Syarat dan Ketentuan Untuk Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Cara pencairan asuransi | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (dulu bernama Jamsostek) merupakan program perlindungan dasar bagi para tenaga kerja.

Dengan memiliki Jamsostek, keamanan dan kepastian pekerja akan masalah sosial serta ekonomi jadi lebih terjamin.

Baca juga: Produk-produk Asuransi Pada Pembelian Mobil Secara Kredit

Cara klaim Jamsostek juga tidaklah sulit, asalkan kita memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan berikut ini!


1. Sudah Menjadi Peserta Jamsostek Selama Minimal 10 Tahun

Untuk mengajukan klaim Jamsostek, setidaknya kita telah menjadi peserta selama 10 tahun. Namun, jumlah yang dapat diklaim hanya sebesar 10 hingga 30 persen dari total saldo JHT (Jaminan Hari Tua).

Waktu minimal 10 tahun ini bukan dimulai dari lamanya kita bekerja, namun tanggal sejak kita bergabung dengan Jamsostek. Sebab, ada beberapa perusahaan yang baru mendaftarkan Jamsostek karyawannya ketika sudah bekerja selama berbulan-bulan.

Jadi, biasanya ada perbedaan waktu antara tanggal kita terdaftar sebagai peserta Jamsostek dengan lama bekerja di sebuah perusahaan.

Dalam proses pengajuan klaim, syarat lama waktu keanggotaan merupakan hal yang umum. Namun, ada beberapa pengecualian, peserta dapat mengajukan klaim meskipun belum menjadi anggota selama 10 tahun, apabila:
- Usia peserta sudah mencapai 56 tahun.
- Memiliki cacat permanen akibat kecelakaan kerja.
- Tidak lagi tinggal di Indonesia.
- Meninggal dunia.


2. Sudah Tidak Aktif Bekerja Selama Minimal 30 Hari

Bagi pekerja yang terkena PHK atau mengundurkan diri dari pekerjaan boleh mengajukan klaim Jamsostek setidaknya minimal 30 hari sejak tidak aktif bekerja.

Dalam hal ini, syarat pada nomor 1 di atas tetap berlaku. Semisal, kita telah bekerja selama 13 tahun di sebuah perusahaan dan berhenti atau terkena PHK pada tanggal 7 Januari 2016, maka klaim Jamsostek baru dapat dilakukan setelah tanggal 8 Februari 2016, tentunya dengan mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk proses klaim tersebut. Dan juga kita tidak sedang terikat hubungan kerja dengan perusahaan tertentu. | Cara pencairan asuransi


3. Data Diri di Semua Dokumen Harus Sama

Salah satu hal penting yang harus menjadi perhatian ialah identitas yang tercantum pada dokumen. Misalnya, nama dan tanggal lahir.

Bila terjadi kesalahan kecil atau salah ketik sehingga terdapat perbedaan pada dokumen penting seperti KTP atau tanda pengenal lainnya, akan membuat proses klaim Jamsostek menjadi sulit. Sebaiknya, lakukan koreksi terlebih dulu sebelum melakukan klaim.


4. Memiliki Rekening di Bank Atas Nama Sendiri

Sekarang ini, bila ingin mencairkan klaim Jamsostek kita memerlukan rekening atas nama sendiri untuk memenuhi syarat dan ketentuan.

Pihak Jamsostek sendiri sudah menjalin kerjasama dengan beberapa bank di Indonesia guna memudahkan proses pencairan para anggota Jamsostek itu sendiri.


5. Persiapkan Kelengkapan Dokumen

Beberapa dokumen yang harus kita siapkan saat mengajukan klaim Jamsostek, antara lain:

- Kartu BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek), bila hilang harus diganti dengan surat keterangan hilang dari Kepolisian.
- Surat rekomendasi dari perusahaan, surat pengalaman kerja atau paklaring (di-fotocopy satu lembar).
- Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Buku Tabungan (siapkan yang asli dan fotocopy satu lembar).
- Materai 6000 sebanyak 1 lembar.


Itulah sejumlah syarat dan ketentuan yang mesti kita penuhi jika ingin mengajukan klaim Jamsostek. Apabila syarat dan ketentuan yang telah kami jelaskan di atas telah terpenuhi, maka kita dapat mengajukan klaim atau pencairan di kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat. | Cara pencairan asuransi

Sumber:
http://www.caraklaim.com/2016/02/cara-klaim-jamsostek.html

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »