Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa Selagi Masih Muda

Tingkat pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk keuangan kian meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini ditunjukkan dengan survei Literasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dari 21,84% pada 2013 menjadi 29,66% pada tahun lalu.

Meski penggunaan produk asuransi sudah makin meningkat, namun pemahaman tentang pentingnya memiliki proteki asuransi jiwa masih cukup rendah di masyarakat.

Menurut Elizabeth Pietersz, selaku Corporate Communication Department Head Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di kalangan masyarakat masih banyak mitos dan persepsi yang tidak tepat mengenai asuransi jiwa.

Baca juga: Tips Berasuransi Secara Cerdas

Misalnya, adanya anggapan bahwa produk asuransi jiwa tidaklah tepat untuk dimiliki seseorang yang masih muda dan belum berkeluarga.

Persepsi seperti ini sebenarnya kurang tepat karena perencanaan keuangan sebaiknya dimiliki oleh setiap orang termasuk mereka yang belum keluarga. Produk asuransi yang dimiliki akan memberikan perlindungan terhadap rencana keuangan tersebut sedini mungkin sehingga hasilnya bisa dinikmati saat nanti orang tersebut semakin beranjak usia, telah berkeluarga, hingga saat memasuki masa pensiun.

Risiko di masa depan tentu tidak bisa kita pastikan kapan akan terjadinya, namun satu hal yang pasti bahwa setiap orang menginginkan dapat berumur panjang dan selalu sehat dalam hidupnya. Oleh sebab itu, asuransi merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan, sebab asuransi menjadi sebuah bentuk dalam pengalihan risiko kerugian secara finansial yang mungkin timbul ketika musibah menimpa seseorang.

Ketika kita membeli rumah atau mobil secara kredit maupun tunai, biasanya kita akan mengasuransikannya karena benda tersebut merupakan aset yang perlu perlindungan apabila terjadi suatu risiko, maka kita akan mendapatkan ganti rugi.

Sama halnya dengan asuransi jiwa, diri kita merupakan aset penting dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Terutama bila ada orang lain yang juga menggantungkan hidupnya kepada kita selaku pencari nafkah. Sehingga apabila terjadi suatu risiko kematian, maka orang yang menggantungkan hidupnya kepada kita akan mendapatkan santunan untuk kelangsungan hidup mereka secara keuangan.

Jadi, mengapa kita masih harus berpikir berkali-kali untuk melindungi diri kita sendiri dengan asuransi jiwa? Sesuai dengan namanya, fungsi asuransi jiwa adalah untuk melindungi jiwa ‘si tertanggung’.

Pada umumnya, pemegang polis dalam asuransi jiwa menjadi tertanggung itu sendiri. Namun, boleh juga bila tertanggungnya adalah anggota keluarga lain yang bukan sebagai pemegang polis.

Secara umum, ketika tertanggung mengalami risiko kecelakaan, dan/atau menderita cacat total dan tetap yang mengakibatkan dirinya tidak dapat mencari nafkah seperti sedia kala, maka pihak tertanggung berhak mendapatkan sejumlah uang santunan dari perusahaan asuransi sesuai dengan yang tercakup dalam polis asuransi jiwa.

Sementara itu, uang pertanggungan juga akan diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa kepada ahli waris apabila tertanggung meninggal dunia. Berbagai produk asuransi lainnya seperti asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi kecelakaan juga dapat dimiliki untuk melengkapi proteksi diri dan keluarga di samping produk asuransi jiwa.

Itulah mengapa produk asuransi jiwa tidak hanya penting bagi mereka yang sudah berusia tua atau sudah berkeluarga, tapi juga penting bagi mereka yang masih muda. Dan lagi, biasanya premi asuransi jiwa bagi mereka yang masih berusia muda lebih murah ketimbang premi bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Saat seseorang membeli produk asuransi jiwa, maka di saat itu pula iat telah melindungi jiwanya sendiri.

Meskipun misalnya saat ini Anda masih lajang, tapi suatu saat ke depannya akan berkeluarga. Di samping itu, ahli waris juga tidaklah harus istri ataupun anak, bila belum berkeluarga ahli waris bisa juga ayah, ibu, atau anggota keluarga inti lainnya, bahkan keponakan atau yayasan.

Seiring perkembangan industri perasuransian, saat ini telah banyak produk-produk asuransi jiwa inovatif yang dapat kita miliki. Salah satunya berupa unit-link atau asuransi jiwa dengan investasi. Jadi, tidak hanya sebagai perlindungan terhadap jiwa, tapi juga menggabungkan manfaat investasi di dalamnya.

Semakin dini Anda membeli polis asuransi jiwa, maka semakin dini pula jiwa Anda terlindungi, serta semakin besar potensi imbal balik investasi yang dapat dimiliki dalam jangka panjang.

Manfaat seperti ini tentu saja tidak hanya dapat dinikmati oleh mereka yang sudah berkeluarga, tapi juga Anda yang masih lajang dan berusia muda.

Sumber:
https://finance.detik.com/moneter/d-3457622/siapa-bilang-asuransi-jiwa-hanya-untuk-yang-sudah-menikah

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »