Hindari Penyesalan Dengan 10 Tips Membeli Asuransi Jiwa Berikut Ini!

Perkembangan asuransi jiwa di Indonesia belakangan amatlah pesat, namun sayangnya tidak jarang orang melakukan kesalahan dan mengalami penyesalan ketika membeli asuransi jiwa yang tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Supaya kita tidak salah saat membeli asuransi jiwa dan terhindar dari penyesalan, berikut ini kami akan bagikan kepada Anda tips-tips apa saja yang sebaiknya dipertimbangkan. Simak ulasannya di bawah ini!


1. Memiliki Penghasilan dan Keluarga yang Menjadi Tanggungan

Tujuan dari mengikuti asuransi jiwa ialah untuk melindungi “nilai ekonomis” Anda sebagai pencari nafkah. Jadi, secara ideal Anda sebagai tertanggung merupakan orang yang harusnya sudah mempunyai penghasilan dan keluarga sebagai tanggungan.

Baca juga: Definisi dan Jenis-jenis Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Dengan demikian, ketika terjadi risiko cacat tetap atau kematian yang mengakibatkan tak ada lagi “pencari nafkah”, keluarga atau tanggungan kita masih dapat tercukupi kebutuhan hidupnya.

Jadi, jangan sampai kita melakukan kesalahan dengan menjadikan anak sebagai tertanggung dalam asuransi jiwa yang kita beli.


2. Tidak Semua Keluarga Memerlukan Asuransi Jiwa

Bagi orang-orang yang mempunyai aset aktif dan pasif income yang dapat memenuhi kebutuhan bulanan keluarganya, maka sebenarnya mereka tidak terlalu memerlukan asuransi jiwa.

Pasif income maksudnya ialah penghasilan yang didapatkan tanpa seseorang harus bekerja lagi, contohnya seperti penghasilan dari bunga deposito atau properti yang disewakan.

Mereka telah dapat memenuhi kebutuhan bulanan dari pasif income yang diperoleh tanpa harus si pencari nafkah bekerja secara aktif lagi. Jadi, apabila terjadi suatu musibah yang mengakibatkan kepala keluarga mengalami (maaf) cacat tetap atau meninggal dunia, tanggungan atau keluarga yang ditinggalkan masih tetap terpenuhi kebutuhan hidupnya.


3. Ketahui Jumlah Uang Pertanggungan yang Dibutuhkan

Sebagian dari mereka tidak sedikit yang membeli asuransi jiwa hanya dengan pertimbangan kesanggupan premi yang dapat dibayar, bukan berdasarkan jumlah uang pertanggungan yang dibutuhkan.

Memang tidak salah, namun akan lebih bijak apabila Anda juga mempertimbangkan jumlah uang pertanggungan yang dibutuhkan ketika membeli asuransi jiwa.

Secara sederhana, kita dapat memperhitungkan kira-kira berapa lama jangka waktu dari usia anak yang paling kecil hingga ia dapat hidup secara mandiri, atau setidaknya menyelesaikan jenjang pendidikan terakhirnya.


4. Ketahui Jangka Waktu yang Anda Perlukan

Ketika Anda telah mengetahui berapa uang pertanggungan yang dibutuhkan, selanjutnya adalah menghitung kira-kira berapa lama waktu ideal yang diperlukan untuk bisa mendapatkan uang pertanggungan yang cukup.

Diharapkan, pada saat jangka waktu tersebut telah selesai, anak kita yang paling kecil sudah mandiri dan ketika pencari nafkah sudah tidak ada, ia telah dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.


5. Pertimbangkan Membeli Asuransi Jiwa Berjangka

Asuransi jiwa berjangka adalah produk tepat bagi Anda yang ingin mendapatkan uang pertanggungan besar namun dengan premi yang murah.

Namun sebelumnya, kita perlu membandingkan dari beberapa perusahaan asuransi, mana yang memberi uang pertanggungan sesuai kebutuhan, dan membebankan premi yang sesuai kemampuan.


6. Upayakan Premi Tidak Melebihi 10 % Gaji

Selain mempertimbangkan besaran uang pertanggungan yang dibutuhkan, biaya premi juga patut dipertimbangkan. Supaya tidak mengganggu pos keuangan yang lain, idealnya premi yang harus dibayar upayakan tidak lebih dari 10% gaji bulanan Anda.


7. Ahli Waris Sebaiknya Orang yang Telah Cakap Hukum

Keluarga yang dapat menjadi ahli waris dalam asuransi jiwa adalah orang memiliki hubungan pernikahan sah secara Negara, hubungan darah seperti saudara kandung, orangtua, ataupun anak kandung dari pernikahan yang sah.

Namun, sebaiknya jangan jadikan anak yang belum cakap hukum sebagai ahli waris asuransi jiwa, sebab ketika terjadi risiko kematian pada tertanggung, maka santunan uang pertanggungan belum dapat diterima oleh ahli waris hingga usia anak telah cakap hukum atau harus menunggu dari perwalian.


8. Miliki Asuransi Jiwa Saat Masih Sehat

Pengajuan polis asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang besar, biasanya akan ada syarat tes kesehatan (medical check up) oleh perusahaan asuransi. Orang dengan kondisi kesehatan yang baik akan dibebani premi yang lebih ringan dibandingkan mereka yang kondisinya kurang sehat, misalnya premi untuk perokok akan lebih besar dibandingkan yang tidak merokok.

Biasanya untuk menyetujui permohonan asuransi jiwa bagi orang dengan masalah kesehatan, perusahaan asuransi akan menambahkan ekstra premi dalam polisnya.

Oleh karena itu, ada baiknya bila kita sudah yakin untuk membeli asuransi jiwa, segeralah membuat polis selagi kita masih sehat.


9. Pertimbangkan Upacara Pemakaman Untuk Suku Tertentu

Upacara kematian untuk suku-suku tertentu seperti Bali ataupun Toraja biasanya dapat menghabiskan biaya ratusan juta bahkan hingga miliaran rupiah. Dengan adanya pertanggungan dari asuransi jiwa, tentu akan meringankan pihak keluarga ketika musibah risiko kematian terjadi.


10. Pilih Perusahaan Asuransi Jiwa yang Kredible

Ketika kita memilih perusahaan untuk meng-cover polis asuransi jiwa, ada baiknya memilih perusahaan yang telah lama berdiri, setidaknya sudah lebih dari 25 tahun di Indonesia.

Meski tidak menjadi jaminan kredibilitas perusahaan tersebut, tapi biasanya perusahaan dengan waktu berdiri yang telah lama memiliki aset yang besar sehingga dapat meng-cover uang pertanggungan yang besar.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »