Rabu, 26 April 2017

Sompo Berambisi Untuk Menjadi 10 Besar Asuransi Terbaik di Indonesia

Sompo Berambisi Untuk Menjadi 10 Besar Asuransi Terbaik di Indonesia
Pertumbuhan premi bruto sebesar 21 persen baru saja dibukukan oleh PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo). Perusahaan ini mencatat premi bruto sebesar Rp 1,395 triliun di 2016 lalu, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,155 triliun di tahun 2015.

Tatsuya Kuroki selaku Wakil Presiden Direktur Sompo Insurance Indonesia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut disokong dari banyak produk yang diluncurkan oleh Sompo. Perusahaan ini akan terus memperkuat posisinya di industri asuransi, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum pulih benar.

Baca juga: 10 Perusahaan Asuransi Dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di Dunia

Tatsuyo mengatakan, dalam setahun belakangan, pihaknya melihat pertumbuhan bisnis produk kesehatan, engineering hingga kendaraan bermotor yang terus mengalami perkembangan dengan baik. Hal ini pula yang menjadi inspirasi Sompo untuk menopang penyediaan solusi bisnis yang baik bagi para mitranya.

Dirinya juga menilai bahwa pencapaian kesuksesan tersebut juga tak lepas dari dedikasi para staf yang telah memberikan kontribusi secara positif.

Berbagai strategi juga tengah dilakukan oleh Sompo Indonesia untuk mengejar ambisis menjadi 10 besar perusahaan asuransi terbaik di Indonesia, termasuk restrukturisasi perusahaan yang dilakukan secara menyeluruh.

Divisi penjualan Sompo juga tengah menghadapi tantangan berupa gaya kepemimpinan yang baru, penambahan kantor cabang, penambahan jumlah pegawai, dan sebagainya. Semua tantangan tersebut harus dihadapi oleh Sompo untuk dapat mencapai target premi bruto tahun 2017 yaitu sebesar Rp 2 triliun.

Sementara itu, menurut Ismoyo Sudandrio selaku Direktur PT Sompo Insurance Indonesia, untuk mendukung pencapaian target ini, perusahaan akan memperkuat dan menambah sumber daya manusia (SDM). Sebab, karyawan adalah investasi jangka panjang untuk sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, setiap pencapaian yang dilakukan oleh para karyawannya, Sompo sangat mengapresiasi dengan baik. Di tahun 2017 ini, Sompo berencana akan menambah jumlah karyawannya serta membangun sebuah tim yang lebih solid lagi.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2889268/tumbuh-21-persen-premi-asuransi-sompo-capai-rp-13-triliun

Selasa, 25 April 2017

Tambahan Proteksi Produk Asuransi Penyakit Kritis Dari Prudential Indonesia

Tambahan Proteksi Produk Asuransi Penyakit Kritis Dari Prudential Indonesia
Kita tentunya tak ingin tubuh menderita penyakit-penyakit kritis seperti kanker, diabetes, atau serangan jantung. Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 36 juta kematian atau 63 persen dari angka kematian global disebabkan karena penyakit kritis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Kita tak dapat membayangkan seandainya ketika masih di usia produktif sudah dinyatakan terjangkit penyakit kritis. Kelalaian dalam mengikuti gaya hidup sehat akan berdampak bagi kesehatan tubuh kita di masa depan.

Baca juga: 5 Produk Asuransi Investasi Prudential yang Dapat Dipilih Sesuai Kebutuhan

Fenomena tingginya angka kematian akibat penyakit kritis ini perlu kita tanggapi dengan mencari solusi perlindungan finansial, salah satu solusi terbaik ialah dengan memiliki asuransi.

Salah satu perusahaan asuransi terkemuka, Prudential Indonesia baru-baru meluncurkan PRUcrisis cover benefit plus 61. Sebuah produk asuransi yang dihadirkan oleh Prudential Indonesia sebagai solusi terhadap fenomena peningkatan risiko penyakit kritis, seperti stroke, kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Inovasi produk asuransi tambahan ini menawarkan perlindungan terhadap risiko kondisi kritis yang komprehensif dan mencakup 61 kondisi kritis termasuk di antaranya stroke, jantung, gagal ginjal, kanker, ketulian, kebutaan, dan juga prosedur Angioplasty.

Lahirnya produk ini berdasarkan catatan evaluasi Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang menunjukkan bahwa per tahun 2015, jumlah klaim penyakit kritis terbanyak ialah pada stroke, kanker, dan penyakit jantung.

Bahkan hingga Juni 2016 lalu, jumlah kasus klaim terhatap penyakit-penyakit kritis mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, nilai klaim meningkat sebesar 54 persen.

Prucrisis cover benefit plus 61 tidak hanya memberikan manfaat proteksi terhadap penyakit kritis saja, tapi juga memberikan proteksi keuangan terhadap risiko meninggal dunia berupa 100 persen uang pertanggungan, serta manfaat tindakan Angioplasty sebesar 10 persen dari uang pertanggungan atau Rp 200 juga dalam jumlah maksimal.

Hal lain yang menjadi keunikan produk dari Prudential Indonesia ini ialah manfaat-manfaat yang diberikan dari risiko penyakit kritis tidak mengurangi uang pertanggungan. Produk ini juga sebagai yang pertama di pasar asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat tersebut.

Tak hanya itu, produk asuransi tambahan PRUcrisis cover benefit plus 61 ini bisa ditambahkan ke produk asuransi dasar PRUlink assurance account yang produk unit link atau asuransi jiwa terkait investasi dari Prudential. Tentunya dengan sistem premi berkala yang merupakan salah satu keunggulan dari Prudential Indonesia.

Produk PRUcrisis cover benefit plus 61 akan ditawarkan lewat jaringan 240 ribu lebih tenaga pemasar Prudential Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga ke Merauke. Produk ini dapat dimiliki nasabah dalam bentuk konvensional ataupun syariah.

Sudah saat nya kita berpikir dan bertindak untuk melindungi diri secara finansial sekarang juga demi kebahagiaan Anda dan orang-orang tercinta.

Sumber:
http://health.liputan6.com/read/2842345/nikmatnya-merokok-picu-serangan-jantung-koroner

Sejumlah Mitos dan Fakta Seputar Asuransi

Sejumlah Mitos dan Fakta Seputar Asuransi
Perlindungan diri adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kaitannya tidak hanya melindungi diri Anda dari bahaya yang mungkin menimpa secara jasmani atau harta yang dimiliki, tapi juga melindungi Anda secara keuangan dari terjadinya kerugian yang terlalu besar seperti cara kerja yang dilakukan asuransi.

Sekarang ini, asuransi juga tak hanya memberikan perlindungan secara keuangan, beberapa ada yang menawarkan program proteksi sekaligus investasi atau yang sering dikenal dengan istilah unit link. Cara kerja asuransi unit link ini ialah memberikan sejumlah uang hasil akumulasi dari premi yang telah dibayar oleh pihak tertanggung sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati pada awal perjanjian.

Baca juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa Selagi Masih Muda

Meskipun demikian, pemahaman yang kurang tepat terhadap cara kerja asuransi kerap kali membuat orang enggan membeli asuransi. Berbagai hal yang dapat dikatakan sebagia mitos kerap muncul terkait asuransi dan membuat sebagian orang kehilangan kesempatan yang baik dari manfaat asuransi.

Oleh sebab itu, ada baiknya kita perbaiki dulu berbagai pemahaman yang salah terkait asuransi untuk meyakinkan Anda betapa pentingnya memiliki asuransi untuk perlindungan keuangan diri dan keluarga.

Berikut ini kami sampaikan beberapa hal terkait mitos-mitos yang salah mengenai asuransi!


1. Asuransi Hanya Manipulasi

Tidak sedikit orang yang masih beranggapan bahwa perusahaan asuransi bekerja hanya untuk memanipulasi dan menipu uang nasabah. Mitos tersebut sering muncul dari rasa kekecewaan nasabah dan kondisi traumatik yang pernah dialaminya terhadap sebuah perusahaan asuransi tertentu yang menyebabkan generalisasi bahwa semua perusahaan asuransi adalah sama saja.

Namun, faktanya semua perusahaan asuransi hadir bukan untuk tujuan menipu nasabah. Mereka adalah solusi dari masalah keuangan terhadap kerugian yang mungkin timbul akibat terjadinya suatu risiko yang tak terduga.

Hanya saja ada sejumlah agen representative yang mungkin bermain-main dan menyalahi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Misalnya, ketika seseorang ingin membeli polis asuransi, ada kalanya agen asuransi tidak memberikan penjelasan secara detail dan menyeluruh terkait syarat maupun ketentuan yang berlaku dalam proses pembukaan polis sehingga menyebabkan miss komunikasi antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Terjadinya miss komunikasi inilah yang kemudian memunculkan berbagai cara pandang negatif seseorang terhadap perusahaan asuransi.

Sebenarnya, kasus penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa agen representatif yang ‘nakal’ ini dapat dicegah oleh perusahaan asuransi dengan melakukan seleksi yang ketat bagi mereka yang mendaftar sebagai agen representatif.

Dengan seleksi yang berkualitas tinggi, maka dapat dipastikan mereka yang memiliki kapabilitas sajalah yang dapat menjadi agen representatif sehingga pandangan negatif masyarakat terhadap perusahaan asuransi berangsur akan membaik.


2. Untuk Apa Asuransi Bila Kita Mampu Melakukan Pola Hidup Sehat?

Banyak pula orang yang beranggapan bahwa asuransi hanya dibutuhkan oleh mereka saja yang sakit atau memiliki penyakit. Padahal, ketika Anda dinyatakan mengidap suatu penyakit tertentu oleh dokter, maka premi yang harus dibayar pun akan lebih mahal ketimbang mereka yang memiliki asuransi saat masih sehat.

Bahkan, beberapa perusahaan asuransi enggan menanggung risiko terhadap mereka yang ingin memiliki asuransi namun telah menderita penyakit sebelum ia bergabung dengan asuransi.

Terutama, kita juga tidak pernah tahu kapan penyakit atau kecelakaan dapat menimpa Anda. Oleh sebab itu, ada baiknya sebelum musibah terjadi kita sudah melakukan proteksi diri terlebih dahulu.


3. Asuransi Tidak Diperlukan Oleh Kaum Muda

Perlu Anda ketahui, semakin muda seseorang bergabung dengan asuransi maka semakin murah pula biaya premi yang harus dibayar nasabah. Di samping itu, bila Anda mengikuti program asuransi unit link, semakin muda Anda bergabung maka semakin besar pula akumulasi dana yang mungkin akan terkumpul nantinya.

Terlebih lagi, usia seseorang tidak menjamin seratus persen untuk seseorang memiliki tubuh yang prima. Banyak orang yang sudah berusia lanjut tapi masih tetap sehat, dan ada pula orang yang masih muda tapi sudah mengidap penyakit kronis. Sebaiknya Anda mulai mempersiapkan diri dengan memiliki asuransi karena usia bukanlah jaminan untuk seseorang tidak terjangkit suatu penyakit.


4. Lebih Baik Memiliki Investasi Pribadi Ketimbang Asuransi

Tujuan dari investasi adalah untuk menambah kekayaan atau aset yang Anda miliki. Namun, peningkatan tersebut akan sia-sia apabila diri Anda sendiri tidak terlindungi dari berbagai risiko tak terduga yang mengakibatkan kerugian secara finansial.

Asuransi dan investasi akan lebih baik apabila berjalan beriringan. Asuransi telah menjadi bagian penting dalam elemen perencanaan keuangan. Dengan asuransi dan investasi yang Anda miliki, tidak hanya akan meningkatkan aset atau kekayaan saja, tapi juga melindunginya dari berbagai hal yang berakibat pada kerugian secara keuangan.


5. Produk Asuransi Sebaiknya Disesuaikan Dengan Kebutuhan

Semua produk asuransi tidak ada yang percuma, hanya saja belum tentu semua produk asuransi yang ada akan sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada berbagai macam produk asuransi yang bisa Anda jadikan pilihan, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi properti, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa. Prioritaskan untuk memiliki beberapa asuransi yang sesuai dengan kebutuhan sehingga nantinya akan berguna di saat yang tepat.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2894166/mitos-atau-fakta-seputar-asuransi

Kerjasama Astra Life dan Astra Ventura Untuk Beri Kemudahan Bagi Pelaku UMKM

Untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM manufaktur yang menjadi mitra kerjanya, PT Astra Mitra Ventura (Astra Ventura) melakukan bekerja sama dengan PT Astra Aviva Life (Astra Life). Kerjasama tersebut mencakup perlindungan jaminan kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta perlindungan jiwa yang disertai dengan investasi dari produk maupun layanan yang disediakan oleh Astra Life.

Astra Life meyakini apabila semua pelaku bisnis UMKM telah memiliki perlidungan diri, maka mereka akan berani untuk bermimpi lebih dalam serta meraih apapun cita-cita maupun target yang hendak dicapai.

Baca juga: Mengapa Klaim Asuransi Kendaraan Anda Ditolak? Ini Alasannya

Seperti disampaikan oleh Presiden Direktur Astra Life Auddie A. Wiranata, bahwa pihaknya percaya dapat mewujudkan kerjasama yang solid dan saling menguntungkan dengan Astra Ventura untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih baik karena para pelaku bisnis UMKM mempunyai ketenangan pikiran dengan perlindungan asuransi yang mereka sediakan.

Ditegaskan pula lebih lanjut, bahwa melalui kerjasama ini, kemudahan akan diberikan untuk seluruh UMKM yang menjadi mitra kerja Astra Ventura dalam hal jaminan kesehatan dan kesejahteraan karyawan maupun perlindungan jiwa yang lengkap dengan investasi lewat produk serta layanan yang perusahaan miliki.

Sekarang ini, perkembangan yang sangat pesat sedang dialami bisnis UMKM di Indonesia dan telah menjadi bagian penting dalam roda perekonomian Indonesia.

Seperti yang disebutkan data terakhir per Juli 2016 dari OJK maupun Kementrian Koperasi dan UKM, bahwa jumlah UMKM di Indonesia tercatat sekitar 57,9 juta unit usaha dan terus menunjukkan tren meningkat di setiap tahunnya.

Selain itu, data tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah tenaga kerja yang mampu diserap oleh bisnis UMKM telah mencapai 97,3 persen dari total angka penyerapan tenaga kerja secara nasional.

Mengacu pada kondisi tersebut, Astra Life bekerja sama dengan Astra Ventura untuk turut serta memajukan UMKM Indonesia dan membantu pelaku bisnis UMKM khususnya yang bergerak dalam bidang industri manufaktur agar menjadi semakin kuat dan berkembang di atas pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Jefri R. Sirait selaku Presiden Direktur Astra Mitra Ventura menyatakan bahwa kerjasama yang terjalin adalah perwujudan sinergi kedua perusahaan yang tergabung dalam grup perusahaan layanan keuangan Astra dan bersama-sama berupaya untuk mewujudkan misi Astra yaitu Sejahtera Bersama Bangsa (Prosper With The Nation).

Pihaknya berharap agar Astra Life dan Astra Ventura ke depannya dapat berkolaborasi dalam banyak hal lainnya demi terciptanya ketenangan pikiran dan kesejahteraan untuk seluruh masyrakat Indonesia.

Minggu, 23 April 2017

Mengapa Klaim Asuransi Kendaraan Anda Ditolak? Ini Alasannya

Mengapa Klaim Asuransi Kendaraan Anda Ditolak? Ini Alasannya
Kendaraan merupakan aset yang memerlukan perlindungan dari segala macam risiko kerugian yang bisa terjadi kapan saja, dan di mana saja. Asuransi kendaraan saat ini banyak digunakan sebagai perlindungan terhadap kendaraan.

Risiko terjadinya pencurian kendaraan dan kecelakaan lalu lintas menjadi risiko yang tak bisa diduga kapan terjadinya, dan dapat menimpa siapa saja. Apalagi untuk kendaraan yang sering digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, tentu berbagai risiko yang mungkin terjadi akan lebih tinggi.

Akan tetapi, meski pemilik kendaraan telah mengasuransikan kendaraan kesayangannya, tetap saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai nantinya Anda dianggap telah melanggar kebijakan yang telah disepakati sehingga perusahaan asuransi menolak klaim pertanggungan Anda.

Baca juga: Cara Mengajukan Klaim Asuransi Kendaraan Untuk Korban Banjir

Menanggapi hal demikian, Iwan Pranoto, selaku Head of Communication and Event dari Asuransi Astra mengatakan bahwa ada beberapa hal terkait penyebab klaim asuransi kendaraan ditolak, salah satunya adalah kecelakaan yang diakibatkan karena pengguna kendaraan melanggar aturan-aturan lalu lintas.

Penggantian tetap diberikan kepada nasabah apabila sudah melakukan semua hal sesuai dengan peraturan. Misalnya, apabila kendaraan dipakai untuk melakukan tindak kriminal, atau ketika terjadi kecelakaan pengemudi menerobos lampu, jika penyebabnya seperti ini maka klaim tidak bisa dilakukan alias ditolak.

Penggunaan kendaraan yang menyalahi aturan, maka tidak dapat dicairkan klaimnya. Ada poin-poin yang tertera dalam polis asuransi dan harus ditaati. Penyebab lain misalnya membeli sepeda motor untuk digunakan balapan, maka tidak akan mendapat penggantian dari perusahaan asuransi.

Berhubungan dengan cara pengajuan klaim, nasabah cukup melengkapi beberapa dokumen yang diminta oleh pihak asuransi, dan menunggu sekitar 2 minggu apabila kendaraan hilang atau dicuri.

Sedangkan untuk kasus kecelakaan, perusahaan asuransi biasanya memiliki bengkel rekanan, jadi nasabah tidak perlu khawatir. Tata cara klaimnya juga mudah, konsumen cukup melengkapi dokumen yang dibutuhkan pihak asuransi.

Mengenai lama proses pencairan uangnya itu tergantung, bila dokumen yang diperlukan sudah diterima pihak asuransi, dan lolos investigasi, setidaknya dalam waktu 2 minggu klaim sudah bisa cair.

Terutama mengenai kelengkapan surat dan dokumen yang dibutuhkan, bila sudah lengkap, maka pencairan klaim juga tidak perlu menunggu waktu lama.


Pihak Asuransi Akan Mengganti Dalam Bentuk Tunai

Dengan memiliki asuransi kendaraan tentu akan meringankan beban pemilik kendaraan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kecelakaan dan pencurian merupakan dua faktor risiko yang sering dialami oleh pemiliki kendaraan. Tanpa asuransi, pemilik kendaraan tentu akan mengalami kerugian yang besar ketika kendaraan hilang karena dicuri orang, atau hancur karena kecelakaan.

Iwan Pranoto, selaku Head of Communication and Event Asuransi Astra juga menambahkan, untuk pemilik kendaraan yang mengalami kehilangan, maka ia akan mendapatkan penggantian berupa uang tunai.

Besarnya penggantian tersebut dapat berbeda-beda, tergantung tahun pembuatan kendaraan, karena biasanya semakin tua usia kendaraan, semakin menurun pula harganya.

Asuransi melakukan penggantian dalam bentuk tunai karena menyesuaikan dengan nilai kendaraan saat itu, bukan dihitung dalam kondisi baru. Apalagi, saat ini untuk kendaraan baru harganya selalu mengalami kenaikan tiap tahun.

Jadi, perusahaan asuransi akan mengganti klaim kehilangan dalam bentuk tunai dan tidak mungkin mengganti kendaraan yang hilang dengan yang baru.

Sumber:
http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/832775-kenali-penyebab-klaim-asuransi-kendaraan-ditolak

Sabtu, 22 April 2017

Masyarakat Perlu Memahami Dengan Baik Terkait Asuransi Unit Link

Masyarakat Perlu Memahami Dengan Baik Terkait Asuransi Unit Link

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih cukup tingginya aduan masyarakat yang berkaitan dengan asuransi unit link, yakni mencapai 8 persen dari total aduan pada tahun 2016.

Menurut hasil pengamatan OJK, penyebabnya adalah karena agen asuransi kurang menjelaskan secara detail tentang produk asuransi dan turunannya kepada nasabah. Banyaknya aduan masyarakat disinyalir karena mereka kurang memahami unit link dan penjelasan yang dilakukan agen asuransi masih kurang detail.

Namun demikian, angka 8 persen dari total aduan masih di bawah mengenai suretyship yang mencapai 31 persen, kemudian lini usaha asuransi harga benda atau properti sebesar 18 persen, dan kesehatan yang mencapai 10 persen.

Baca juga: Semakin Meningkatnya Minat Masyarakat Ikut Asuransi

Misalnya, OJK kerap mendapatkan aduan kalau masyarakat merasa menabung (unit link) sebesar sejuta sebulan, namun selama setahun hanya mendapat pencairan sebesar 4 jutaan.

Menurut Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II OJK, Kristanto Andi Handoko, banyak aduan yang disebabkan karena agen asuransi yang tidak menjelaskan bahwa asuransi unit link baru akan menguntungkan apabila dicairkan selama 10 hingga 15 tahun. Masyarakat banyak yang belum paham karena sejak awal tidak dijelaskan.

Seharusnya, agen asuransi dapat menjelaskan informasi yang detail terkait unit link yang keuntungannya baru bisa diperoleh dalam jangka panjang. Nabung di unit link pun sebenarnya bukan seperti tabungan yang biasanya untuk keperluan dapur.

Andi menjelaskan lebih lanjut, bahwa asuransi unit link tetap mencari keuntungan dengan menginvestasikan uang nasabah. Setidaknya, premi yang disetorkan nasabah 50 persennya akan diinvestasikan oleh unit link.

Misalnya, nasabah membayar premi Rp 1 juta tiap bulannya, maka investasinya sebesarnya Rp 500 ribu. Jadi, bila dicairkan hanya dalam waktu satu tahun, wajar saja bila nasabah hanya mendapatkan Rp 4 hingga 6 jutaan.

Diharapkan nasabah juga membaca isi polis dengan seksama dan jangan ragu bertanya kepada agen asuransi apabila ada hal terkait polis asuransi yang belum dipahami dengan baik. Sehingga kesalahpahaman saat pencairan atau klaim asuransi tidak terjadi di kemudian hari.
Semakin Meningkatnya Minat Masyarakat Ikut Asuransi

Semakin Meningkatnya Minat Masyarakat Ikut Asuransi

Kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi dinilai semakin meningkat. Hal ini dapat terlihat dari kinerja pertumbuhan bisnis asuransi di Indonesia pada kuartal II tahun ini.

Total pendapatan premi serta jumlah tertanggung individual mengalami peningkatan masing-masing sebesar 10 persen, dan 15,1 persen.

Adanya peningkatan dari kedua angka ini mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat semakin tinggi akan pentingnya proteksi dari asuransi jiwa untuk menghadapi berbagai risiko tak terduga yang dapat terjadi dalam hidup mereka.

Baca juga: Masyarakat Indonesia Mulai Sadar Pentingnya Memiliki Asuransi

Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi masyarakat yang berasuransi, sehingga mereka dan keluarga dapat terlindungi secara keuangan dari akibat terjadinya risiko-risiko seperti sakit, kecelakaan, maupun kematian.

Sementara itu, total pendapatan di industri asuransi jiwa pada kuartal II meningkat tajam, yaitu sebesar 42 persen menjadi Rp 99,88 triliun dari Rp 69,97 triliun.

Peningkatan total pendapatan tersebut didukung meningkatnya total pendapatan premi yang terdiri dari total premi bisnis baru sebesar 10,8%, dan total premi lanjutan sebesar 9%. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada hasil investasi dan pendapatan lainnya sebesar 32,9%.

Komitmen industri asuransi jiwa juga meningkat terlihat dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan. Contohnya pada kuartal II tahun 2016 lalu, total klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa sebesar Rp 44,7 triliun atau meningkat sebesar 3,6 persen.

Dari angka tersebut, terdiri dari:

- Klaim kesehatan (medical) meningkat 27,9 persen menjadi Rp 5,17 triliun.
- Klaim akhir kontrak meningkat 18,2 persen menjadi Rp 4,58 triliun.
- Klaim meninggal dunia meningkat 17,3 persen menjadi Rp 4,09 triliun.

Sementara itu total tertanggung perorangan juga meningkat secara umum. Perkembangan yang cukup stabil terlihat dari meningkatnya jumlah tertanggung individual sebesar 15,1 persen atau menjadi 19,11 juta orang, dari sebelumnya berjumlah 16,6 juta orang di Kuartal II pada 2015 lalu.

Dari angka total pendapatan premi yang bertumbuh cukup kuat, saat ini tingkat penetrasi masyarakat yang ikut asuransi sekitar 7,5 persen terhadap total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 255 juta jiwa.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2623146/minat-masyarakat-ikut-asuransi-meningkat-ini-buktinya