Asuransi Kecelakaan dan Asuransi Jiwa yang Diberikan untuk PNS Aktif

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang berganti nama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kerap dicitrakan sebagai golongan pekerja yang tidak terlindungi asuransi, kecuali asuransi kesehatan dari BPJS-Kesehatan.

Lantas, bagaimana jika PNS masih aktif mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat atau meninggal dunia saat bertugas? Atau jika PNS masih aktif terjadi kematian yang dikarenakan oleh sebab apapun? Adakah santunan lain di luar uang pensiun?

Nah, kali ini kita akan membahas tentang asuransi apa saja yang dimiliki PNS ketika masih aktif dan santunan apa saja yang diperoleh ketika terjadi kecelakaan maupun kematian.

Baca juga: Asuransi Dengan Proteksi Lengkap dan Premi Murah dari BRI

Perlindungan untuk PNS telah ditingkatkan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang biasa kita kenal dengan PNS.

Perlindungan asuransi diberikan untuk semua PNS, termasuk CPNS, kecuali PNS di bawah Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) merupakan perlindungan atau asuransi atas risiko kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja yang apabila terjadi maka akan diberikan pertanggungan berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat tetap.

Sedangkan Jaminan Kematian (JKM) merupakan proteksi atas risiko kematian yang terjadi bukan akibat kecelakaan kerja dengan manfaat pertanggungan berupa santunan kematian. JKK-JKM ini semua pengelolaannya dilakukan oleh PT Taspen (Persero).


Manfaat Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Definisi kecelakaan kerja ialah kecelakaan yang timbul ketika atau akibat dari melakukan pekerjaan sebagai PNS/ASN. Perlindungan tersebut mencakup perjalanan ke/dari tempat kerja.

Santunan yang diterima PNS/ASN jika mengalami risiko kecelakaan kerja adalah perawatan kesehatan hingga sembuh, yang meliputi:
- Pemeriksaan dasar dan penunjang.
- Perawatan tingkat pertama dan lanjutan.
- Rawat inap kelas I rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta yang setara.
- Perawatan intensif.
- Penunjang diagnostik.
- Pengobatan.
- Alat kesehatan dan implant.
- Jasa dokter/medis.
- Operasi.
- Transfusi darah dan/atau rehabilitasi medik.

Sedangkan santunan bagi PNS yang mengalami kecelakaan kerja, antara lain:
- Penggantian biaya pengangkutan Peserta yang mengalami kecelakaan kerja ke rumah sakit dan/atau ke rumah Peserta, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Santunan sementara akibat kecelakaan kerja.
- Santunan cacat sebagian anatomis, cacat sebagian fungsi, dan cacat total tetap.
- Penggantian biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan/atau alat ganti (prothese) bagi Peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja.
- Penggantian biaya pasang gigi tiruan.
- Santuan kematian kerja akibat kecelakaan sebesar 48 kali gaji terakhir.
- Uang duka tewas sebesar 6 kali gaji terakhir.
- Biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta.
- Bantuan beasiswa.

Besarnya bantuan beasiswa akan diberikan kepada ahli waris PNS yang meninggal akibat kecelakaan kerja dihitung berdasarkan salah satu anak yang masih bersekolah, sebagai berikut:
- Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 45 juta.
- Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebesar Rp 35 juta.
- SMU/SMK sebesar Rp 15 juta.

Bantuan beasiswa tersebut dibayarkan satu kali, dilihat mana yang terbesar. Misalnya, jika terdapat 3 orang anak, dan ketiganya sementara masih bersekolah di bangku kuliah, SMU, dan SD, maka besarnya bantuan beasiswa yang diberikan adalah Rp 45 juta.

PNS aktif tidak perlu membayar premi untuk memperoleh asuransi ini karena sudah dibayarkan atau ditanggung oleh pemerintah dengan iuran sebesar 0,24 persen dari gaji.


Manfaat Perlindungan Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian (JKM) merupakan asuransi jiwa bagi PNS yang manfaat pertanggungannya akan diberikan kepada ahli waris PNS yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

Santunan kematian yang diberikan tersebut antara lain:
- Santunan sekaligus yang dibayarkan satu kali, sebesar Rp 15 juta.
- Uang duka wafat yang dibayarkan satu kali, sebesar 3 kali gaji terakhir.
- Biaya pengganti pemakaman sebesar Rp 7,5 juta.
- Bantuan beasiswa yang dibayarkan satu kali bila ada anak yang masih sekolah, berusia di bawah 25 tahun, dan belum pernah menikah, sebesar Rp 15 juta.

Bantuan beasiswa khusus diberikan hanya kepada PNS yang meninggal setelah menjadi Peserta selama minimal 3 tahun. Iuran premi dari asuransi ini sebesar 0,3 persen dari gaji dan sudah otomatis dipotong dari gaji bulanan.


Cara Melakukan Klaim Pertanggungan

Jika Anda adalah keluarga atau ahli waris dari PNS yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dalam periode sejak pemberlakuan PP 70 Tahun 2015 (sejak Juli 2015), dan belum pernah memperoleh hak-hak sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka PNS atau ahli warisnya bisa mengajukan klaim ke PT Taspen (Persero). Namun, sebelumnya Anda perlu berkoordinasi terlebih dulu dengan unit yang berwenang mengurus kepegawaian pada kantor dinasnya masing-masing.

Demikian halnya dengan Anda atau keluarga PNS yang mengalami kecelakaan dalam rangka tugas, segera hubungi kantor Taspen terdekat. Selanjutnya pihak Taspen akan menentukan proses pembayaran biaya-biaya ataupun santunan dengan terlebih dulu berkoordinasi bersama pihak Rumah Sakit tempat Peserta dirawat.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »