4 Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Membeli Asuransi Jiwa

Ketika seseorang membeli asuransi, banyak dari mereka beranggapan kalau diri dan keluarganya telah terproteksi dengan baik.

Namun, kenyataannya tidak demikian karena menurut survei yang dilakukan AFC Financial Check Up menemukan bahwa 9 dari 10 orang melakukan kesalahan saat membeli asuransi.

Baca juga: Perusahaan Asuransi Terbaik Tahun 2016 Versi Majalah Investor

Apa saja kesalahan yang sering terjadi ketika seseorang membeli asuransi tersebut? Simak ulasannya di bawah ini!


1. Uang Pertanggungan Tidak Sesuai Kebutuhan

Uang pertanggungan merupakan uang yang akan diberikan ketika tertanggung mengalami risiko yang tercakup dalam polis asuransi.

Misalnya, Anda memiliki asuransi jiwa, uang pertanggungan tersebut akan diberikan kepada ahli waris ketika suatu hari Anda meninggal dunia.

Baca juga: Cara Penghitungan Nilai Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Benar

Kenyataannya, banyak orang yang tidak memperhitungkan besarnya uang pertanggungan sehingga tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga di saat sudah tidak ada lagi pencari nafkah.

Jadi, apabila uang pertanggungan dari asuransi yang Anda miliki tidak mencukupi, artinya Anda dan keluarga underinsured.


2. Menetapkan Anak Belum Cakap Hukum Sebagai Ahli Waris

Ahli waris, atau biasa disebut juga penerima manfaat, pemaslahat, atau beneficiary merupakan orang yang akan menerima uang pertanggungan apabila terjadi risiko yang tercakup dalam polis asuransi.

Kebanyakan orang akan menetapkan anak sebagai ahli waris yang menerima manfaat pertanggungan. Hal ini tidaklah sepenuhnya salah. Namun perlu kita pertimbangkan pula apakah ketika nantinya terjadi risiko kematian, anak Anda sudah cakap hukum?

Seseorang dikatakan cakap hukum jika telah berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Ada baiknya, ahli waris adalah orang yang saat Anda membeli asuransi adalah orang yang telah cakap hukum seperti pasangan (suami/istri) atau orangtua.


3. Mengasuransikan Anak Sebagai Tertanggung

Menjadikan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa bisa dikatakan merupakan hal yang salah kaprah. Biasanya, setelah Anda dan pasangan diasuransikan, agen asuransi akan menawarkan apakah anak juga ingin diasuransikan.

Padahal, anak masih kecil, dan tidak punya tanggungan, yang artinya anak tidak memiliki “nilai ekonomis” sehingga tidak perlu diasuransikan.


4. Membeli Rider yang Tidak Sesuai Kebutuhan

Selain asuransi dasar, agen asuransi juga akan menawarkan berbagai riders atau asuransi tambahan. Nah, ada kalanya pihak agen agak kesulitan atau kurang detail ketika menjelaskan tentang riders, sehingga seringkali timbul salah kaprah di kalangan nasabah atau peserta asuransi.

Contohnya, riders berbentuk asuransi penyakit kritis. Banyak peserta yang memahami bahwa asuransi ini akan memberikan pertanggungan ketika Anda didiagnosis menderita beberapa penyakit yang tercakup dalam polis.

Baca juga: 9 Pertimbangan Penting Dalam Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Namun, pada kenyataannya Anda baru akan di-cover apabila telah menderita tahap kritis atau stadium tertentu dalam penyakit tersebut. Jadi, ketika baru terdiagnosis belum tentu asuransi akan meng-cover Anda.

Tidak semua riders dalam asuransi benar-benar kita butuhkan. Semakin banyak riders, tentu premi juga akan semakin mahal. Oleh sebab itu, pilihlah riders yang sekiranya benar-benar kita butuhkan.

Misalnya, bila dalam riwayat keluarga Anda ada yang pernah menderita penyakit kritis tertentu, riders untuk penyakit kritis tentu akan lebih baik bila Anda memilikinya.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »