Santunan Asuransi Untuk Jemaah Haji yang Meninggal Di Arab Saudi

Seperti kita ketahui, bahwa setiap tahunnya selalu ada jemaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Jumlahnya tidak hanya puluhan, tapi bahkan mencapai ratusan.

Bagi jemaah haji yang meninggal dunia akibat sakit atau kecelakaan akan diberikan pertanggungan asuransi jiwa kepada pihak keluarga (ahli waris).

Sekretaris Daerah Kerja (Daker) Mekkah Misi Haji Indonesia, Muhammad Khanif, mengatakan bahwa setiap jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi akan mendapatkan dana pertanggungan sebesar Rp 33 juta dari pihak asuransi jiwa yang diberikan kepada ahli warisnya di dalam negeri.

Baca juga: Jenis-jenis Asuransi yang Penting Untuk Tulang Punggung Keluarga

Apabila meninggal dunia akibat kecelakaan, maka nilai asuransinya menjadi dua kali lipat yaitu sebesar Rp 66 juta.

Lain halnya bila kematian itu terjadi di dalam pesawat. Bagi penumpang maskapai pesawat Garuda Indonesia akan diberikan santunan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 100 juta, sedangkan untuk maskapai Saudi Airline nilai santunan yang diberikan adalah sebesar  US$ 10 ribu.

Jemaah haji yang meninggal di pesawat, berarti mereka mendapatkan pertanggungan dari dua asuransi, yaitu asuransi dari Kementerian Agama, dan asuransi perjalanan dari maskapai penerbangan.

Sedangkan apabila jemaah haji mengalami cacat tetap, maka akan diklasifikasikan lagi besaran nilai pertanggungannya sesuai dengan polis asuransinya.

Pihak keluarga tak perlu khawatir dalam prosedur pengurusan administrasinya, karena cukup mudah yaitu hanya memerlukan Surat Keterangan Kematian (SKK) dari pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Konjen RI akan mengeluarkan SKK dengan dasar surat keterangan kematian dari pihak rumah sakit Arab Saudi atau pihak Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

Surat ini bisa diperoleh pihak ahli waris yang berada di Arab Saudi yang kemungkinan ikut berhaji bersama jemaah yang meninggal dunia, atau pihak ahli waris di dalam negeri dengan menghubungi Kementerian Agama RI urusan haji.

Apabila terdapat dua orang atau lebih ahli waris yang tercatat pada Kartu Keluarga (KK), maka pihak keluarga memerlukan lagi surat kuasa kepada salah seorang ahli waris yang akan menerima asuransi kematian tersebut sesuai kesepakatan para ahli waris yang masih hidup.

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/342186/jemaah-haji-meninggal-dapat-asuransi-rp33-juta

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »