Pengertian Own Risk (Risiko Sendiri) Dalam Asuransi Kendaraan

Pengertian Own Risk (Risiko Sendiri) Dalam Asuransi Kendaraan
Bagi pemilik kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor, asuransi kendaraan telah menjadi produk wajib yang harus dimiliki. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan intensitas perjalanan yang cukup sering.

Dengan memiliki asuransi kendaraan, pemilik kendaraan akan terbantu ketika terjadi kerugian pada kendaraannya akibat kecelakaan, pencurian, maupun bencana alam.

Pemegang polis tidak hanya mendapat ganti rugi saja dari pihak asuransi, tapi juga memiliki tanggung jawab sendiri apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan. Inilah yang sering dikenal dengan istilah Own Risk (OR) atau biasa disebut juga Risiko Sendiri (Deductible).

Baca juga: Besaran Tarif Premi Asuransi Kendaraan Berdasarkan Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Pengertian dari Risiko Sendiri (Own Risk) adalah jumlah kerugian yang menjadi tanggungan pemegang polis asuransi apabila terjadi klaim. Besarnya OR berbeda-beda tergantung besarnya polis yang dibayarkan.

Bila premi yang disetorkan rendah, maka OR yang ditanggung pemegang polis akan tinggi. Begitu pula sebaliknya, bila premi yang disetorkan tinggi, maka OR yang ditanggung pemegang polis akan rendah.


Pembebanan Own Risk Terhadap Pemegang Polis

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Own Risk adalah jumlah kerugian yang ditanggung pemegang polis asuransi apabila terjadi klaim pertanggungan. Own Risk hanya berlaku untuk kerugian atau kerusakan fisik kendaraan / Casco (Material Damage).

Akan tetapi, own risk tidak berlaku untuk kerugian yang sebabkan oleh adanya tuntutan hukum terhadap pihak ketiga (TJH – III/TPL).

Jumlah atau biaya own risk yang ditanggung pemilik asuransi bisa bervariasi tergantung ketentuan perusahaan asuransi yang biasanya telah dicantumkan dalam polis.

Misalnya:
Bila own risk sebesar Rp 450 ribu, dan nilai kerugian mencapai Rp 2 juta. Maka nilai penggantian yang akan ditanggung perusahaan asuransi adalah sebesar Rp 2.000.000 – Rp 450.000 = Rp 1.350.000.


Fungsi Own Risk Pada Asuransi Kendaraan

Owm risk dibebankan kepada pemilik asuransi tentunya bukan tanpa tujuan. Berikut ini beberapa fungsi pembebanan own risk yang perlu Anda ketahui:

1. Adanya own risk sendiri ditujukan supaya pemilik asuransi atau tertanggung bersikap lebih berhati-hati terdapat objek yang dipertanggungkan.

2. Own risk berfungsi untuk menghindari kerugian-kerugian kecil di mana kerugian kecil kerapkali menimbulkan kerugian yang lebih besar dari kerugian yang terjadi apabila dijumlahkan secara keseluruhan.

3. Logika pembayaran own risk yang beracuan pada besarnya nilai premi membuat own risk mengurangi beban premi pemilik asuransi.


Secara garis besar, own risk memiliki manfaat bagi kedua belah pihak. Dengan adanya sistem own risk ini, maka pemegang polis akan lebih berhati-hati dalam menggunakan kendaraannya.

Adanya own risk membuat perusahaan asuransi mendapatkan potongan dari kerugian yang harus ditanggung, sedangkan keuntungan bagi pemilik asuransi ialah beban premi premi yang lebih rendah.

Sebelum membeli produk asuransi kendaraan, pastikan kita sebagai calon nasabah membaca perjanjian polis secara detail dan seksama. Hal ini dikarenakan masing-masing perusahaan asuransi memiliki kebijakan sendiri terhadap pembebanan nilai own risk yang bisa berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Mengapa Klaim Asuransi Kendaraan Anda Ditolak? Ini Alasannya

Tanyakan berbagai hal yang belum Anda mengerti dengan jelas kepada customer support di setiap perusahaan asuransi yang hendak dipilih. Dengan begitu kita tidak akan kecewa atau kaget di kemudian hari bila suatu waktu hendak mengajukan klaim dan ada uang lebih yang dikeluarkan untuk membayar own risk.

Saya adalah seorang blogger dari Indramayu, saya mulai serius blog pada tahun 2014 ketika saya kelas 11 SMA. Pembaca diperbolehkan mengcopy artikel dengan syarat mencamtumkan link halaman sebagai sumber.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »