Jenis-jenis Asuransi yang Penting Untuk Tulang Punggung Keluarga

Idealnya, setiap orang harus memiliki asuransi dalam perencanaan keuangannya. Sebab, Asuransi berfungsi sebagai perlindungan seseorang atau keluarga secara keuangan dari hal tak terduga yang menimbulkan kerugian.

Membeli Asuransi maksudnya adalah kita membayar sejumlah uang yang disebut premi kepada perusahaan asuransi yang nantinya bila dalam periode tertentu (masa pertanggungan) terjadi risiko yang termasuk pada manfaat pertanggungan pada diri pembeli asuransi (tertanggung), maka akan dibayarkan sejumlah uang ganti rugi (uang pertanggungan) dari perusahaan asuransi kepada tertanggung ataupun ahli warisnya.

Bila risiko yang dimaksud dalam polis asuransi tidak terjadi, maka premi tersebut akan sepenuhnya menjadi milik perusahaan asuransi.

Baca juga: Pertimbangan Sebelum Membeli Polis Asuransi Berbasis Investasi

Produk asuransi dijual secara luas kepada orang banyak. Keuntungan premi dari “banyak” orang yang tidak mengalami risiko selanjutnya digunakan sebagai “simpanan” untuk membayar “sedikit” orang yang mengalami risiko.

Hal ini dapat diartikan memindahkan risiko dari “sedikit” orang untuk ditanggung oleh “banyak” orang sehingga besarnya kerugian dapat diminimalisir.


Manfaat Masing-masing Jenis Asuransi Untuk Perorangan

Asuransi perorangan secara umum bisa dibagi menjadi 4 jenis, antara lain:
1. Asuransi Jiwa.
2. Asuransi Kecelakaan.
3. Asuransi Kesehatan.
4. Asuransi Penyakit Kritis.

Manfaat dari masing-masing jenis asuransi tersebut akan kami jabarkan sebagai berikut:


1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa memberikan pertanggungan atas terjadinya risiko kematian karena alasan apapun, misalnya kecelakaan atau meninggal karena sebab alami.

Namun, biasanya ada beberapa pengecualian yang dapat menyebabkan uang pertanggungan tidak diberikan oleh perusahaan asuransi, misalnya kematian yang diakibatkan karena tertanggung melakukan kejahatan, atau hal-hal lain yang tertera dalam syarat dan ketentuan polis asuransi. Umumnya premi asuransi ini lebih mahal namun dengan uang pertanggungan tidak terbatas.


2. Asuransi Kecelakaan

Asuransi kecelakaan memberikan pertanggungan atas risiko kematian dan cacat tetap total yang disebabkan karena kecelakaan. Dengan demikian, bila kematian atau risiko cacat tetap total bukan disebabkan karena kecelakaan, maka tidak mendapat uang pertanggungan.

Asuransi kecelakaan sering disebut juga dengan Personal Accident Death and Disablement (PPAD) atau Personal Accident (PA). Umumnya, asuransi ini preminya sangat murah dengan uang pertanggungan terbatas.


3. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan memberi pertanggungan terhadap risiko tindakan operasi dan opname di rumah sakit. Tidak sedikit orang yang bingung dalam membedakan asuransi kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Manfaat pertanggungan yang diberikan biasanya tergantung berapa besar premi yang diberikan, ada yang hanya menanggung tindakan operasi dan biaya rawat inap rumah sakit, dan ada juga yang menanggung hingga pada biaya rawat jalan maupun biaya obat-obatan.

Ada dua sistem kerja dalam melakukan klaim asuransi kesehatan, pertama dengan sistem kartu sehingga kita tidak perlu membayar atau membayar hanya sebagian biaya rumah sakit. Kedua, ada juga yang menggunakan sistem reimbursement yang artinya kita membayar dahulu biayanya, setelah itu baru bisa melakukan klaim asuransi untuk penggantian biaya tersebut.


4. Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis memberi pertanggungan terhadap risiko terdeteksi mengidap penyakit kritis tertentu. Terdapat ketentuan yang berbeda-beda di masing-masing perusahaan asuransi terkait jumlah penyakit kritis yang termasuk dalam pertanggungan dan seberapa parah tahap penyakit kritis tersebut.

Sebelum dapat melakukan klaim asuransi penyakit kritis, biasanya tertanggung harus menyiapkan rekam medis yang sangat lengkap dan jujur saat mengisi kuesioner. Asuransi ini bertujuan agar tertanggung dapat membiayai pengobatan untuk penyakit yang dideritanya.


Demikian informasi yang dapat kami jelaskan mengenai jenis-jenis produk asuransi yang ideal dimiliki oleh seseorang yang merupakan tulang punggung dalam keluarganya.

Tanpa disadari, bagi Anda yang bekerja pada perusahaan biasanya sudah mendapat manfaat asuransi dari kantor tempat Anda bekerja. Bahkan, ada beberapa perusahaan bonafit yang memberikan asuransi kesehatan kepada karyawan hingga istri dan anaknya.

Selain itu, para pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan (dulu bernama Jamsostek) juga secara otomatis memiliki Jaminan Kecelakaan Kerja yang sudah mencakup Asuransi Jiwa dan Asuransi Personal Accident.

Idealnya, seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga perlu memiliki minimal 3 asuransi sebagai proteksi diri dan keluarganya, yakni asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi penyakit kritis.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »