Mengenal Manfaat dan Kerugian Asuransi Unit Link

Manfaat dan kerugian asuransi unit link | Biasanya, ketika seseorang sedang mencari produk asuransi jiwa akan banyak agen asuransi yang datang dengan senang hati untuk menawarkan unit link.

Ya, unit link memang lebih populer di antara produk asuransi lainnya karena komisi yang akan diperoleh agen asuransi dari penjualan produk tersebut memang jauh lebih besar. Sayangnya, unit link belum tentu sesuai dengan kebutuhan asuransi para nasabah.

Perlu kita ketahui di Negara-negara maju, meskipun unit link diterbitkan oleh perusahaan asuransi, namun tergolong sebagai produk investasi. Berbeda dengan di Indonesia yang menganggap unit link sebagai produk asuransi.

Baca juga: 6 Produk Asuransi Terbaik Dengan Premi Murah Untuk Perlindungan Keluarga 

Pada kenyataannya, seringkali uang pertanggungan dari asuransi unit link ini lebih kecil dari yang dibutuhkan atau kurang mencukupi (under-insured).

Hasil yang maksimal juga tidak bisa didapatkan dari investasi yang ditanamkan karena banyaknya biaya-biaya tersembunyi.


Premi Mahal Namun Pertanggungan Kurang Mencukupi

Terdapat ‘nilai ekonomis’ pada diri setiap orang yang memiliki penghasilan dan ada orang lain yang menggantungkan hidup kepadanya.

Nilai inilah yang bila dirupiahkan lumayan besar dan harus dipakai sebagai dasar untuk menentukan jumlah pertanggungan asuransi orang tersebut. Dengan harapan, nilai ekonomis tersebut dapat dinikmati oleh ahli warisnya ketika orang itu mengalami risiko meninggal dunia.

Bila Anda menggunakan Asuransi jiwa berjangka, preminya relatif murah karena Anda hanya akan dikenai premi untuk proteksi saja dan selama jangka waktu tertentu. | Manfaat dan kerugian asuransi unit link

Sementara bila kita menggunakan unit link, premi yang kita bayarkan bisa sangat mahal karena gabungan antara premi asuransi yang berupa asuransi seumur hidup (whole life) dengan premi investasi.

Bila dalam suatu asuransi unit link memerlukan porsi investasi cukup besar, maka kita juta memerlukan total premi yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan proteksi. Sebagian besar nasabah akan membeli unit link berdasarkan seberapa besar premi yang mampu mereka bayar, bukan berdasarkan kebutuhan proteksi yang semestinya. Hal inilah penyebab banyaknya nasabah yang proteksinya tidak mencukupi.


Tidak Ada Transparansi Biaya

Umumnya, perusahaan asuransi kurang memberikan transparansi biaya kepada para nasabahnya yang menggunakan unit link. Beberapa perusahaan asuransi yang berinvestasi pada suatu produk reksadana, mengenakan biaya sebesar 10 hingga 20 persen dari hasil yang diperoleh pada investasi tersebut.

Tidak adanya peraturan atau undang-undang yang mengatur hal ini membuat perusahaan asuransi bisa mengambil fee berapa saja dari hasil investasi tanpa diketahui oleh pemegang polis. Makanya, bila kita ingin berinvestasi dari unit link, cek terlebih dahulu hasil investasi dengan return reksadana asuannya.


Pisahkan Asuransi Dengan Investasi

Bagi orang yang memang memerlukan kebutuhan proteksi, ada baiknya mengambil asuransi jiwa berjangka biasa dengan premi yang jauh lebih kecil dibandingkan unit link. Kemudian, investasikan selisih premi tersebut ke instrument investasi yang lain secara terpisah, seperti reksadana, saham, obligasi, dan sebagainya.

Fungsi asuransi adalah proteksi, sedangkan investasi lebih kepada mencari keuntungan jangka panjang. Jadi, dua hal tersebut sebaiknya dipisah. Nah, bagi Anda yang menginginkan proteksi dan investasi tapi tak mau repot, unit link memang bisa dijadikan pilihan. Dengan catatan, Anda harus tahu betul berbagai konsekuensi yang akan dihadapi.

Satu hal lagi, Anda harus tahu bahwa semua proteksi dan hasil investasi yang dijanjikan oleh unit link akan gugur apabila:
- Nasabah tidak sanggup lagi membayar premi.
- Nasabah tidak bisa mengambil nilai tunai hasil investasinya atau hasil investasi tidak mencukupi untuk meng-cover polisnya. | Manfaat dan kerugian asuransi unit link

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »