9 Pertimbangan Penting Dalam Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Asuransi kesehatan terbaik | Saat seseorang memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri, salah satu hal yang perlu dipersiapkan ialah soal biaya kesehatan. Tidak bekerja lagi sebagai karyawan, maka kita sudah tidak mendapat asuransi kesehatan dari perusahaan.

Oleh karena itu, segera tangani hal ini dengan mengambil asuransi kesehatan terbaik yang sesuai kebutuhan.

Asuransi kesehatan merupakan asuransi yang akan menanggung penggantian biaya kesehatan ketika pemegang polis menjalani perawatan di rumah sakit yang diakibatkan karena penyakit atau dalam beberapa polis ada pula yang menanggung perawatan rumah sakit akibat kecelakaan.

Baca juga: 5 Program Taspen Life yang Memberi Manfaat Tambahan Bagi PNS

Biasanya, besaran penggantian sesuai dengan jumlah tagihan dari rumah sakit yang dibatasi limit tertentu tergantung premi atau manfaat pertanggungan yang diambil.

Sekarang ini, asuransi telah menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Namun, perlu kita ketahui bahwa asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Dalam polis asuransi penyakit kritis, pemegang polis hanya akan mendapat santunan tunai apabila menderita penyakit kritis tertentu dan santunan tersebut diberikan hanya satu kali secara lump-sum.

Sebelum kita memilih perusahaan asuransi mana yang menawarkan produk terbaik, sebaiknya kita amati dahulu beberapa kriteria yang ideal yang patut dipertimbangkan agar asuransi yang kita beli sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Beberapa pertimbangan tersebut antara lain:


1. Cashless

Sistem cashless akan memudahkan peserta dalam proses klaim. Jadi, ketika menjalani perawatan kita tidak harus langsung membayar biaya rumah sakit. Namun, cukup menggunakan kartu asuransi untuk menyelesaikan tagihan.

Jadi, tidak seperti sistem reimbursement yang harus bayar dimuka kemudian baru kita klaim uang penggantian ke asuransi sejumlah tagihan yang dibayarkan ke rumah sakit.

Tapi biasanya tidak semua rumah sakit bekerja sama dengan pihak asuransi swasta karena ada beberapa hal teknis yang perlu dipersiapkan, misalnya seperti instalasi mesin untuk menggesek kartu asuransi. Jadi, kartu asuransi tersebut tidak bisa digunakan di semua rumah sakit, hanya beberapa rumah sakit yang menjalin kerjasama dengan pihak asuransi saja.


2. Luasnya Jaringan Rumah Sakit

Rumah sakit yang tidak terjalin kerjasama dengan asuransi tentu tidak dapat kita lakukan klaim cashless. Oleh karena itu, banyaknya jaringan kerjasama dengan rumah sakit perlu kita jadikan pertimbangan saat memilih asuransi kesehatan.

Pastikan rumah sakit yang sering Anda datangi memiliki jalinan kerjasama dengan pihak asuransi kesehatan yang akan dipilih.


3. Kesesuaian Antara Plafond dan Premi

Tingginya plafond (batas klaim maksimal) tentu akan berbanding lurus dengan besarnya premi. Makin mahal kelas kamar rumah sakit, makin mahal pula premi yang harus dibayar tiap bulannya.

Kita tentu tidak ingin ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menutupi kekurangan plafond dengan tagihan biaya perawatan rumah sakit yang lebih besar. Namun, sesuaikan juga premi dengan kemampuan keuangan kita, jangan sampai nantinya malah memberatkan.


4. Pilih Asuransi Kesehatan Murni

Sebaiknya pilihlah asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, dalam arti murni asuransi kesehatan dan bukanlah rider dari asuransi jiwa unit-link. | Asuransi kesehatan terbaik

Dalam asuransi kesehatan murni, premi yang kita bayarkan semata-mata ditujukan untuk pertanggungan biaya kesehatan dengan potongan biaya yang tidak semahal pada unit-link sehingga premi akan lebih murah dan nilai pertanggungan juga lebih besar dibandingkan bila asuransi tersebut hanyalah rider dari unit-link.


5. Fokuskan Pada Rawat Inap

Biaya kesehatan untuk diri kita meliputi rawat jalan dan rawat inap. Perawatan yang paling besar biayanya adalah rawat inap, jadi lebih baik kita fokuskan pilihan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap.

Namun, bila kita mempunyai uang lebih untuk membayar premi yang lebih mahal boleh saja kita mengambil tambahan asuransi rawat jalan.


6. Asuransi Dengan Limit Gabungan Untuk Semua Perawatan

Secara umum, ada dua jenis limit atau plafond yang diterapkan dalam asuransi kesehatan. Limit pertama adalah limit yang membatasi pertanggungan untuk setiap perawatan. Misalnya, membatasi biaya perawatan bedah Rp 15 juta per tahun, biaya konsultasi Rp 15 juta setahun, biaya obat-obatan Rp 10 juta setahun, dan sebagainya.

Sedangkan limit yang kedua adalah limit gabungan untuk semua perawatan. Misalnya, membatasi untuk semua biaya perawatan kesehatan sebesar Rp 200 juta dalam setahun.

Nah, ada asuransi yang hanya menggunakan limit pertama, dan ada yang hanya menerapkan limit kedua. Namun, ada juga yang menggunakan kedua sistem limit tersebut secara bersamaan.

Dalam hal ini, kita sebaiknya lebih cenderung pada asuransi yang hanya menerapkan limit pertama, yaitu limit yang tidak membatasi biaya untuk setiap perawatan. Maksudnya ialah agar kita sebagai pemegang polis bisa lebih fleksibel ketika berobat dan menjalani perawatan di rumah sakit.


7. Hati-hati Melakukan Pembayaran Dengan Auto-Debit Kartu Kredit

Walau tampaknya lebih memudahkan dan terlihat lebih ringan karena premi dibayar bulanan, ada baiknya kita lebih hati-hati bila memilih pembayaran dengan auto-debit kartu kredit.

Ketahui dengan jelas kapan pembayaran dimulai, setiap tanggal berapa pembayaran dilakukan, dan bagaimana prosesnya bila hendak berhenti.


8. Hindari Memutuskan Beli Asuransi Lewat Tele-marketing

Saat ini telah banyak bermunculan tawaran asuransi kesehatan melalui tele-marketing. Biasanya, dilakukan dengan bekerjasama oleh penerbit kartu kredit.

Asuransi merupakan produk yang cukup kompleks, ada baiknya sebelum memutuskan untuk membeli, lakukan analisa terlebih dulu, perhatikan semua ketentuan secara detail, dan renungkan. Jangan langsung memutuskan untuk membeli hanya karena tergiur oleh penawaran melalui telepon.

Bila Anda tertarik dengan penawaran telemarketing, ada baiknya dipikirkan dulu, hubungi pihak asuransi untuk meminta info secara detail, dan jika memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan barulah Anda beli.


9. Ketahui Masa Tunggu Penyakit

Biasanya ada syarat masa tunggu dalam asuransi kesehatan. Jadi, selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku asuransi, ada beberapa penyakit yang tidak dapat diklaim.

Contohnya, untuk penyakit-penyakit tertentu seperti TBC, hipertensi, jantung, diabetes, asuransi menetapkan masa tunggu atau tidak dapat diklaim untuk jangka waktu tertentu. Tanyakan mengenai masa tunggu tersebut dan berapa lama baru bisa diklaim kepada pihak asuransi.


Demikianlah 9 tips yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membeli asuransi kesehatan. Semoga tips di atas bisa bermanfaat dan membuat Anda serta kelurga tetap terproteksi dengan memilih asuransi kesehatan yang tepat. | Asuransi kesehatan terbaik

Sumber:
http://www.duwitmu.com/asuransi/asuransi-kesehatan-terbaik-allianz-axa-cigna-manulife/

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »