Enam Prinsip Dasar Asuransi yang Penting Untuk Kita Ketahui

Prinsip-prinsip dalam asuransi merupakan hal penting yang mesti diketahui oleh setiap agen asuransi. Semuanya ada 6 prinsip dasar asuransi yang juga perlu diketahui oleh Anda sebagai nasabah asuransi.

Keenam prinsip tersebut, juga menjadi pengingat bagi para pelaku asuransi dalam standar operasi pada industri asuransi. Berikut kami akan jelaskan prinsip-prinsip dasar asuransi tersebut, simak ulasannya di bawah ini!


1. Prinsip Insurable Interest

Insurable interest dapat diartikan bahwa agar tertanggung mau membeli polis asuransi, maka ia harus mempunyai kepemilikan atau kepentingan keuangan terhadap objek apapun yang ingin diasuransikan.

Baca juga: Cara Kerja dan Manfaat Asuransi Bagi Individu atau Perusahaan

Tujuan dari prinsip ini ialah untuk menjaga supaya orang yang mengikuti program asuransi tidak melakukan klaim atas sesuatu yang tidak mereka miliki atau tidak secara langsung mempengaruhi kepentingan mereka.

Contohnya, kita tidak dapat membeli polis asuransi atas Candi Prambanan karena kita tidak mempunyai hak kepemilikan atau mengalami kerugian secara fisik maupun finansial akibat struktur candi.


2. Prinsip Indemnity

Indemnity atau ganti rugi dapat diartikan sebagai kompensasi untuk seseorang atas kerugian yang diderita. Suatu polis harus dapat melindungi tertanggung dari kerugian yang terjadi atas sesuatu yang diasuransikan.

Misalnya asuransi mobil, apabila seseorang mengalami kecelakaan mobil, orang itu akan memperoleh kompensasi atas kerugian yang diderita akibat kecelakaan tersebut.


3. Prinsip Uberrimae Fidei

Uberrimae fidei atau utmost good faith (itikad baik) merupakan prinsip asuransi yang berarti bahwa perusahaan asuransi bergantung pada tertanggung untuk mengungkapkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai dirinya atau atas sesuatu yang diasuransikannya.

Misalnya, dalam asuransi kesehatan. Apabila tertanggung ingin mendapatkan pertanggungan dari perusahaan asuransi, maka ia harus memiliki itikad baik dengan mengungkapkan informasi yang sebenar-benarnya tentang kondisi kesehatannya termasuk kondisi yang sudah pernah dialami sebelumnya.


4. Prinsip Subrogation

Prinsip subrogation yaitu hak perusahaan asuransi untuk mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang mungkin telah menyebabkan klaim terhadap asuransi yang dimiliki nasabahnya.

Contohnya, apabila Anda mengalami kecelakaan mobil yang bukan disebabkan oleh Anda sendiri, perusahaan asuransi berhak untuk mendapatkan ganti rugi dari orang (atau perusahaan asuransinya) yang menyebabkan kecelakaan pada diri Anda.

Jadi, perusahaan asuransi akan tetap membayar pertanggungan Anda, namun perusahaan juga berhak memperoleh ganti rugi dari pihak lain akibat klaim yang bukan merupakan tanggung jawab tertanggung.


5. Prinsip Contingency Insurance

Prinsip contingency insurance pada dasarnya merupakan polis atas risiko skenario terburuk dari suatu kejadian. Misalnya, kita akan mengekspor barang ke pembeli di Negara lain. Ketika barang dalam kondisi rusak atau hilang saat diterima pembeli, dan pembeli menolak untuk menerima barang tersebut, kita dapat mengajukan klaim ganti rugi melalui contingency policy akibat rusak atau hilangnya barang pada saat proses pengiriman.


6. Prinsip Proximate Cause

Prinsip proximate cause merupakan prinsip asuransi yang mengganti kerugian yang tidak diganti pada jenis asuransi lain.

Misalnya, sebuah truk yang mengangkut tiga ton baju untuk keperluan lebaran mengalami kecelakaan dalam perjalanan. Meskipun kecelakaan tidak parah, dan barang tidak rusak, namun pengecer tetap mengalami kerugian akibat barang tiba seminggu setelah lebaran.

Pengecer mungkin tidak dapat mengajukan klaim asuransi pada jenis polis standar, tapi beberapa jenis asuransi dengan prinsip proximate cause memungkinkan pengecer untuk tetap memperoleh penggantian atas kerugian yang dialami.


Itulah 6 prinsip dasar asuransi yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat dan tambah memperdalam pengetahuan kita mengenai asuransi.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »