Sabtu, 18 Februari 2017

Tips Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa Allianz Dengan Mudah dan Cepat

Pada dasarnya, asuransi bukanlah suatu bentuk program ganti rugi melainkan suatu bentuk program berbagi risiko yang seharusnya ditanggung seseorang menjadi ditanggung banyak orang sehingga dapat meringankan kerugian yang dialami seseorang akibat terjadinya suatu risiko yang dipertanggungkan.

Sekarang ini ada banyak sekali macam jenis dari produk asuransi, namun asuransi jiwa adalah salah satu jenis asuransi yang paling sering kita temui.

baca juga: Tips Mengajukan Klaim Dengan Cepat dan Mudah

Premi adalah hak bagi perusahaan asuransi yang wajib dibayar oleh tertanggung. Sedangkan klaim menjadi hak bagi pihak tertanggung dan wajib dibayarkan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tercantum dalam polis.

Tidak sedikit orang yang ternyata masih kebingungan saat hendak mengajukan klaim asuransi jiwa Allianz. Padahal klaim asuransi jiwa Allianz dapat diurus dengan mudah dan cepat.

Nah, bagi Anda yang masih kesulitan dalam mengurus klaim asuransi jiwa, berikut ini kami akan bagikan beberapa tips dalam yang dapat dijadikan pedoman ketika mengajukan klaim asuransi jiwa Allianz. Simak ulasannya di bawah ini!


1. Persiapkan Berkas-berkas yang Diperlukan

Langkah pertama dalam mengajukan klaim asuransi jiwa, pihak ahli waris (penerima manfaat) harus menginformasikan kepada perusahaan asuransi bahwa tertanggung telah meninggal dunia.

Sebelum mendatangi kantor asuransi Allianz ada beberapa berkas yang perlu dipersiapkan, antara lain:
- Polis dan Endorsement (asli).
- Surat Keterangan Dokter yang mencantumkan penyebab kematian tertanggung.
- Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Kelurahan atau Rumah Sakit.
- Surat Bukti Pemakaman dari Dinas Pemakaman setempat.
- Surat Keterangan Pemeriksaan Jenazah dari Rumah Sakit jika tertanggung sempat dirujuk ke rumah sakit.


2. Isi dan Lengkapi Formulir Klaim

Sebelum mengisi formulir klaim, biasanya perusahaan asuransi akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tertanggung, seperti nomor polis asuransi, status polis, dan informasi-informasi lain yang ada kaitannya dengan kematian tertanggung.

Selanjutnya, perusahaan asuransi akan memberikan formulir klaim asuransi jiwa. Isi dengan lengkap formulir klaim asuransi jiwa tersebut, dan lampirkan berkas-berkas yang sebelumnya telah Anda persiapkan.


3. Perusahaan Asuransi Memeriksa Klaim Anda

Bila semua berkas dan formulir telah lengkap, perusahaan asuransi akan memproses klaim dan memeriksanya. Pengecekan yang dilakukan biasanya terkait dengan status polis asuransi apakah masih atau tidak, data diri tertanggung, informasi seputar kematian tertanggung, dan verifikasi bukti-bukti terkait kematian tertanggung.


4. Persetujuan Klaim dan Pembayaran Uang Pertanggungan

Apabila klaim dinilai sah dan benar adanya, perusahaan asuransi akan menyetujui klaim tersebut dan melakukan perhitungan kewajiban yang harus dibayar perusahaan kepada ahli waris tertanggung atau penerima manfaat.

Biasanya, pembayaran dilakukan melalui rekening bank sehingga Anda perlu memberikan informasi mengenai rekening bank Anda kepada perusahaan asuransi.

Ada kalanya proses klaim asuransi jiwa membutuhkan waktu yang cukup lama karena perusahaan asuransi akan sangat berhati-hati dan teliti dalam memverifikasi semua informasi terkait kematian tertanggung, terutama bila uang pertanggungan yang akan dibayarkan bernilai besar.

Tapi, tak perlu risau apabila semua informasi yang diberikan benar adanya, uang pertanggungan akan tetap diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Sumber:
http://www.asuransi-jiwa.org/prosedur-klaim-asuransi-jiwa/

Jumat, 17 Februari 2017

Tips Mengajukan Klaim Dengan Cepat dan Mudah

Klaim adalah hak setiap nasabah asuransi, dan sudah menjadi kewajiban perusahaan asuransi untuk membayarkan klaim kepada setiap nasabah yang memenuhi kewajibannya.

Namun, tidak sedikit orang yang masih ragu ikut asuransi karena mengira akan sulit ketika mereka mengajukan klaim.

Nah, berikut ini kami akan membagikan informasi mengenai tips pengajuan klaim yang cepat dan mudah agar Anda dapat memperoleh hak sebagai nasabah asuransi.

Baca juga: Prosedur Klaim Asuransi Individu di Manulife Indonesia


1. Perhatikan Semua Ketentuan Dalam Pengajuan Klaim

Klaim bertujuan untuk memberikan manfaat yang sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi Anda. Perhatikan berbagai ketentuan penting mengenai pengajuan klaim yang tercantum dalam polis sehingga klaim Anda akan lebih mudah diproses dan dibayarkan oleh perusahaan asuransi.


2. Teliti Kembali Manfaat Asuransi yang Diambil

Sebelum klaim diajukan, pastikan manfaat telah sesuai dengan yang tercantum dalam Polis. Misalnya, bila jenis asuransi yang Anda miliki adalah asuransi jiwa saja, maka penggantian biaya rawat inap tidaklah termasuk dalam manfaat polis, dan perusahaan asuransi tidak akan membayarkan klaim yang diajukan.

Jadi, periksa kembali manfaat apa saja yang tercakup dalam program asuransi yang Anda ikuti. Pastikan klaim yang Anda ajukan termasuk dalam manfaat asuransi yang Anda miliki.


3. Polis Masih Dalam Keadaan Aktif

Agar klaim yang Anda ajukan dapat diproses dengan cepat dan mudah, pastikan bahwa polis masih berlaku atau dalam keadaan aktif (inforce). Oleh karena itu Anda harus melakukan pembayaran transaksi secara rutin, jangan sampai ada premi yang menunggak, terutama di dua tahun pertama masa asuransi Anda.

Bila polis Anda sudah pernah lapse, pastikan ketika Anda mengajukan klaim, polis tidak berada dalam masa tunggu ataupun pengecualian-pengecualian tertentu.


4. Polis Tidak Dalam Masa Tunggu

Masa tunggu pada polis maksudnya adalah masa mulai berlakunya perlindungan untuk asuransi Anda. Misalnya, untuk perlindungan rawat inap karena sakit biasanya memiliki masa tunggu selama 30 hari sejak diterima sebagai nasabah asuransi.


5. Hubungi Agen Asuransi

Agar proses klaim bisa lebih cepat, sebaiknya Anda menghubungi agen asuransi untuk membantu dalam pengajuan klaim. Atau bisa juga dengan menghubungi nomor telepon yang tertera pada kartu asuransi Anda.


6. Klaim Bukan Termasuk Pengecualian Dalam Polis

Klaim yang Anda ajukan harus bukanlah termasuk pengecualian-pengecualian yang tertera dalam polis. Misalnya, bila tertanggung mengikuti asuransi jiwa dan meninggal dunia yang diakibatkan karena melakukan tindak kriminal, biasanya perusahaan asuransi tidak akan membayarkan klaim atau uang pertanggungan atas risiko kematian tersebut kepada ahli waris.


Langkah-langkah Pengajuan Klaim Asuransi

Nah, jika semua ketentuan yang tercantum dalam polis sudah terpenuhi, hal berikutnya yang perlu dipersiapkan adalah persyaratan dan dokumen pelengkap.

Mintalah agen asuransi Anda untuk membantu dalam menyiapkan dokumen-dokumen atau persyaratan yang dibutuhkan. Lakukan pengajuan klaim sesegera mungkin agar prosesnya bisa lebih cepat dan mudah.

Langkah-langkah dalam pengajuan klaim asuransi umumnya adalah sebagai berikut:

1. Mengisi formulir klaim yang disertai dengan surat keterangan dokter.

2. Menyerahkan dokumen penunjang klaim kepada perusahaan asuransi, seperti kuitansi, hasil rekam medis, hasil laboratorium, laporan Kepolisian (bila klaim untuk kecelakaan), dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan.

3. Mencantumkan nomor Polis dan Nomor Rekening Bank dengan benar pada formulir klaim, kemudian tandatangani pengajuan klaim sesuai dengan tanda tangan yang tertera pada polis. Sertakan juga identitas diri seperti KTP / SIM / Paspor dan lain-lain.

4. Validasi akan dilakukan oleh perusahaan asuransi terhadap dokumen yang diserahkan, dan bila diperlukan biasanya juga akan dilakukan verifikasi kepada tertanggung, ahli waris, pemegang polis, dan dokter atau rumah sakit tempat perawatan tertanggung.

5. Jika semua proses validasi dan verifikasi telah selesai dan sesuai dengan semua ketentuan, maka klaim Anda akan disetujui dan pembayaran klaim akan segera dilakukan oleh perusahaan asuransi.

6. Klaim atau uang pertanggungan akan dibayarkan melalui transfer rekening bank kepada penerima manfaat atau pemegang polis.


Nah, dengan melihat tips dan langkah-langkah mengajukan klaim di atas tentunya kita jangan lagi berpikir bahwa pengajuan klaim itu sulit dan ribet.

Mintalah pada agen asuransi untuk membantu dalam pengurusannya. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih agen asuransi yang profesional dan dapat dipercaya agar proses pengajuan klaim Anda dapat berjalan dengan cepat dan mudah.

Kamis, 16 Februari 2017

Tips Berasuransi Secara Cerdas

Dalam beberapa tahun terakhir ini, industri asuransi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tentu menggambarkan bagaimana meningkatnya kesadaran masyarakat yang mulai memahami pentingnya berasuransi.

Di setiap harinya, tanpa disadari kita memang berhadapan dengan berbagai macam risiko, dari mulai risiko kesehatan, kematian, kerusakan, hingga risiko kehilangan aset yang berharga.

Dari berbagai risiko tersebut, tentunya akan menimbulkan kerugian dari segi finansial. Oleh karena itu, di sinilah peran asuransi untuk menanggulangi kerugian finansial dari akibat risiko yang dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Baca juga: Cara Kerja dan Manfaat Asuransi Bagi Individu atau Perusahaan

Di sisi lain, belakangan mulai berkembang pula asuransi yang tidak hanya berfungsi sebagai proteksi, tapi juga sebagai salah satu bentuk investasi.

Banyaknya agen-agen asuransi yang menawarkan beragam produk asuransi juga perlu disikapi dengan hati-hati oleh masyarakat. Karena, tak jarang tawaran-tawaran menggiurkan dari para agen asuransi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan proteksi yang kita perlukan.

Jangan sampai nantinya kita menyesal karena premi yang telah dibayarkan setiap bulan, ternyata tidak mampu meng-cover kerugian finansial dari suatu risiko yang kita alami. Bahkan, malah membuat kita merugi dan merasa telah ditipu oleh asuransi.

Lantas, bagaimana agar kita tidak tertipu dengan penawaran asuransi yang menggiurkan? Nah, berikut ini kami akan berbagi tips berasuransi secara cerdas agar kita mendapatkan program asuransi yang terbaik, dan sesuai dengan kebutuhan.


1. Pilih Produk Asuransi yang Sesuai Kebutuhan

Kita harus cermat dalam memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan hanya tertarik dengan promo dan hadiah yang ditawarkan, apalagi bila terpaksa karena merasa ‘tidak enak’ dengan teman.

Ada baiknya kita melakukan konsultasi atau bertanya-tanya terlebih dahulu dengan kerabat maupun pihak-pihak yang paham betul dengan asuransi.


2. Pastikan Agen Asuransi Anda Profesional

Ketika sudah tahu produk asuransi apa yang sesuai dengan kebutuhan proteksi Anda, pastikan juga agen asuransi yang membantu mengurus pembelian produk asuransi Anda adalah agen yang dapat dipercaya, profesional, memiliki sertifikat keagenan, dan mampu menjelaskan produk asuransi tersebut secara detail.


3. Kenali Kapasitas Perusahaan Asuransi

Kita juga perlu mengetahui lebih banyak kapasitas perusahaan asuransi yang akan dipilih. Terutama berhubungan dengan pelayanan klaim. Lakukan studi kecil-kecilan dengan mencari referensi di internet atau dari informasi kerabat maupun teman.

Bila Anda masih bingung, beberapa tips yang bisa diterapkan dalam memilih perusahaan asuransi yang baik, antara lain:

- Pastikan perusahaan asuransi yang akan dipilih terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

- Perhatikan bagaimana kapasitas keuangan perusahaan asuransi yang akan dipilih. Minimal memiliki besaran risk base capital sebesar 120 persen. Biasanya, perusahaan asuransi akan mempublikasikan kondisi asetnya melalui media.

- Perusahaan asuransi yang baik memiliki underwriter yang ahli dan berpengalaman. Anda dapat mencari tahu dengan melihat profil perusahaan asuransi yang bersangkutan. Regulasi mensyaratkan perusahaan asuransi mempunyai tenaga ahli di kantor pusat, serta ajun ahli dan aktuaris di semua kantor cabangnya.

- Cermati gambaran mengenai kualitas jasa yang telah diberika oleh perusahaan asuransi yang bersangkutan, misalnya berapa lama proses penerbitan polis, pelayanan maupun servis tambahan yang diberikan, serta kualitas rekanan yang ditunjuk seperti rumah sakit, bengkel rekanan, dan lain-lain.


4. Tanyakan Manfaat Pertanggungan Secara Rinci

Sebelum Anda memutuskan membeli produk asuransi, tanyakan dulu secara detail mengenai manfaat pertanggungan apa saja yang akan diberikan program asuransi tersebut, kondisi seperti apa yang dipersyaratkan, dan pengecualian dalam jaminannya. Karena, hal ini seringkali menjadi alasan penolakan klaim oleh pihak perusahaan asuransi.

Apabila Anda telah mantap untuk memilih produk dan perusahaan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, silahkan untuk mengisi data di SPPA (Surat Permohonan Pertanggungan Asuransi) atau SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa) dengan lengkap, jelas, jujur, dan ditandatangani.


5. Pembayaran Premi

Selanjutnya, ketahui periode yang diperkenankan dalam pembayaran premi. Jangan sampai terlambat (outstanding) dalam pembayaran premi, karena bila terjadi risiko yang tercakup dalam klaim dan ternyata ada keterlambatan dalam pembayaran klaim, bisa-bisa klaim Anda tidak akan dibayarkan oleh perusahaan Asuransi.

Perihal periode pembayaran premi biasanya diperkenankan paling lambat 14 hari setelah tanggal jatuh tempo, atau tergantung pada ketentuan yang tercantum dalam polis.


6. Baca Polis Dengan Teliti

Terakhir, apabila Anda telah menerima polis, baca kembali dengan teliti isi polis tersebut beserta semua lampiran yang Anda terima dari perusahaan asuransi.

Jika terdapat ketidaksesuaian isi polis dengan yang disampaikan oleh agen, maka Anda bisa mengajukan perubahan atau pembatalan terhadap polis tersebut.


Demikian tips-tips yang dapat kami sampaikan kepada Anda dalam memilih produk dan perusahaan asuransi yang tepat dan terbaik. Semoga dapat membantu Anda untuk lebih cerdas berasuransi.

Rabu, 15 Februari 2017

Prosedur Klaim Asuransi Individu di Manulife Indonesia

Manulife Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa yang merupakan kombinasi dari investasi dan asuransi jiwa. Program ini memberikan perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko terhadap kerugian ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Asuransi makin diminati masyarakat karena memberikan perlindungan terhadap kerugian ekonomis akibat terjadinya risiko atau musibah yang menimpa tertanggung yang mencari nafkah sepanjang masa produktifnya. Selain itu, asuransi juga menjadi media seseorang untuk persiapan hari tua agar lebih bahagia dan sejahtera.

Baca juga: Prosedur dan Syarat Pengajuan Klaim Asuransi AXA

Bagi Anda yang mengikuti program asuransi individu dari Manulife kali ini kami akan berbagi informasi mengenai cara melakukan klaim pertanggungan untuk Asuransi Individu Manulife. Berikut kami berikan ulasannya.


1. Klaim Pertanggungan untuk Meninggal dan Payor Benefit (Pemegang Polis yang Meninggal Dunia)

Bila Anda hendak melakukan klaim asuransi individu Manulife Indonesia, ada beberapa berkas yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, antara lain:
- Formulir Klaim (dapat diunduh pada website resmi Manulife Indonesia).
- Surat Keterangan Dokter yang telah diisi lengkap.
- Fotocopy indentitas diri yang mengajukan klaim dan penerima manfaat yang telah dilegalisir.
- Fotocopy Surat Keterangan Kematian (Akta Kematian) yang telah dilegalisir oleh Kelurahan atau Rumah Sakit.


2. Klaim Pertanggungan Hidup (Produk Hospital)

Klaim pertanggungan hidup produk hospital merupakan penggantian atas biaya yang dikeluarkan untuk Rawat Inap, Cash Plan, Rawat Jalan, Manfaat Melahirkan, atau Manfaat Gigi.

Beberapa berkas yang harus disiapkan dalam klaim hidup (produk hospital) Asuransi Individu Manulife Indonesia antara lain:
- Formulir klaim yang telah diisi lengkap (dapat diunduh melalui website resmi Manulife Indonesia).
- Lampiran Surat Keterangan Dokter atau Rumah Sakit.
- Kuitansi Asli pembayaran untuk perawatan.
- Lampiran perincian biaya rawat inap asli atau fotocopy yang telah dilegalisir oleh Rumah Sakit atau klinik.


3. Klaim Hidup (Selain Produk Hospital)

Berkas-berkas yang perlu Anda persiapkan untuk mengajukan klaim Asuransi Individu Manulife selain dari produk hospital, antara lain:
- Formulir klaim yang telah diisi lengkap (dapat Anda unduh di website remi Manulife Indonesia).
- Lampiran Surat Keterangan Dokter.
- Hasil pemeriksaan medis, seperti CT scan, hasil laborat, dan lain-lain.


Cara Unduh Formulir Klaim Asuransi Individu Manulife Indonesia

Bagi Anda yang masih bingung mendapatkan formulir klaim asuransi individu Manulife Indonesia, berikut kami jelaskan caranya:
- Kunjungi website resmi www.manulife-indonesia.com
- Pilih ASURANSI INDIVIDU, kemudian FORMULIR, dan UNDUH.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, apabila Anda masih mengalami kesulitan perihal cara mengajukan klaim Asuransi Individu Manulife Indonesia, cobalah menghubungi customare care Manulife. Semoga informasi ini memberi kemudahan untuk para pembaca.

Sumber:
http://apip.biz/cara-klaim-asuransi-individu-manulife-indonesia/

Selasa, 14 Februari 2017

Prosedur dan Syarat Pengajuan Klaim Asuransi AXA

Asuransi AXA Financial adalah salah satu perusahaan asuransi ternama di Indonesia dengan jumlah nasabah yang terhitung banyak jumlahnya.

AXA di Indonesia sebagai bagian dari AXA Group yang merupakan salah satu perusahaan besar dunia yang bergerak di bidang asuransi dan manajemen aset.

Sebagai produk asuransi, AXA telah mencatatkan dirinya sebagai produk asuransi nomor satu di dunia versi Interbrand hingga 6 tahun berturut-turut.

Baca juga: Cara Klaim Asuransi Kendaraan di Sinar Mas

Produk asuransi jiwa dan asuransi umum menjadi andalan AXA, serta beberapa produk manajemen aset lainnya seperti keagenan, digital, bancassurance, broker, corporate solution dan telemarketing.

Nah, bagi Anda yang mengikuti program asuransi di AXA, dan belum mengetahui proses pengajuan klaim asuransi AXA, berikut ini kami akan bagikan informasinya untuk Anda.


Langkah-langkah Pengajuan Klaim Asuransi AXA

Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan bila ingin mengajukan klaim di Asuransi AXA, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mengisi Formulir Perjanjian Klaim

Asuransi AXA memberikan banyak kemudahan untuk nasabahnya yang ingin mengajukan klaim, karena klaim merupakan hak semua nasabah yang telah melaksanakan kewajibannya sesuai polis.

Untuk langkah pertama yang perlu dilakukan oleh nasabah yang ingin mengajukan klaim yaitu dengan mengisi formulir pengajuan klaim asuransi secara lengkap sesuai kolom yang tersedia dalam formulir.

2. Lengkapi Berkas yang Diperlukan

Bila formulir telah diisi lengkap, sertakan berkas-berkas atau dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan klaim, misalnya Nomor Polis atau keanggotaan asuransi AXA, nama pemegang polis, Surat Keterangan Kematian, KTP Tertanggung dan Penerima Manfaat atau ahli waris.

Dokumen-dokumen lain yang diperlukan dalam pengajuan klaim asuransi di antaranya:
- Kuitansi dari rumah sakit tempat tertanggung dirawat.
- Rekam medis, seperti hasil laboratorium, CT Scan, dan lain-lain.
- Resep obat atau dokumen lain yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit atau dokter yang telah menangani pasien atau tertanggung.

Berkas maupun dokumen yang perlu dipersiapkan sebaiknya yang asil dan fotocopy agar pihak asuransi lebih percaya dan klaim lebih cepat disetujui.

3. Validasi dan Verifikasi Data

Setelah formulir dan semua dokumen diserahkan ke pihak asuransi, selanjutnya akan dilakukan validasi dan verifikasi data. Bila proses ini telah selesai maka asuransi akan menginformasikan persetujuan klaim kepada nasabah sesegera mungkin.

4. Klaim Disetujui dan Uang Pertanggungan Dibayarkan

Setelah semua proses selesai dan pengajuan klaim Anda telah disetujui asuransi, maka uang pertanggungan akan segera dibayarkan.

Biasanya pembayaran akan dilakukan melalui rekening bank, dan pengaju klaim akan diminta nomor rekening bank yang bisa digunakan untuk menerima transfer uang pertanggungan dari asuransi.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai pengajuan klaim asuransi AXA. Apabila masih ada informasi yang kurang jelas, Anda bisa berkonsultasi secara langsung dengan customer service AXA atau dengan mengirimkan email ke perusahaannya.