Lindungi Rumah Dengan Asuransi Jiwa KPR yang Maksimal

Satu hal yang kerap luput dari perhatian calon debitur KPR adalah mengukur risiko kredit yang diambil. Sebab, berbagai risiko terjadinya musibah yang dapat menimpa debitur bisa saja terjadi seperti meninggal dunia, cacat permanen, atau berbagai risiko lain yang dapat menyebabkan angsuran KPR gagal bayar.

Namun, pihak bank sudah memperhitungkan risiko tersebut. Bank tentu tidak ingin mengalami kerugian apabila nasabahnya mengalami musibah sehingga debitur tidak lagi mampu mengangsur KPR nya. Lantas, siapa yang akan meneruskan sisa utang?

Oleh karena itu, bank mewajibkan bagi setiap debitur untuk mengasuransikan jiwanya. Selain itu, rumah yang diangsur juga harus mendapatkan perlindungan asuransi, seperti asuransi kebakaran. Jadi, calon debitur akan dikenakan biaya tambahan sebagai pembayaran premi asuransi ketika mengajukan permohonan KPR.

Baca juga: Peran Penting Asuransi Jiwa Dalam Pembelian Rumah KPR

Regulasi mengenai asuransi kredit sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship.

Pada pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 disebutkan bahwa “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Calon debitur perlu mengukur risiko dari kemungkinan gagal bayar angsuran KPR. Dengan asuransi jiwa KPR, kewajiban debitur yang meninggal dunia akan dilunasi oleh asuransi, sehingga pihak keluarga yang ditinggalkan tidak perlu menanggung beban utang KPR yang belum lunas tersebut.

Jadi, ada dua keuntungan yang diperoleh yakni bank tidak merugi karena sisa angsuran KPR ditanggung asuransi dan di saat bersamaan rumah yang dibeli bersama suami dilunasi oleh asuransi.


Hati-hati Dalam Memilih Skema Kredit

Terdapat dua skema dalam kredit joint income, yaitu first to die, dan the last survivor. First to die merupakan skema kredit dengan asuransi jiwa yang akan membayar uang pertanggungan 100% apabila salah satu debitur meninggal dunia, entah itu suami ataupun istri.

Sedangkan the last survivor merupakan skema kredit dengan asuransi jiwa yang baru akan membayar klaim apabila kedua debitur meninggal dunia. Untuk skema kredit yang satu ini memang membebankan premi yang lebih murah dibandingkan first to die.

Baca juga: Asuransi Dengan Proteksi Lengkap dan Premi Murah dari BRI

Ketika mengajukan KPR, memperhitungkan kemungkinan gagal bayar merupakan langkah yang bijak. Kerap kali para debitur luput dalam persoalan ini.

Konsentrasi lebih kepada bagaimana memenuhi persyaratan KPR kepada bank. Biasanya, debitur lebih mengutamakan untuk memenuhi besaran uang muka KPR yang minimal sebesar 30% dari harga rumah dan kurang memperhatikan perihal asuransi jiwa dalam pengajuan KPR.


Syarat Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa KPR

Ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi dalam pengajuan klaim asuransi jiwa untuk KPR. Syarat-syarat tersebut antara lain:
- Surat Keterangan meninggal dari dokter.
- Salinan hasil pemeriksaan.
- Salinan KTP Tertanggung dan penerima manfaat.
- Polis asuransi asli.
- Formulir klaim yang ditandatangani oleh penerima manfaat.
- Surat asli Berita Acara dari Kepolisian apabila meninggal karena kecelakaan.

Meski terasa berat ketika ditinggal pergi oleh orang tercinta, namun klaim asuransi tetap harus diurus oleh penerima manfaat. Semakin cepat klaim pertanggungan didapatkan, semakin berkurang beban pikiran dan kesedihan yang harus dipikul karena kehilangan.

Mengajukan KPR tidak hanya soal mengukur kemampuan pendapatan saja, namun juga mencermati berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Dengan membaca informasi ini, tentu kita akan semakin paham betapa pentingnya proteksi asuransi jiwa yang dapat meringankan beban ahli waris dari kewajiban utang yang ada. Maka, jangan anggap sepele, asuransi jiwa KPR memiliki manfaat yang besar bagi perlindungan keluarga kita di masa depan.

Sumber:
https://blog.duitpintar.com/manfaat-asuransi-jiwa-kpr-bukan-sembarangan-bagaimana-jika-kepala-keluarga-meninggal/

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »