Cara Mengajukan Klaim Untuk Asuransi Rumah atau Properti

Kita terkadang bingung dengan apa yang harus dilakukan ketika terjadi sesuatu yang menimbulkan kerugian pada rumah, seperti kebakaran, kerusakan, ataupun pencurian. Namun tidak demikian untuk Anda yang mengasuransikan rumahnya.

Dengan asuransi rumah yang dimiliki, kerugian dari berbagai hal yang timbul akibat kejadian yang tercakup dalam polis asuransi akan mendapat pertanggungan dari pihak asuransi.

Baca juga: 10 Perusahaan Asuransi Dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di Dunia

Untuk mengurus klaim tersebut, tentu ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Apa saja itu? Simak ulasannya kami berikut ini!


Buat Laporan Klaim Asuransi Rumah

Apabila terjadi musibah yang menimbulkan kerugian pada properti atau rumah Anda, segeralah menghubungi agen asuransi atau bagian klaim di perusahaan asuransi yang Anda ikuti.

Nantinya Anda akan diminta untuk membuat laporan klaim asuransi, dengan kelengkapan data sebagai berikut:
- Tanggal dan waktu kejadian.
- Lokasi atau alamat kejadian.
- Daftar kerusakan ataupun kerugian yang dialami.
- Nomor kontak penerima manfaat yang dapat dihubungi, seperti telepon, fax, atau email.
- Perkiraan kerugian yang terjadi.

Bila Anda sudah menerima pemberitahuan bahwa klaim sedang diproses, segera minta dokumen dan/atau penunjukkan adjuster (peninjau) asuransi agar uang pertanggungan bisa segera didapatkan.


Kelengkapan Dokumen Dalam Klaim Asuransi Rumah

Ada beberapa jenis kerugian yang biasanya tercakup dalam klaim asuransi rumah, tentunya ada perbedaan pada kelengkapan dokumen yang harus disiapkan untuk masing-masing kerugian tersebut.

1. Klaim Asuransi Untuk Risiko Pencurian

Kelengkapan dokumen yang harus disiapkan antara lain:

- Surat klaim resmi ke perusahaan asuransi.

- Rincian barang yang hilang termasuk detail spesifikasi (diperlukan bukti pembelian untuk verifikasi nilai barang yang hilang).

- Kronologi kejadian yang menerangkan terjadinya pencurian, termasuk informasi saat terakhir melihat/menggunakan barang tersebut dalam kondisi baik dan siapa yang pertama kali mengetahui hilangnya barang tersebut.

- Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian.

- Penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang hilang.


2. Klaim Asuransi Untuk Risiko Kerusakan

Kelengkapan dokumen yang mesti disiapkan antara lain:

- Surat klaim resmi ke perusahaan asuransi.

- Rincian barang atau bagian rumah yang rusak termasuk detail spesifikasi.

- Kronologi yang menerangkan kejadian, termasuk informasi saat terakhir melihat/menggunakan barang tersebut dalam kondisi baik dan siapa yang pertama kali mengetahui kerusakan tersebut.

- Laporan teknis dari orang yang ditunjuk untuk menganalisa penyebab kejadian dan seberapa parah kerusakan, serta kemungkinan masih dapat diperbaiki atau tidak.

- Penawaran harga untuk perbaikan atau penggantian barang yang rusak.


Dokumen-dokumen yang disebutkan di atas hanya bersifat umum, tergantung kebijakan dari perusahaan asuransi atau ketentuan yang tertera pada polis. Bila dokumen-dokumen yang ada belum memadai, biasanya akan dilakukan pencarian dokumen maupun informasi tambahan mengenai kerugian oleh pihak asuransi.

Biasanya, dokumen atau informasi tambahan tersebut tergantung situasi dan kondisi kejadian. Adjuster (peninjau) asuransi akan melakukan verifikasi data dan penyelidikan mengenai kasus kehilangan dan kerusakan yang terjadi di rumah kita.

Sumber:
http://bangunrumahkpr.com/rumah-kpr/asuransi-rumah/proses-klaim-asuransi-rumah

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »