Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Asuransi mobil murah | Ada 3 faktor yang menentukan besar kecilnya premi asuransi kendaraan, antara lain jenis jaminan (All Risk atau TLO), jenis kendaraan, dan harga kendaraan.

Pada umumnya, semakin mahal harga mobil kita, semakin tinggi pula tarif premi asuransinya. Namun, kita tak perlu khawatir karena premi asuransi untuk mobil dan kendaraan bermotor lainnya hanya sekali saja dibayarkan dalam satu tahun.

Biasanya, setiap perusahaan asuransi mobil akan menyediakan dua jenis manfaat asuransi, yaitu All Risk (Comprehensif), dan TLO (Total Loss Only).

Baca juga: 4 Produk Asuransi Kendaraan Paling Murah di Indonesia

Perbedaan utama dari kedua jenis manfaat asuransi kendaraan tersebut yaitu dari bentuk perlindungan dan besaran tarif premi yang dibayarkan setiap tahunnya.


Besaran Tarif Premi Total Loss Only (TLO)

Pengertian TLO sendiri adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kendaraan hanya bila mengalami kerugian total (Total Loss Only).

Kerugian total yang dimaksud bisa berarti hilang karena pencurian atau karena kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan mencapai lebih dari 75% dari nilai jualnya saat terjadinya kecelakaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan tarif premi asuransi kendaraan bermotor pada Surat Edaran Nomor: SE-06/D.05/2013. Untuk tarif premi pertanggungan Total Loss Only (TLO) adalah sebagai berikut:

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

Kategori 1: Uang Pertanggungan 0 s/d Rp 125 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 0,47% dan batas atas 0,56%.
- Wilayah 2: Batas bawah 0,65% dan batas atas 0,78%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,36% dan batas atas 0,43%.

Kategori 2: Uang pertanggungan Rp 125 juta s/d 200 juta
- Wilayah 1 dan 2: Batas bawah 0,44% dan batas atas 0,53%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,31% dan batas atas 0,37%.

Kategori 3: Uang pertanggungan Rp 200 juta s/d 400 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,29% dan batas atas 0,35%.

Kategori 4: Uang pertanggungan Rp 400 juta s/d 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,25% dan batas atas 0,30%.

Kategori 5: Uang pertanggungan di atas Rp 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,20% dan batas atas 0,24%.

Jenis Kendaraan Truk, dan Pick Up

Kategori 6: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1: Batas bawah 0,53% dan batas atas 0,64%.
- Wilayah 2: Batas bawah 1,05% dan batas atas 1,26%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,49% dan batas atas 0,59%.

Jenis Kendaraan Bus

Kategori 7: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1,2, dan 3: Batas bawah 0,18% dan batas atas 0,22%.

Jenis Kendaraan Roda 2 (Dua)

Kategori 8: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1: Batas bawah 1,76% dan batas atas 2,11%.
- Wilayah 2: Batas bawah 1,80% dan batas atas 2,16%.
- Wilayah 3: Batas bawah 0,67% dan batas atas 0,80%.

Keterangan:
Wilayah 1 adalah Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya. Wilayah 2 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan Wilayah 3 adalah selain yang termasuk dalam wilayah 1 dan wilayah 2.


Besaran Tarif Premi All Risk (Comprehensive)

Pengertian All Risk sendiri adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap kendaraan dari kerusakan kecil (partial loss), dan kerugian total (total loss).

Kerusakan kecil yang ditanggung adalah beberapa kerusakan yang umum terjadi karena terserempet kendaraan lain, patah spion, lampu pecah, dan lain-lain. | Asuransi mobil murah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan tarif premi asuransi kendaraan bermotor pada Surat Edaran Nomor: SE-06/D.05/2013. Untuk tarif premi Pertanggungan All Risk (Comprehensive) adalah sebagai berikut:

Jenis Kendaraan Non Bus dan Non Truk

Kategori 1: Uang pertanggungan 0 s/d Rp 125 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 3,82% dan batas atas 4,20%.
- Wilayah 2: Batas bawah 3,44% dan batas atas 3,78%.
- Wilayah 3: Batas bawah 2,53% dan batas atas 2,78%.

Kategori 2: Uang pertanggungan Rp 125 juta s/d 200 juta
- Wilayah 1: Batas bawah 2.67% dan batas atas 2,94%.
- Wilayah 2: Batas bawah 2,47% dan batas atas 2,72%.
- Wilayah 3: Batas bawah 2,07% dan batas atas 2,28%.

Kategori 3: Uang pertanggungan Rp 200 juta s/d Rp 400 juta
- Wilayah 1 dan 2: Batas bawah 1,71% dan batas atas 1,88%.
- Wilayah 3: Batas bawah 1,40% dan batas atas 1,54%.

Kategori 4: Uang pertanggungan Rp 400 juta s/d 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,20% dan batas atas 1,32%.

Kategori 5: Uang pertanggungan di atas Rp 800 juta
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,05% dan batas atas 1,16%.

Jenis Kendaraan Truk dan Pick Up

Kategori 6: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 1,33% dan batas bawah 1,46%.

Jenis Kendaraan Bus

Kategori 7: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 0,71% dan batas atas 0,78%.

Jenis Kendaraan Roda 2 (Dua)

Kategori 8: Untuk semua besaran uang pertanggungan
- Wilayah 1, 2, dan 3: Batas bawah 2,11% dan batas atas 2,32%.

Keterangan:
Wilayah 1 adalah Sumatera dan Kepulauan di sekitarnya. Wilayah 2 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan Wilayah 3 adalah selain yang termasuk dalam wilayah 1 dan wilayah 2.

Baca juga: Produk-produk Asuransi Pada Pembelian Mobil Secara Kredit


Penghitungan Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan

Semua asuransi biasanya menerapkan tarif Batas Bawah dengan tujuan agar konsumen dapat memilih produk asuransi yang diinginkan dengan premi termurah.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki mobil Toyota Kijang Innova dengan perkiraan harga sekitar Rp 250 juta. Anda tinggal di Jakarta (Wilayah 2) dan ingin membeli jenis produk asuransi TLO, maka biaya premi yang harus dibayar adalah:

Harga Mobil: Rp 250 juta.
Kategori 3, wilayah 2 dengan tarif premi batas bawah sebesar 0,29%.
Premi = Rp 250.000.000 x 0,29% = Rp 725.000.
Jadi, besarnya biaya premi yang harus Anda bayar sebesar Rp 725.000 per tahun.

Namun, bila Anda ingin membeli jenis produk asuransi All Risk, maka perhitungannya adalah:
Harga Mobil: Rp 250 juta.
Kategori 3 wilayah 2 dengan tarif premi batas bawah sebesar 1,71%.
Premi = Rp 250.000.000 x 1,71% = Rp 4.275.000.
Jadi, besarnya biaya premi yang harus Anda bayar sebesar Rp 4.275.000 per tahun.


Itulah cara penghitungan sederhana dari besaran tarif premi pada asuransi kendaraan. Selain TLO dan All Risk, kita juga bisa melakukan ‘Perluasan’ perlindungan, yaitu penambahan cakupan perlindungan yang biasanya meliputi:
- Tsunami dan gempa bumi.
- Banjir.
- Kerusuhan.
- Terorisme dan sabotase.

Jadi, ketika terjadi kerusakan atau kehilangan pada kendaraan yang mencakup risiko di atas, maka kita akan mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi.

Apakah ‘perluasan’ tersebut perlu atau tidak kita tambahkan dalam produk asuransi kendaraan yang kita ikuti? Pilihan tergantung di daerah mana Anda tinggal.

Misalnya, bila Anda tinggal di wilayah Jakarta, maka perluasan pertanggungan untuk banjir dan kerusuhan ada baiknya Anda ambil sebab 2 risiko kejadian tersebut cukup sering terjadi di Jakarta.

Bila Anda tidak mengambil perluasan tersebut, ketika mobil terjadi mogok akibat terendam banjir, pihak asuransi tidak akan memberi ganti rugi. Nah, kini tinggal Anda sendiri yang menentukan, namun tentu saja premi yang dibayarkan pun juga akan semakin mahal apabila Anda mengambil penambahan perluasan. | Asuransi mobil murah

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »