Definisi dan Jenis-jenis Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Jenis-jenis polis asuransi | Sekarang ini, nampaknya semakin banyak saja peminat Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life). Namun, tidak sedikit dari mereka yang masih bingung mengenai hakikat dan ketentuan-ketentuan dalam asuransi jiwa seumur hidup.

Nah, posting berikut ini akan kami jelaskan tentang berbagai hal tetang asuransi jiwa seumur hidup dan perbedaannya dengan asuransi jiwa berjangka. Mari kita simak ulasannya di bawah ini!


Definisi Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Asuransi jiwa seumur hidup atau whole life insurance adalah asuransi jiwa yang memberikan perlindungan selama seumur hidup bagi pemegang polis. Namun, pada praktiknya perusahaan asuransi kerap menentukan kebijakan hanya memberi pertanggungan hingga usia maksimal 100 tahun.

Baca juga: 8 Keunggulan Produk Asuransi Kesehatan MiUHC dari Manulife

Asuransi jiwa seumur hidup akan memberi santunan pertanggungan apabila terjadi risiko meninggal dunia pada diri tertanggung. Biasanya, asuransi ini banyak dimiliki oleh orang yang sudah tidak lagi memiliki tanggungan atau dapat dikatakan semua anaknya sudah dapat hidup mandiri, namun ketika tertanggung meninggal nantinya tidak ingin mereportkan keluarga.

Dengan uang pertanggungan yang diberikan pihak asuransi, keluarga dapat menggunakannya untuk biaya saat tertanggung meninggal dunia, seperti biaya pemakaman atau ritual adat tertentu.

Ciri khas asuransi jiwa seumur hidup ialah jenis dasar asuransi jiwa permanen yang memberi proteksi asuransi bagi seseorang selama seumur hidupnya. Orang-orang yang cocok dengan produk asuransi jiwa seumur hidup, antara lain:

1. Mereka yang ingin memiliki proteksi jiwa sekaligus dana tabungan yang bisa digunakan saat kebutuhan mendesak.

2. Para calon nasabah dengan kebutuhan proteksi penghasilan permanen untuk menutup biaya tagihan rumah sakit.

3. Calon peserta yang ingin memperoleh sejumlah dana dari pertumbuhan modal investasinya.


Peserta (tertanggung) dalam polis asuransi jiwa seumur hidup harus terus membayar premi supaya tetap mendapat perlindungan asuransi atau menjaga polis tetap aktif selama hidupnya. | Jenis-jenis polis asuransi


Dua Jenis Polis Dalam Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Secara umum, terdapat dua jenis yang digunakan dalam asuransi jiwa seumur hidup, yaitu Polis Jiwa Langsung (Straight Life Policy), dan Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup Pembayaran Terbatas (Limited-Payment Whole Life Policy). Penjelasan dari kedua jenis polis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Polis Jiwa Langsung (Straight Life Policy)

Polis jiwa langsung juga dikenal sebagai polis jiwa biasa. Dalam polis ini, premi tetap dibayarkan hingga peserta meninggal dunia atau hingga usia 100 tahun (ada juga yang hanya sampai usia 90 tahun).

Nilai tunai dalam polis ini akan terkumpul selama polis berlangsung hingga setara dengan jumlah uang pertanggungan dasar di saat tertanggung telah mencapai usia 90 atau 100 tahun.

Baca juga: Tips Berasuransi Secara Cerdas

Nilai tunai tetap akan dibayarkan kepada tertanggung apabila ia masih hidup hingga usia 90 tahun dan proteksi asuransi secara otomatis juga akan terhenti. Kondisi menandakan bahwa polis sudah jatuh tempo.


2. Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup Pembayaran Terbatas (Limited-Payment Whole Life Policy)

Jenis polis yang kedua ini ditujukan bagi orang yang membutuhkan proteksi seumur hidup namun tidak ingin membayar premi seumur hidup.

Jadi, pada polis ini tertanggung tetap memperoleh perlindungan asuransi seumur hidupnya namun hanya perlu membayar premi dalam jangka waktu tertentu saja, misalnya 60 atau 70 tahun.

Bila dibandingkan dengan jenis polis yang pertama, polis asuransi jiwa seumur hidup pembayaran terbatas ini membebankan premi dengan jangka waktu yang lebih singkat.


Perbedaan Asuransi Jiwa Seumur Hidup Dengan Asuransi Jiwa Berjangka

Secara umum, terdapat perbedaan mendasar antara asuransi jiwa seumur hidup dengan asuransi jiwa berjangka, antara lain:

1. Jangka Waktu Perlindungan

Asuransi jiwa seumur hidup memberikan perlindungan seumur hidup (usia 100 tahun) dan mengakumulasi nilai tunai dari pemegang polis.

Sedangkan asuransi jiwa berjangka hanya memberikan perlindungan untuk jangka waktu tertentu, misalnya 5, 10, 20, atau 40 tahun, tentunya dengan biaya terjangkau.

2. Tujuan Dasar

Pembelian asuransi jiwa seumur hidup cenderung bertujuan untuk mengakumulasi nilai tunai yang dapat digunakan untuk kebutuhan darurat seperti dana pendidikan, tabungan pensiun, dan sebagainya.

Sedangkan asuransi jiwa berjangka bertujuan untuk melindungi keluarga dari masalah keuangan ketika pencari nafkah telah meninggal dunia.


3. Memiliki Keunggulan Masing-masing

Salah satu keunggulan dari asuransi jiwa seumur hidup ialah premi tidak akan mengalami kenaikan meski usia tertanggung terus bertambah, dan juga bebas dari kepegawaian atau rencana pensiun.

Sedangkan asurans jiwa berjangka memiliki keunggulan yaitu tidak adanya pengecekan kesehatan saat mengajukan polis serta bebas dari kepegawaian atau rencana pensiun. | Jenis-jenis polis asuransi

Sumber:
https://www.futuready.com/artikel/asuransi/ketahui-definisi-asuransi-jiwa-seumur-hidup-dan-perbandingannya/

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »