Peran Penting Asuransi Jiwa Dalam Pembelian Rumah KPR

Asuransi mungkin enggan dibicarakan oleh sebagian orang dengan alasan asuransi membuat kita terbayang mengenai berbagai hal buruk yang akan terjadi.

Siapa orangnya yang mau membayangkan hal-hal buruk dan menyedihkan seperti sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia.

Namun, dibayangkan atau tidak, direncanakan atau tidak, hal buruk tersebut tetap saja dapat terjadi, dan kita tidak pernah tahu kapan waktu terjadinya tersebut. Bagaimana bila risiko itu terjadi ketika kondisi keuangan kita sedang kurang baik. Tentunya, malah akan menambah beban penderitaan yang akan kita alami bila kita tidak mempersiapkannya sejak dini.

Baca juga: Asuransi Kecelakaan dan Asuransi Jiwa yang Diberikan untuk PNS Aktif

Di sinilah peran adanya asuransi, untuk mengantisipasi kerugian finansial terhadap risiko kejadian buruk yang mungkin kita alami. Terdapat banyak produk asuransi yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan, salah satunya ialah fasilitas asuransi yang diberikan dalam Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Biasanya, pasangan muda yang ingin memiliki rumah dengan dana terbatas akan memilih cara KPR sebagai solusi. Dengan membayar sejumlah uang muka, rumah idaman bisa kita miliki. Tentunya dengan konsekuensi harus menyisihkan sejumlah uang pula untuk membayar kredit di setiap bulannya.

Terkadang, karena terlalu senang dengan pengajuan KPR yang disetujui bank, kita lupa untuk memperatikan hak-hak yang diperoleh sebagai kreditur termasuk salah satunya mengenai asuransi yang merupakan fasilitas dalam KPR.

Biasanya, standard asuransi KPR yang didapatkan nasabah meliputi asuransi kebakaran dan asuransi jiwa. Misalnya, Ketika dalam masa pertanggungan (selama kredit berjalan) terjadi musibah kebakaran maka sejumlah dana akan diberikan oleh bank sebagai pertanggungan dari asuransi kebakaran.

Sedangkan asuransi jiwa akan memberi manfaat pertanggungan apabila selama masa kredit atas nama kreditur meninggal dunia maka pihak bank juga akan memberikan sejumlah dana sebagai manfaat pertanggungan.

Seringkali kita mendengar ketika ada suami istri yang memiliki tanggungan KPR atas nama suami, kemudian suaminya meninggal dunia ketika masa kredit berjalan, maka angsuran KPR mereka akan dilunasi oleh pihak asuransi sehingga istri akan terbebas dari hutang.

Namun, tidak demikian apabila KPR atas nama istri, ketika suami meninggal dunia maka angsuran KPR akan tetap berjalan.

Apa yang kita dengar itu ternyata belum tentu kenyataannya seperti demikian. Ada kalanya, ketika kita mengajukan KPR, pihak bank akan membuat kesepakatan kredit yang bersifat joint income. Artinya, baik suami maupun istri mengajukan secara bersama-sama dan masing-masing akan mendapat porsi asuransi jiwa sendiri-sendiri meskipun rumah diatasnamakan salah satu dari mereka.

Sehingga ketika kepala keluarga atau pihak yang diatasnamakan dalam KPR meninggal dunia, manfaat pertanggungan yang diberikan hanya sebagian saja, tidak full 100% dari manfaat yang seharusnya diterima bila asuransi jiwa diberikan ke salah satu pihak saja pada atas nama KPR.

Jadi, ketika kita mengalami musibah dan kepala keluarga yang menjadi atas nama dalam KPR meninggal dunia, cobalah untuk menanyakan perihal asuransi jiwa yang dimiliki nasabah kepada pihak bank.

Apabila KPR Anda bersifat joint income, maka polis asuransi jiwanya akan terpisah antara suami dan istri. Dokumen ini semestinya dipegang oleh pihak bank maupun nasabah dalam bentuk fotocopy-nya. Agar nantinya apabila terjadi musibah atau hal-hal yang tercakup dalam pertanggungan asuransi, kita dapat mengetahui hak-hak yang akan didapatkan.

Uang pertanggungan yang dicairkan dari pihak asuransi biasanya tidak akan kita terima secara tunai, tapi akan langsung dimasukkan ke dalam angsuran guna mengurangi beban cicilan KPR. Bahkan, bila jumlahnya mencukupi bisa langsung menutup pelunasan KPR Anda.

Namun, bila dana belum mencukupi untuk melunasi cicilan cobalah untuk menanyakan apakah skema cicilan dapat diubah oleh pihak bank, misalnya dengan menurunkan cicilan tapi dengan jangka waktu yang sama, atau mengurangi jangka waktu angsuran namun dengan nilai cicilan yang sama.

Sumber:
http://www.kompasiana.com/leni8283/amati-asuransi-jiwa-dalam-kpr-anda_56bc55586f7a61ed048b4576

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »