepat dan kurang menjelaskan dengan sederhana sehingga penjelasannya kurang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.


2. Asuransi Masih Dianggap Produk Mahal

Masyarakat masih banyak yang menganggap asuransi sebagai barang mahal dan jauh dari jangkauan. Padahal, telah banyak pilihan asuransi yang disediakan oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Seiring bertumbuhnya industri asuransi di Indonesia, tarif premi asuransi pun kian kompetitif. Misalnya saja untuk asuransi kecelakaan diri, masyarakat bisa mendapatkannya hanya dengan premi sekitar Rp 25 ribu, namun dengan nilai perlindungan yang cukup tinggi.

Sebenarnya, pada masa sekarang harga asuransi bisa dikatakan jauh lebih murah dibandingkan dengan masa terdahulu. Bahkan, harga ini masih lebih murah ketimbang pengeluaran masyarakat untuk biaya pulsa telepon genggam.


3. Asuransi Belum Termasuk Prioritas Dalam Kebutuhan Masyarakat

Masyarakat masih menganggap kalau banyak kebutuhan lain yang lebih penting dari asuransi. Hal ini masih dapat dimengerti, tetapi kita juga harus memastikan bahwa kebutuhan lain tersebut memang sifatnya sangat mendesak dan apabila kita sudah memiliki simpanan yang cukup, maka sudah saatnya Anda mulai berpikir untuk memiliki asuransi.

Tidak peduli betapa kecil jumlahnya, asuransi tetaplah hal yang penting untuk dimiliki sebagai proteksi diri dan keluarga. Sebab sekecil apapun nilai asuransi yang dimiliki akan sangat membantu pada saat yang tepat.


4. Merasa Sudah Sangat Berhati-hati

Meski kita sudah sangat berhati-hati dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan, pada kenyataannya setiap orang tidak lepas dari yang namanya RISIKO.

Misalnya, meski Anda telah berkendara dengan sangat hati-hati sekalipun, risiko kendaraan mengalami insiden atau kecelakaan lalu lintas tetaplah besar.

Sebab, meski kita sudah hati-hati, pengemudi lain pun belum tentu hati-hati. Ada suatu hal ‘ketidakpastian’ yang bisa menimpa siapa saja dan di mana saja, inilah yang disebut dengan “Risiko”.

Oleh karena itu, asuransi sangatlah penting untuk kita miliki sehingga kita dapat terlindungi dari berbagai ‘ketidakpastian’ yang mungkin terjadi dalam hidup.


5. Klaim Asuransi Masih Dianggap Ribet

Poin yang terakhir ini sangat bergantung pada perusahaan asuransi yang Anda pilih. Namun, secara umum tidak ada yang sulit dalam klaim asuransi apabila kita sudah membaca semua hal yang ada dalam polis asuransi secara seksama dan komprehensif.

Baca juga: Tips Mengajukan Klaim Dengan Cepat dan Mudah

Seharusnya klaim asuransi bukanlah menjadi ‘momok’ yang menakutkan bagi masyarkat. Oleh sebab itu, ada baiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu dengan kerabat atau orang yang paham betul mengenai asuransi sehingga tidak ada keraguan dalam membeli produk asuransi.

Sabtu, 08 Juli 2017

4 Produk Asuransi Kendaraan Paling Murah di Indonesia

4 Produk Asuransi Kendaraan Paling Murah di Indonesia
Asuransi mobil sebagai perlindungan terhadap kendaraan sudah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh sebagian masyarakat yang tinggal di kota besar.

Terutama bagi orang-orang yang sering bepergian menggunakan mobilnya sebagai alat transportasi utama. Asuransi mobil murah merupakan solusi yang pas guna memproteksi diri terhadap kerugian finansial ketika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan tersebut.


Mengenal Jenis-jenis Asuransi Kendaraan

Terdapat dua jenis asuransi mobil yang bisa kita jadikan pilihan. Hal ini penting untuk diketahui sebelum kita membahas mengenai produk-produk asuransi mobil yang murah di Indonesia.

Baca juga: Cara Mengajukan Klaim Asuransi Kendaraan Untuk Korban Banjir

Kedua jenis asuransi mobil tersebut antara lain:

1. Jenis Asuransi Mobil All Risk

Asuransi Mobil All Risk adalah jenis asuransi mobil yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Jenis asuransi ini tidak hanya mengganti kerugian akibat kehilangan, tapi juga akan mengganti kerusakan minor yang terjadi pada mobil akibat kecelakaan.

Sejumlah kerusakan minor yang termasuk penggantian pada asuransi ini seperti bodi lecet, spion pecah, bodi penyok, dan juga berbagai kerusakan-kerusakan kecil lainnya.

Disamping sejumlah pengganti tersebut, kita juga dapat menambahkan perluasan jaminan seperti proteksi terhadap bencana, banjir, terorisme, kerusuhan, serta tanggung jawab hukum pihak ketiga.


2. Jenis Asuransi Mobil Total Loss Only (TLO)

Manfaat pertanggungan asuransi TLO memang tidak selengkap asuransi mobil all risk. Tetapi tetap saja jenis asuransi ini memiliki kegunaan yang sangat penting. Terlebih, asuransi TLO menawarkan besaran premi yang tergolong murah.

Jenis asuransi TLO dapat menanggung kerusakan hanya jika mobil mengalami kerusakan lebih dari 75 persen. Selain itu, kehilangan akibat perampokan dan pencurian juga akan diganti oleh asuransi mobil TLO sebesar nilai harga jual mobil pada saat itu.


Produk-produk Asuransi Mobil Termurah di Tahun 2017

Nah, setelah kita mengetahui kedua jenis asuransi mobil tersebut, saatnya menentukan asuransi mobil jenis apa yang hendak kita ambil.

Lalu produk asuransi mobil apa yang paling murah saat ini? Aturan tentang penetapan tarif asuransi mobil baik jenis all risk maupun TLO sebenarnya sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikut ini kami bagikan 4 daftar produk asuransi mobil paling murah namun dengan kualitas pelayanan yang baik di Indonesia. Apa saja produknya? Simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


1. Asuransi Mobil Sinarmas

Asuransi Mobil Sinarmas merupakan salah satu perusahaan mobil dengan pelayanan terbaik di Indonesia. Asuransi ini memiliki 770 bengkel rekanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, layanan customer care yang selalu siaga 24 jam juga mereka sediakan guna melayani kebutuhan para nasabahnya. - Asuransi kendaraan sinarmas


2. Asuransi Mobil ACA

Asuransi mobil ACA memberikan pelayanan spesial meski dengan tarif premi yang cukup murah. Terlebih lagi, sejumlah layanan berkualitas dimiliki ACA, seperti 104 bengkel rekanan dan garansi bengkel selama 6 bulan.

Asuransi mobil ACA memiliki jenis layanan berupa all risk dan TLO, keduanya menawarkan layanan yang sesuai dengan tarif yang ditetapkan.


3. Asuransi Mobil Malacca

Salah satu perusahaan asuransi umum tertua di Indonesia adalah asuransi mobil Malacca Trust Insurance Wuwungan.

Sebagai perusahaan asuransi yang berusia cukup tua, perusahaan asuransi mobil Malacca memiliki pengalaman yang baik untuk menjaga kepuasan nasabahnya.

Meski demikian, asuransi mobil Malacca menawarkan premi asuransi mobil yang cukup murah namun dengan layanan prima dan prosedur klaim yang mudah.


4. Asuransi Mobil Jasindo

Asuransi mobil Jasindo OTO memberikan 3 paket unggulan untuk para pelangganya, antara lain asuransi mobil Glod, Silver, dan Klasik.

Kita bisa memilih dan menentukan tarif premi paket mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Semua paket tersebut tersedia untuk jenis all risk maupun TLO.

Asuransi kendaraan sinarmas

Rabu, 26 April 2017

Sompo Berambisi Untuk Menjadi 10 Besar Asuransi Terbaik di Indonesia

Sompo Berambisi Untuk Menjadi 10 Besar Asuransi Terbaik di Indonesia
Pertumbuhan premi bruto sebesar 21 persen baru saja dibukukan oleh PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo). Perusahaan ini mencatat premi bruto sebesar Rp 1,395 triliun di 2016 lalu, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,155 triliun di tahun 2015.

Tatsuya Kuroki selaku Wakil Presiden Direktur Sompo Insurance Indonesia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut disokong dari banyak produk yang diluncurkan oleh Sompo. Perusahaan ini akan terus memperkuat posisinya di industri asuransi, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum pulih benar.

Baca juga: 10 Perusahaan Asuransi Dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di Dunia

Tatsuyo mengatakan, dalam setahun belakangan, pihaknya melihat pertumbuhan bisnis produk kesehatan, engineering hingga kendaraan bermotor yang terus mengalami perkembangan dengan baik. Hal ini pula yang menjadi inspirasi Sompo untuk menopang penyediaan solusi bisnis yang baik bagi para mitranya.

Dirinya juga menilai bahwa pencapaian kesuksesan tersebut juga tak lepas dari dedikasi para staf yang telah memberikan kontribusi secara positif.

Berbagai strategi juga tengah dilakukan oleh Sompo Indonesia untuk mengejar ambisis menjadi 10 besar perusahaan asuransi terbaik di Indonesia, termasuk restrukturisasi perusahaan yang dilakukan secara menyeluruh.

Divisi penjualan Sompo juga tengah menghadapi tantangan berupa gaya kepemimpinan yang baru, penambahan kantor cabang, penambahan jumlah pegawai, dan sebagainya. Semua tantangan tersebut harus dihadapi oleh Sompo untuk dapat mencapai target premi bruto tahun 2017 yaitu sebesar Rp 2 triliun.

Sementara itu, menurut Ismoyo Sudandrio selaku Direktur PT Sompo Insurance Indonesia, untuk mendukung pencapaian target ini, perusahaan akan memperkuat dan menambah sumber daya manusia (SDM). Sebab, karyawan adalah investasi jangka panjang untuk sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, setiap pencapaian yang dilakukan oleh para karyawannya, Sompo sangat mengapresiasi dengan baik. Di tahun 2017 ini, Sompo berencana akan menambah jumlah karyawannya serta membangun sebuah tim yang lebih solid lagi.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2889268/tumbuh-21-persen-premi-asuransi-sompo-capai-rp-13-triliun

Selasa, 25 April 2017

Tambahan Proteksi Produk Asuransi Penyakit Kritis Dari Prudential Indonesia

Tambahan Proteksi Produk Asuransi Penyakit Kritis Dari Prudential Indonesia
Kita tentunya tak ingin tubuh menderita penyakit-penyakit kritis seperti kanker, diabetes, atau serangan jantung. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 36 juta kematian atau 63 persen dari angka kematian global disebabkan karena penyakit kritis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Kita tak dapat membayangkan seandainya ketika masih di usia produktif sudah dinyatakan terjangkit penyakit kritis. Kelalaian dalam mengikuti gaya hidup sehat akan berdampak bagi kesehatan tubuh kita di masa depan.

Baca juga: 5 Produk Asuransi Investasi Prudential yang Dapat Dipilih Sesuai Kebutuhan

Fenomena tingginya angka kematian akibat penyakit kritis ini perlu kita tanggapi dengan mencari solusi perlindungan finansial, salah satu solusi terbaik ialah dengan memiliki asuransi.

Salah satu perusahaan asuransi terkemuka, Prudential Indonesia baru-baru meluncurkan PRUcrisis cover benefit plus 61. Sebuah produk asuransi yang dihadirkan oleh Prudential Indonesia sebagai solusi terhadap fenomena peningkatan risiko penyakit kritis, seperti stroke, kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Inovasi produk asuransi tambahan ini menawarkan perlindungan terhadap risiko kondisi kritis yang komprehensif dan mencakup 61 kondisi kritis termasuk di antaranya stroke, jantung, gagal ginjal, kanker, ketulian, kebutaan, dan juga prosedur Angioplasty.

Lahirnya produk ini berdasarkan catatan evaluasi Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang menunjukkan bahwa per tahun 2015, jumlah klaim penyakit kritis terbanyak ialah pada stroke, kanker, dan penyakit jantung.

Bahkan hingga Juni 2016 lalu, jumlah kasus klaim terhatap penyakit-penyakit kritis mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, nilai klaim meningkat sebesar 54 persen.

Prucrisis cover benefit plus 61 tidak hanya memberikan manfaat proteksi terhadap penyakit kritis saja, tapi juga memberikan proteksi keuangan terhadap risiko meninggal dunia berupa 100 persen uang pertanggungan, serta manfaat tindakan Angioplasty sebesar 10 persen dari uang pertanggungan atau Rp 200 juga dalam jumlah maksimal.

Hal lain yang menjadi keunikan produk dari Prudential Indonesia ini ialah manfaat-manfaat yang diberikan dari risiko penyakit kritis tidak mengurangi uang pertanggungan. Produk ini juga sebagai yang pertama di pasar asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat tersebut.

Tak hanya itu, produk asuransi tambahan PRUcrisis cover benefit plus 61 ini bisa ditambahkan ke produk asuransi dasar PRUlink assurance account yang produk unit link atau asuransi jiwa terkait investasi dari Prudential. Tentunya dengan sistem premi berkala yang merupakan salah satu keunggulan dari Prudential Indonesia.

Produk PRUcrisis cover benefit plus 61 akan ditawarkan lewat jaringan 240 ribu lebih tenaga pemasar Prudential Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga ke Merauke. Produk ini dapat dimiliki nasabah dalam bentuk konvensional ataupun syariah.

Sudah saat nya kita berpikir dan bertindak untuk melindungi diri secara finansial sekarang juga demi kebahagiaan Anda dan orang-orang tercinta.

Sumber:
http://health.liputan6.com/read/2842345/nikmatnya-merokok-picu-serangan-jantung-koroner