Fungsi Dana Investasi, Biaya Asuransi dan Premi Dalam Polis Asuransi Jiwa

Manfaat dan kerugian asuransi unit link | Banyak orang yang ternyata membatasi pembayaran premi untuk polis asuransi jiwa unit link hanya beberapa tahun saja, keputusan tersebut sebenarnya tidak salah. Akan tetapi, calon nasabah sebaiknya mengetahui dahulu hal-hal detail mengenai kelangsungan hidup polis tersebut apabila tidak lagi dilakukan pembayaran premi.

Asuransi jiwa unit link bukan hanya sekadar tabungan bagi pemegang polis, tetapi juga merupakan bagian terpenting dari polis asuransi jiwa yang kita miliki. Sebab, ketika saldo pada dana investasi unit link tidak mencukupi untuk dilakukannya penarikan dana dan Anda memutuskan untuk berhenti membayar premi, maka biaya polis akan mengalami Lapse.

Baca juga: Perihal Asuransi Menurut Pandangan Agama Islam

Dana investasi unitlink yang kita miliki memang bisa berfungsi sebagai tabungan dan dapat diambil kapan saja. Namun, di sisi lain dana investasi tersebut juga digunakan untuk pembayaran biaya polis asuransi jiwa kita di setiap bulannya. Penarikan biaya asuransi dari dana investasi ini akan dilakukan selama polis asuransi tersebut aktif.


Perbedaan Premi Asuransi dengan Biaya Asuransi

Premi asuransi merupakan sejumlah uang yang dibayarkan kepada Perusahaan Asuransi sehubungan dengan pembelian suatu Polis. Premi asuransi terdiri dari Premi Berkala, dan (apabila ada) Premi Top Up Berkala atau Premi Top Up Tunggal.

Beberapa perusahaan asuransi memang membolehkan nasabah membatasi premi asuransi, biasanya dinamakan dengan cuti premi dan bisa dilakukan paling cepat setelah 5 tahun. Artinya, premi boleh tidak dibayar lagi setelah 5 tahun.

Sedangkan biaya asuransi merupakan biaya yang dikenakan kepada pemegang polis sehubungan dengan manfaat pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Biaya asuransi harus dibayarkan oleh pemegang polis selama polis tersebut aktif.

Proteksi dan manfaat asuransi akan berhenti apabila biaya asuransi tidak lagi dibayarkan oleh pemegang polis. Meskipun nasabah sudah tidak lagi menyetor premi, biaya asuransi merupakan hal yang wajib dibayar oleh pemegang polis apabila ingin tetap mendapatkan proteksi dan manfaat dari polis asuransi jiwa yang dimiliki.

Polis akan tetap aktif meskipun premi tidak lagi disetor oleh nasabah, namun dengan catatan Perusahaan Asuransi berhasil melakukan pendebitan Biaya Asuransi bulan berjalan dari saldo investasi unitlink yang kita miliki.

Misalnya, bila kita merencanakan cuti premi setelah 10 tahun, maka kita memang tidak perlu lagi menyetorkan premi setelah tahun ke-10. Namun, kita tetap harus membayar Biaya Asuransi yang akan ditarik dari saldo investasi unitlink yang sudah terkumpul selama 10 tahun tersebut.

Kita diharuskan mengajukan permohonan cuti premi ke Perusahaan Asuransi penerbit polis apabila ingin berhenti setor premi setelah periode 10 tahun. Jika kita tidak mengajukan Cuti Premi, maka Biaya Asuransi akan tetap didebit dari saldo investasi di setiap bulannya.

Ketika nasabah mengajukan Cuti Premi, Perusahaan Asuransi akan menghitung berapa tahun ke depan saldo investasi yang sudah terkumpul tersebut bisa digunakan untuk membayar Biaya Asuransi kita.

Semakin besar nilai investasi yang terkumpul, maka semakin lama pula dana investasi itu dapat menutup Biaya Asuransi untuk periode tahun selanjutnya. | Manfaat dan kerugian asuransi unit link

Ketika saldo yang terbentuk dari dana investasi tidak mencukupi untuk membayar Biaya Asuransi, maka kita diharuskan melakukan Top Up bila tidak ingin terjadi Lapse pada polis asuransi yang kita miliki.

Polis yang mengalami Lapse dapat menimbulkan kerugian bagi nasabah, antara lain:
- Nasabah tidak dapat melakukan klaim atas manfaat Polis.
- Masa tunggu penyakit kritis harus mengulang lagi selama 3 bulan.


Gunakan Fitur Cuti Premi Saat Kondisi Emergency

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Cuti Premi merupakan fitur yang bermanfaat untuk nasabah, terutama ketika kondisi keuangan mengalami “emergency” yang tidak memungkinkan kita untuk dapat membayar premi. Jadi, cuti premi dapat dijadikan solusi agar proteksi tetap dapat berjalan meski kita tidak bisa lagi membayar premi.

Pengertian Cuti Premi adalah fitur dimana nasabah diperbolehkan berhenti membayar premi untuk sementara waktu. Biasanya terdapat beberapa ketentuan dan persyaratan untuk bisa diajukannya cuti premi oleh nasabah, antara lain:
1. Usia polis sudah lebih dari 5 tahun.
2. Premi selama periode 5 tahun berlalu sudah dibayar lunas oleh nasabah.
3. Nilai tunai polis cukup untuk membayar Biaya Asuransi dan Administrasi.

Pada praktiknya, cuti premi seringkali dikemas menjadi marketing gimmick yang lebih menarik, misalnya kita hanya membayar premi 10 tahun saja, setelah itu tidak perlu lagi membayar.

Meskipun esensinya sama dengan cuti premi, namun detail mengenai korelasi antara dana saldo investasi dan kelangsungan hidup polis seringkali tidak dijelaskan sehingga banyak nasabah yang menjadi salah persepsi.

Tentunya banyak juga nasabah yang tergiur dengan kalimat marketing, “Bayar premi hanya 10 tahun dengan manfaat perlindungan hingga usia 99 tahun”. Hingga akhirnya banyak nasabah yang membeli asuransi jiwa dengan pola pembayaran premi seperti ini.

Namun, para nasabah sebaiknya jangan terkecoh, ketahui dengan detail mengenai korelasi antara dana investasi dengan kelangsungan hidup polis.

Perencanaan keuangan terhadap polis nasabah perlu dijelaskan dengan mendetail supaya tidak terjadi lagi salah persepsi di kemudian hari. | Manfaat dan kerugian asuransi unit link

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »