Senin, 23 Januari 2017

Prosedur Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Dengan Mudah

Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di sekitar kita, baik kecelakaan tunggal maupun tabrakan. Namun ternyata masih banyak korban kecelakaan yang tak tahu cara klaim asuransi kecelakaan. Jasa Raharja merupakan salah satu penyedia layanan asuransi yang memberikan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Jadi, kiranya kita semua perlu mengetahui cara klaim asuransi Jasa Raharja untuk mendapatkan pertanggungan dari risiko terjadinya kecelakaan agar kita mendapatkan jaminan dana kecelakaan mulai dari biaya rumah sakit, pengobatan bagi korban yang hidup, dan dana santunan kematian bagi korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia.

Saat kita mengalami kecelakaan lalu lintas, jangan panik dan pastikan ada pihak Kepolisian yang hadir di TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan membuat laporan. Laporan dari Kepolisian tersebut nantinya menjadi dasar adanya korban kecelakaan guna keperluan klaim asuransi.

Baca juga: Cara Mudah Melakukan Klaim Asuransi Cigna

Bila kita sudah memiliki laporan dari Kepolisian, maka langkah selanjutnya yang mesti kita lakukan adalah sebagai berikut:


1. Datang Ke Kantor Jasa Raharja Terdekat

Prosedur pertama adalah kita mendatangi kantor Jasa Raharja terdekat untuk meminta formulis pengajuan klaim asuransi. Formulir tersebut biasanya bisa kita dapatkan dengan gratis.

Beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk proses klaim ini antara lain:

- Laporan kecelakaan dari Kepolisian bagian Unit Laka Lantas Polres setempat atau dari unit lain yang menangani kasus kecelakaan. Pastikan laporan tersebut ditandatangani dan berstempel.

- Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lain milik Anda, atau para korban, dan ahli waris (bila korban meninggal dunia), beserta fotocopy-nya.

- Surat keterangan kesehatan dari dokter (rumah sakit) atau klinik yang merawat korban. Surat keterangan tersebut biasanya berisi kondisi kesehatan korban pasca kecelakaan.

- Kuitansi biaya rawat jalan dan pengobatan yang asli (berstempel serta ditandatangani petugas Rumah Sakit) apabila korban tidak meninggal dunia dan mengalami luka-luka.

- Bila korban meninggal dunia, dokumen yang harus dibawa antara lain surat kematian dari rumah sakit, kartu keluarga, surat nikah, dan ahli waris dari korban yang meninggal dunia.


2. Mengisi Formulir Pengajuan Klaim

Bila semua dokumen telah siap, selanjutnya Anda akan diminta mengisi formulir dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya berdasarkan dokumen-dokumen yang dibawa.

Dokumen-dokumen tersebut nantinya juga akan dilampirkan pada formulir, sebelum dilampirkan sebaiknya difotocopy terlebih dahulu.

Setelah diisi, formulir tersebut ditandatangani oleh orang yang mengurus, dan biasanya dilengkapi dengan materai.


3. Proses Pengecekan Dokumen

Bila telah selesai mengisi formulir dan menandatanganinya, formulir dikembalikan lagi ke petugas Jasa Raharja untuk dicek kelengkapan dan keutuhan informasinya.

Kita akan mendapat pemberitahuan persetujuan klaim pada hari itu juga, biasanya hanya memakan waktu dua jam, namun tergantung antrian.

Jika pengajuan klaim Anda disetujui, maka harus ditagihkan secepatnya, maksimal dalam waktu 3 bulan sejak disetujui, atau klaim tersebut akan dibatalkan.


4. Jenis dan Besaran Santunan

Terdapat beberapa jenis santunan yang akan diberikan oleh Jasa Raharja, antara lain:
- Penggantian biaya perawatan dan pengobatan.
- Santunan kematian.
- Santunan cacat permanen.

Sementara, kriteria ahli waris yang berhak atas santunan dari korban yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:
- Suami/istri korban meninggal dunia yang sah secara hukum (dibuktikan dengan surat nikah atau kartu keluarga).
- Anak-anak yang sah.
- Orangtua yang sah.

Besarnya santunan tentu bervariasi tergantung dampak kecelakaan dan jenis angkutan yang digunakan. Berikut rinciannya:

- Angkutan darat dan laut, santunan yang diberikan untuk korban meninggal dunia dan cacat permanen sebesar Rp 25 juta ditambah santunan biaya pemakaman Rp 2 juta (bagi korban meninggal). Sedangkan santunan perawatan medis sebesar Rp 10 juta.

- Angkutan udara (pesawat), santuan yang diberikan untuk korban meninggal dunia dan cacat permanen sebesar Rp 50 juta ditambah santunan biaya pemakaman Rp 2 juta (bagi korban meninggal. Sedangkan santunan untuk biaya perawatan medis sebesar Rp 25 juta.


Nah, demikian informasi dari kami tentang cara klaim asuransi kecelakaan Jasa Raharja, semoga bermanfaat.

Sumber: caraklaim.com


Related Posts

Prosedur Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Dengan Mudah
4/ 5
Oleh