9 Tips Cermat Memilih Asuransi Syariah yang Berkualitas

Asuransi terbaik di Indonesia | Sekarang ini, tidak sedikit orang di Indonesia yang mulai memilih produk-produk keuangan berbasis syariah. Itulah yang membuat banyak lembaga keuangan dengan label syariah yang bermunculan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan kegiatan ekonominya berlandaskan ajaran Islam.

Bank Syariah, Asuransi Syariah, Pegadaian Syariah, dan Lembaga Pembiayaan Syariah lainnya kini telah banyak hadir di sekitar kita.

Apa perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvesional?

Asuransi Syariah memiliki prinsip saling tolong-menolong antara 2 orang atau lebih dengan mengumpulkan dana bersama yang selanjutnya dikelola oleh perusahaan asuransi melalui suatu investasi sesuai hukum syariah.

Baca juga: 7 Produk Asuransi Syariah Dengan Pelayanan Terbaik di Indonesia

Sedangkan prinsip yang digunakan oleh Asuransi Konvensional ialah perjanjian antara peserta asuransi dengan perusahaan asuransi dengan cara membayar premi guna mengikatkan diri dalam suatu perjanjian kontrak.

Nah, sebelum kita membahas tentang bagaimana cara memilih produk asuransi syariah yang berkualitas, ada baiknya kita ketahui dahulu beberapa perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional dengan jelas.


Perbedaan Asuransi Konvensional Dengan Asuransi Syariah Secara Detail

1. Dalam Asuransi konvensional, pihak penanggung dan tertanggung mengikatkan diri dalam sebuah kesepakatan dengan cara membayar premi. Sementara Asuransi syariah, beberapa orang mengikatkan diri dalam sebuah kesepakatan dengan tujuan untuk saling tolong-menolong dan bekerja sama yang mengutamakan keuntungan kedua belah pihak.

2. Asuransi konvensional berlandaskan pikiran dan kebudayaan manusia yang berkembang mengikuti zaman. Sedangkan Asuransi syariah berlandaskan ajaran agama Islam.

3. Asuransi konvensional masih menggunakan sistem bunga dalam investasi dananya. Sementara Asuransi syariah menggunakan sistem bagi hasil dalam investasinya.

4. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul menjadi hak milik perusahaan. Sementara pada asuransi syariah peserta memiliki hak pada dana yang terkumpul.

5. Dalam asuransi konvensional tidak ada Dewan Pengawas yang mengawasi kinerjanya. Sedangkan asuransi syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengawasi kinerja perusahaan.


Dari beberapa perbedaan di atas, kita bisa melihat bahwa Asuransi Syariah lebih memiliki banyak keuntungan dibandingkan asuransi konvensional karena asuransi syariah menerapkan prinsip sesuai dengan ajaran agama Islam.


Setelah kita mengetahui perbedaan serta keuntungan yang didapatkan dari Asuransi Syariah dibandingkan Asuransi konvensional, tentunya kita akan menjatuhkan pilihan pada Asuransi Syariah untuk proteksi finansial keluarga. Tapi kita juga tidak bisa asal memilih dalam menentukan produk Asuransi Syariah yang berkualitas.


Tips Memilih Asuransi Syariah yang Berkualitas

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih Asuransi Syariah yang berkualitas. Berikut kami akan bagikan tips-tipsnya kepada Anda.

1. Kenali Kebutuhan Produk Asuransi Anda

Sebagai calon peserta asuransi, kita harus mengenali dahulu jenis asuransi apa yang pas dengan kebutuhan kita.

Terdapat beragam jenis pilihan produk asuransi, misalnya Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Pendidikan, dan juga Asuransi dengan Investasi.

Dari sekian banyak produk asuransi tersebut, tetapkan pilihan pada produk asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Bila Anda merasa ragu, mintalah pendapat dari orang yang Anda percayai, bisa dengan saudara, sahabat, atau agen asuransi.


2. Lakukan Riset Kecil Pada Produk Asuransi yang Ingin Diambil

Sekarang ini telah banyak perusahaan asuransi yang memiliki keunggulan serta kekurangannya masing-masing. Lakukan riset kecil-kecilan terhadap perusahaan asuransi yang ingin Anda pilih.

Ketahui sudah berapa lama perusahaan tersebut berdiri, bagaimana kualitas pelayanannya, dan seperti apa proses dalam pembayaran klaim yang mereka lakukan. | Asuransi terbaik di Indonesia


3. Pastikan Perusahaan Asuransi Memiliki Dewan Pengawas Syariah

Semua perusahaan Asuransi Syariah harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS terdiri dari orang-orang yang memahami ekonomi syariah dengan baik.

Tujuan adanya Dewan Pengawas Syariah ialah untuk mengatur, mengawasi, dan menjamin produk Asuransi Syariah berjalan sesuai dengan syariat Islam sehingga halal untuk digunakan.


4. Amati Akad Asuransi Dengan Seksama

Akad Asuransi Syariah adalah bentuk kesepakatan kedua belah pihak dalam perjanjian Asuransi Syariah. Sebelum persetujuan dilakukan, ada baiknya kita amati dan pahami dahulu dengan seksama akad Asuransi Syariah yang digunakan perusahaan.

Cek semua hal yang berkaitan dengan produk Asuransi Syariah tersebut. Akad Asuransi Syariah bersangkutan dengan polis dan premi Asuransi.

Perlu Anda perhatikan, bahwa dalam Asuransi Jiwa Syariah tidak ada dana yang hangus. Nasabah tetap memiliki dana premi yang dibayarkan sejak awal meskipun nasabah tidak dapat memperpanjang preminya karena sesuatu hal.

Namun, dana tersebut tidak akan dikembalikan 100%, karena akan dikurangi dengan biaya administrasi setiap bulannya.


5. Perhatikan Setiap Hal yang Disampaikan Agen Asuransi

Sebelum kita memutuskan untuk membeli asuransi syariah, biasanya agen asuransi akan memberikan ilustrasi tentang berbagai hal menyangkut produ Asuransi Syariah yang ditawarkannya.

Perhatikan dengan seksama setiap hal yang disampaikan, agar Anda dapat memahaminya dengan baik. Bila masih ada yang kurang jelas, langsung tanyakan saja kepada agen asuransi Anda. Namun, kita juga jangan gampang tergiur dengan tawaran-tawaran menarik yang tidak wajar dari agen asuransi tersebut.


6. Pilih Asuransi Dengan Manfaat yang Sesuai Kebutuhan

Setiap produk Asuransi Syariah memiliki manfaat dan keuntungannya masing-masing. Pilihlah produk dengan manfaat yang sesuai kebutuhan. Sebelum kita membeli produk asuransi, pelajari dahulu manfaat apa saja yang akan didapatkan, dan apakah besaran premi yang harus dibayar sesuai dengan kemampuan atau tidak.


7.  Jangan Terpaku Hanya Pada Satu Produk

Masing-masing produk asuransi syariah tentunya menawarkan besaran premi yang beragam. Untuk dapat memilih asuransi syariah mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, ada baiknya kita memiliki beberapa referensi produk sebagai bahan perbandingan. Jadi, jangan hanya terpaku pada satu produk asuransi syariah saja.

Kita harus menentukan pilihan pada produk asuransi syariah dengan besaran premi yang wajar, dan manfaat pertanggungan yang sebanding. Jadi, bukan asal murah tapi sesuai kebutuhan dan kemampuan.


8. Pilih Agen Asuransi yang Profesional dan Dapat Dipercaya

Agen asuransi adalah delegasi perusahaan asuransi yang berfungsi menjembatani perusahaan asuransi dengan nasabah. Pilihlah agen asuransi yang benar-benar kredibel dan dapat dipercaya. Agen asuransi yang kredibel akan dapat menjelaskan produk asuransi yang ditawarkan secara detil, benar, dan lengkap.

Umumnya, setiap agen asuransi yang resmi dan profesional memiliki keanggotaan dalam AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dibuktikan dengan nomor keanggotaan AAJI tersebut.

Sehingga, jika suatu hari nasabah mengalami permasalahan dengan polisnya, mereka dapat meminta kehadiran agen guna membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Produk asuransi adalah produk jangka panjang, jadi pastikan kita membelinya lewat agen asuransi yang kredibel dan profesional.


9. Cari Tahu Bagaimana Pengelolaan Dana Syariah Perusahaan

Sistem pengelolaan dana Asuransi Syariah yang berdasarkan ajaran agama Islam haruslah menggunakan sistem dan prinsip Al-Mudharabah. Dengan prinsip tersebut, Insya Allah produk Asuransi Syariah yang kita beli adalah produk halal dan dapat diterima semua masyarakat muslim.


Demikian informasi mengenai tips-tips dalam memilih asuransi syariah yang halal dan berkualitas. Dengan mengetahui tips tersebut, diharapkan dapat membantu para calon nasabah dalam memahami dan menentukan produk asuransi syariah mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. | Asuransi terbaik di Indonesia

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »