Bagaimana Hukum Asuransi Menurut Islam ditinjau dari Pendapat Ulama?

Asuransi menurut islam – Salah satu sektor di Indonesia yang berkembang cukup pesat yaitu industri. Cukup banyaknya pekerja di sektor industri membuat para pekerjanya membutuhkan adanya jaminan. Tak heran jika di Indonesia sendiri perusahaan yang bergerak dalam sektor industri memberikan jaminan yang dinamakan dengan asuransi. 

Hukum Asuransi Menurut Islam

Asuransi adalah salah satu bentuk dari manajemen untuk meminimalisir adanya resiko kerja yang mana tidak terduga datangnya seperti kematian, kerugian, kesehatan, kehilangan, dan masih banyak lagi. Melalui asuransi yang diberikan dapat memberikan keringanan serta kompensasi bagi pekerja. Lalu bagaimanakah hukum dari asuransi menurut islam?

Hukum asuransi menurut agama islam menurut pendapat ulama

Banyak sekali memang pendapat yang diungkapkan oleh para ulama mengenai hukum dari asuransi menurut agama islam. Ada ulama yang memperbolehkan dan juga ada ulama yang melarang.

Hukum asuransi menurut islam ditinjau dari pendapat ulama yang menolak pertanyaan mengenai asuransi menurut islam terdapat beberapa alasan sebagai berikut.

Para ulama yang melarang atau menolak beranggapan bahwa pada hakikatnya akad dari asuransi termasuk ke dalam akad tidak jelas. Yang mana memiliki makna bahwa adanya akad dalam asuransi tidak diketahui sudah dilakukan atau belum.

Alasan yang lain yaitu asuransi merupakan sebuah perjanjian untuk pertaruhan dan termasuk dalam perjudian. Salah satu bentuk asuransi yaitu asuransi jiwa menjadi usaha yang mana dirancang meremehkan atau merendahkan iradat yang telah diberikan oleh Allah.

Alasan lain para ulama menolak adanya asuransi yaitu uang yang diberikan oleh perusahaan atau pihak asuransi berbentuk jaminan yang berbunga. Dimana hal tersebut termasuk ke dalam kategori riba. Seluruh perniagaan yang ada di dalam asuransi berdasarkan pada riba, yang mana dalam agama islam riba adalah sesuatu yang dilarang.

Asuransi yang diberikan sendiri memang tidak hanya sebatas untuk para pekerja industri saja. Lebih dari itu, masih ada ragam atau jenis asuransi lain yang diberikan.

Hukum asuransi Prudential menurut islam

Beberapa asuransi yang ada dan cukup terkenal yaitu asuransi Prudential. Lalu bagaimanakah hukum asuransi Prudential menurut islam sendiri?

Sebelum membahas hukumnya, akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu asuransi Prudential.

Prudential sendiri merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan asuransi dan bisa dibilang sebagai pemimpin asuransi berbasis investasi yang ada di Indonesia. 
Asuransi Prudential sendiri memberikan beragam layanan bagi Anda. Jika Anda yang merasa ragu hukum dari asuransi ini bisa memilih menggunakan asuransi Prudential syariah.

Asuransi Prudential syariah tentu sistemnya dilakukan sesuai dengan ketentuan atau syariat dalam agama islam. Apalagi banyak sekali para ulama yang masih berbeda pendapat mengenai hukum dari asuransi sendiri.

Asuransi syariah harus ada akad yang dilakukan oleh peserta asuransi. Yang mana akan ada 2 macam akad yang harus dilakukan yaitu hibah pembayaran premi yang harus dikumpulkan sebagai data untuk saling tolong menolong (dana tabarru’).

Akad yang kedua berupa perjanjian yang dilakukan oleh peserta dan perusahaan asuransi yang nantinya mengelola data tabarru’ dengan mendapatkan imbalan. Akad tersebut dinamakan dengan akad tijarah.

Hukum bekerja di asuransi menurut islam

Beberapa dari Anda mungkin ada yang bekerja di asuransi. Lantas bagaimana hukum bekerja di asuransi menurut islam? Karena beberapa ulama ada yang berbeda pendapat mengenai hukum asuransi menurut agama islam, ada yang melarang dan ada juga yang memperbolehkan.

Para ulama yang melarang mengikuti pendapat dari ulama kontemporer dan memiliki pengeruh seperti ketua ulama dunia yaitu Yusuf Qardhawi (ketua ulama dunia). Sedangkan yang memperbolehkan mengikuti pendapat dari ulama Mustofa Az-Zarqa.

Jadi untuk hukum bekerja di asuransi sendiri bisa menjadi haram jika Anda sependapat dengan ulama yang mengharamkannya. Dan bisa menjadi halal jika Anda memiliki pendapat yang sama dengan ulama yang memperbolehkannya.

Memang alangkah lebih baik jika bekerja di tempat yang memang kehalalannya tidak ada keraguan lagi antara diperbolehkan atau dilarang. Apalagi hukum dari asuransi sendiri masih terdapat perbedaan dari beberapa ulama. Anda tetap saja bekerja di sana dan apabila ada peluang mendapatkan pekerjaan di tempat yang lebih jelas kehalalannya bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Bukan hanya perkara bekerja di tempat asuransi yang dicari hukumnya. Lebih dari itu mungkin sudah banyak sekali penduduk Indonesia yang mengikuti atau membuat asuransi. Apalagi perusahaan yang bergerak di bidang asuransi juga terbilang cukup banyak.
Pertanyaan yang serupa akan muncul lagi, lalu bagaimana hukum ikut asuransi menurut agama islam? Tentu jawabannya akan kembali lagi pada jawaban mengenai hukum dari bekerja di asuransi.

Jika Anda memang membutuhkan tetapi bisa membuat asuransi, namun alangkah lebih baik jika Anda memilih sistem asuransi syariah. Karena dilakukan sesuai dengan syariat islam. 

Baca juga:
Hukum asuransi menurut islam memang masih menjadi suatu masalah yang diperselisihkan pendapatnya oleh para ulama. Tetapi perbedaan tersebut terjadi pada negara mayoritas muslim yang memang belum terbentuk sistem asuransi berdasarkan pada syariah. Apabila sudah menerapkan sistem asuransi syariah tentu transaksi yang dilakukan harus wajib muamalah.