Pemerintah Berencana Membuat Program Asuransi Untuk Pengangguran

Pemerintah Berencana Membuat Program Asuransi Untuk Pengangguran
Bantuan asuransi bagi pengangguran baru-baru ini diwacanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Asuransi ini akan diperuntukkan khususnya bagi pekerja yang baru saja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Rencananya bantuan asuransi ini akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa rencana ini masih berupa ide, atau wacana awal. Menurut Kepala Bappenas, rancangan asuransi bagi pengangguran ini bertujuan untuk memberikan solusi permanen atau jangka panjang dari permasalahan pekerja akibat PHK atau menganggur atau sementara tidak bekerja.

Baca juga: 4 Jenis Layanan Asuransi yang Penting Untuk Dimiliki Sebagai Proteksi

Selain itu, dengan program ini pemerintah memiliki tujuan untuk menyediakan dukungan finansial sementara selama seseorang menganggur yang diatur sesuai ketentuan, serta mengembalikan fungsi Jaminan Hari Tua (JHT).

Jadi, nantinya asuransi pengangguran ini sebagai bantalan bagi pekerja yang baru saja terkena Pemutusan Hubungan Kerja sehingga saat dalam tahap mencari pekerjaan baru, ia memiliki bantalan untuk menjaga perekonomian rumah tangganya. Namun, asuransi tidak diperuntukkan untuk yang belum bekerja.

Dalam melakukan desain untuk rancangan tersebut, pemerintah akan berkaca pada pengalaman Australia dalam menjalankan kebijakan asuransi bagi pengangguran (unemployment benefit).

Hal ini juga dijelaskan lebih lanjut oleh Bambang Brodjonegoro, manfaat asuransi ini justru membuat warga Australia malas mencari pekerjaan karena mengandalkan bantuan pemerintah meskipun dalam program tersebut diberikan syarat setiap tiga bulan harus mendaftar di bursa kerja.

Jadi, mereka hanya daftar-daftar saja, namun pada akhirnya tidak ada yang mau kerja secara serius karena mendapatkan kenyamanan dari unemployment benefit yang didapatkan.

Kita tentu tidak ingin program yang dijalankan berdampak seperti pada Australia, Bambang menegaskan perlu ada perhitungan berapa persen dana dari APBN yang akan dialokasikan untuk asuransi pengangguran ini.

Sayangnya, besaran premi tersebut memang belum dipikirkan lebih lanjut. Unemployment benefit ini juga tentu akan ada batasannya. Asuransi ini diberikan agar mereka dapat menjaga keluarga sampai memperoleh pekerjaan kembali. Karena manfaat dari asuransi ini sudah diterima, maka JHT tidak akan diberikan di awal. Sedangkan untuk besarnya premi akan diatur lebih lanjut, hal ini memang belum ada kebijakannya.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2643835/pemerintah-ingin-bikin-asuransi-buat-pengangguran

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »