Loading...

Konsep & Seputar Asuransi Sampah di Kota Malang

Pernahkan anda mendengar tentang asuransi sampah? Ini bukan tentang asuransi yang jelek atau sampah ya. Melainkan tentang asuransi kesehatan yang membayarnya bisa dengan sampah. Lho kok bisa ya. Daripada anda mulai menebak-nebak, lebih baik simak ulasan kami mengenai asuransi sampah di Malang berikut ini!

Asuransi Sampah

Klinik asuransi sampah adalah gerakan kewirausahaan yang dibentuk untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah agar memmperoleh akses kesehatan di level mikro dengan membayar menggunakan sampah. Klinik asuransi sampah di kota Malang  ini didirikan oleh dr. Gamal Albinsaid melalui organisasi Indonesia Medika. dr. Gamal Albinsaid adalah seorang dokter asal Malang, Jawa Timur. Klinik asuransi sampah di Malang  ini didirikan pada tahun 2010 di  namun sempat terhenti setelah berjalan selama 6 bulan, dan kembali aktif lagi pada bulan Maret 2013 untuk melayani masyarakat yang kurang mampu.

Asuransi Sampah Gamal Albinsaid ini terinspirasi saat dirimya melihat kejadian anak usia 5 tahun di Jakarta yang meninggal dunia karena tidak mampu membayar biaya pengobatan di Puskesmas. Lalu pada tahun 2010  dia dan teman-teman kuliahnya di fakultas kedokteran Universitas Brawijaya  membuat proyek asuransi sampah karena di Indonesia  masih banyak orang yang tidak dapat mendapat akses kesehatan. Gamal yang juga merupakan pendiri dan CEO Indonesia Medika ini memang sejak kecil bercita-cita terjun ke bidang kedokteran, dan membantu melayani masyarakat yang kurang mampu.

Dr Gamal bersama Indonesia Medika yang ia dirikan mengajak kader posyandu, PKK dan warga untuk bergabung dalam program klinik asuransi sampah. Target utamanya adalah warga kurang mampu yang susah mengakses layanan kesehatan.  

Baca Juga:

Konsep asuransi sampah ini adalah masyarakat cukup mengumpulkan sampahnya di klinik yang telah ditentukan setiap bulannya senilai Rp 10.000. Sampah-sampah ini selanjutnya akan dipilah, yaitu sampah organik atau sampah anorganik. Sampah organik nantinya akan diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik akan diolah menjadi benda-benda yang memiliki nilai ekonomi atau seni seperti kerajinan tangan.

Warga yang kurang mampu dapat membayar asuransi  premi sampah dengan membayar sampah, sehingga semua warga miskin yang tidak dibantu oleh pemerintah tetap dapat memiliki asuransi kesehatan, dan terbantu ketika mereka sakit atau butuh pengobatan. 

Keuntungan dari penjualan produk-produk tersebut nanyina akan digunakan untuk membiayai kesehatan masyarakat di level mikro. Bentuk dari layanan asuransi  kesehatan sampah  yang ditawarkan kepada masyarakat antara lain :
  • Pelayanan kesehatan yang bersifat preventif seperi cek kesehatan gratis, konsultasi gizi.
  • Pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif yakni pengobatan ketika masyarakat sakit, termasuk pemberian obat.
  • Pelayanan kesehatan yang bersifat rehabilitatif atau pengobatan lanjutan.

Meskipun pendapatan dari klinik asuransi sampah ini berasal dari sampah anggota yang terkumpul, namun klinik asuransi kesehatan ini juga menjaring Coorporate Sosial Responsibility ( CSR ) dari perusahaan, seperti dari Permata bank Syariah yang memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta.

Menurut dr Gamal, klinik merupakan wirausaha sosial yang tidak boleh bergantung pada CSR, namun CSR yang diterima hanya untuk pengembangan program. Jadi, program asuransi kesehatan sampah ini tidak hanya diterapkan di kota Malang saja, namun juga di luar kota malang.

Bisnis yang dicetus oleh Gamal ini menarik perhatian media internasional. Media yang meliput kisahnya adalah Huffington Post dan The Guardian yaitu media asal Inggris, dan media asal Italia Green.it .

Berkat program asuransi Sampah pada awal tahun 2014 dokter Gamal memperoleh gelar The Prince of Wales Young Sustainability Entepreneur yang diberikan oleh Unilever dan Universitas Cambridge di Inggris karena kepeduliannya pada masalah sosial dan lingkungan. Bahkan penghargaan itu disematkan oleh Pangeran Charles di Instana Buckingham.  Ia berhasil mendapatkan penghargaan tersebut setelah menyisihkan 511 peserta entrepeneur dari 90 negara. Wow, sangat mengharumkan nama Indonesia ya !

Berkat gagasannya dokter muda itu  kerap mendapat undangan dari berbagai pimpinan negara. Selain pangeran Charles, dr Gamal juga pernah mendapat undangan dari presiden Rusia, Vladimir Putin.

Saat ini jumlah anggota dari klinik asuransi sampah ini sudah mencapai 300 orang. Dari jumlah tersebut, sudah 100 orang yang sudah diikutkan BPJS Kesehatan. Klinik ini bahkan berhasil mengajak 88 relawan, 15 dokter dan 12 perawat untuk bergabung.

Dengan adanya klinik asuransi di kota Malang  ini diharapkan masyarakat kurang mampu dapat memperoleh fasilitas pengobatan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan yang semakin mahal. Selain itu, metode pembayaran dengan sampah sangat berdampak positif terhadap lingkungan, karena biasanya sampah hanya dibuang begitu saja dan sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi baranga yang memiliki manfaat.

Baca Juga:

Nah itu dia sekilas perjalanan klinik asuransi sampah yang didirikan oleh dr Gamal Albinsaid. Semoga kisah tersebut dapat menginspirasi anda ya. Sampai jumpa !

Loading...