Sejumlah Mitos dan Fakta Seputar Asuransi

Sejumlah Mitos dan Fakta Seputar Asuransi
Perlindungan diri adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kaitannya tidak hanya melindungi diri Anda dari bahaya yang mungkin menimpa secara jasmani atau harta yang dimiliki, tapi juga melindungi Anda secara keuangan dari terjadinya kerugian yang terlalu besar seperti cara kerja yang dilakukan asuransi.

Sekarang ini, asuransi juga tak hanya memberikan perlindungan secara keuangan, beberapa ada yang menawarkan program proteksi sekaligus investasi atau yang sering dikenal dengan istilah unit link. Cara kerja asuransi unit link ini ialah memberikan sejumlah uang hasil akumulasi dari premi yang telah dibayar oleh pihak tertanggung sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati pada awal perjanjian.

Baca juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa Selagi Masih Muda

Meskipun demikian, pemahaman yang kurang tepat terhadap cara kerja asuransi kerap kali membuat orang enggan membeli asuransi. Berbagai hal yang dapat dikatakan sebagia mitos kerap muncul terkait asuransi dan membuat sebagian orang kehilangan kesempatan yang baik dari manfaat asuransi.

Oleh sebab itu, ada baiknya kita perbaiki dulu berbagai pemahaman yang salah terkait asuransi untuk meyakinkan Anda betapa pentingnya memiliki asuransi untuk perlindungan keuangan diri dan keluarga.

Berikut ini kami sampaikan beberapa hal terkait mitos-mitos yang salah mengenai asuransi!


1. Asuransi Hanya Manipulasi

Tidak sedikit orang yang masih beranggapan bahwa perusahaan asuransi bekerja hanya untuk memanipulasi dan menipu uang nasabah. Mitos tersebut sering muncul dari rasa kekecewaan nasabah dan kondisi traumatik yang pernah dialaminya terhadap sebuah perusahaan asuransi tertentu yang menyebabkan generalisasi bahwa semua perusahaan asuransi adalah sama saja.

Namun, faktanya semua perusahaan asuransi hadir bukan untuk tujuan menipu nasabah. Mereka adalah solusi dari masalah keuangan terhadap kerugian yang mungkin timbul akibat terjadinya suatu risiko yang tak terduga.

Hanya saja ada sejumlah agen representative yang mungkin bermain-main dan menyalahi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Misalnya, ketika seseorang ingin membeli polis asuransi, ada kalanya agen asuransi tidak memberikan penjelasan secara detail dan menyeluruh terkait syarat maupun ketentuan yang berlaku dalam proses pembukaan polis sehingga menyebabkan miss komunikasi antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Terjadinya miss komunikasi inilah yang kemudian memunculkan berbagai cara pandang negatif seseorang terhadap perusahaan asuransi.

Sebenarnya, kasus penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa agen representatif yang ‘nakal’ ini dapat dicegah oleh perusahaan asuransi dengan melakukan seleksi yang ketat bagi mereka yang mendaftar sebagai agen representatif.

Dengan seleksi yang berkualitas tinggi, maka dapat dipastikan mereka yang memiliki kapabilitas sajalah yang dapat menjadi agen representatif sehingga pandangan negatif masyarakat terhadap perusahaan asuransi berangsur akan membaik.


2. Untuk Apa Asuransi Bila Kita Mampu Melakukan Pola Hidup Sehat?

Banyak pula orang yang beranggapan bahwa asuransi hanya dibutuhkan oleh mereka saja yang sakit atau memiliki penyakit. Padahal, ketika Anda dinyatakan mengidap suatu penyakit tertentu oleh dokter, maka premi yang harus dibayar pun akan lebih mahal ketimbang mereka yang memiliki asuransi saat masih sehat.

Bahkan, beberapa perusahaan asuransi enggan menanggung risiko terhadap mereka yang ingin memiliki asuransi namun telah menderita penyakit sebelum ia bergabung dengan asuransi.

Terutama, kita juga tidak pernah tahu kapan penyakit atau kecelakaan dapat menimpa Anda. Oleh sebab itu, ada baiknya sebelum musibah terjadi kita sudah melakukan proteksi diri terlebih dahulu.


3. Asuransi Tidak Diperlukan Oleh Kaum Muda

Perlu Anda ketahui, semakin muda seseorang bergabung dengan asuransi maka semakin murah pula biaya premi yang harus dibayar nasabah. Di samping itu, bila Anda mengikuti program asuransi unit link, semakin muda Anda bergabung maka semakin besar pula akumulasi dana yang mungkin akan terkumpul nantinya.

Terlebih lagi, usia seseorang tidak menjamin seratus persen untuk seseorang memiliki tubuh yang prima. Banyak orang yang sudah berusia lanjut tapi masih tetap sehat, dan ada pula orang yang masih muda tapi sudah mengidap penyakit kronis. Sebaiknya Anda mulai mempersiapkan diri dengan memiliki asuransi karena usia bukanlah jaminan untuk seseorang tidak terjangkit suatu penyakit.


4. Lebih Baik Memiliki Investasi Pribadi Ketimbang Asuransi

Tujuan dari investasi adalah untuk menambah kekayaan atau aset yang Anda miliki. Namun, peningkatan tersebut akan sia-sia apabila diri Anda sendiri tidak terlindungi dari berbagai risiko tak terduga yang mengakibatkan kerugian secara finansial.

Asuransi dan investasi akan lebih baik apabila berjalan beriringan. Asuransi telah menjadi bagian penting dalam elemen perencanaan keuangan. Dengan asuransi dan investasi yang Anda miliki, tidak hanya akan meningkatkan aset atau kekayaan saja, tapi juga melindunginya dari berbagai hal yang berakibat pada kerugian secara keuangan.


5. Produk Asuransi Sebaiknya Disesuaikan Dengan Kebutuhan

Semua produk asuransi tidak ada yang percuma, hanya saja belum tentu semua produk asuransi yang ada akan sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada berbagai macam produk asuransi yang bisa Anda jadikan pilihan, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi properti, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa. Prioritaskan untuk memiliki beberapa asuransi yang sesuai dengan kebutuhan sehingga nantinya akan berguna di saat yang tepat. | Asuransi unit link

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2894166/mitos-atau-fakta-seputar-asuransi

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »