Implementasi Akad dalam Asuransi Syariah

Di dalam dunia perbankan, kata asuransi syariah merupakan hal yang sudah tidak asing di dengar oleh masyarakat. Sistem syariah lebih disukai oleh masyarakat karena sistem ini menganut hukum agama Islam yang menganut akad dalam asuransi syariah. Dimana akad dalam asuransi syariah adalah perjanjian di awal antara pihak bank dan nasabahnya. Terdapat berbagai macam akad yang disediakan, antara lain akad tijarah, akad tabarru, akad mudharabah, dan lain - lain. Dan pihak bank pastinya akan menjelaskan segala skema akad beserta cara implementasi akad dalam asuransi syariah kepada nasabah.

Akad dalam Asuransi Syariah

Akad - akad dalam asuransi syariah tersebut tentunya dapat dipilih oleh nasabah yang bersangkutan. Apakah nasabah lebih menyukai akad mudharabah, akad tabarru, akad tijarah, ataupun akad yang lainnya. Tentunya akad - akad syariah di atas mempunyai skema akad da implementasi masing - masing sesuai dengan perjanjian dari kedua belah pihak. Nah, untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan di bawah ini.

Akad dalam Asuransi Syariah

1. Tentang asuransi syariah

Sebelum membahas tentang akad dalam asuransi syariah, ada baiknya anda mengenal lebih jauh tentang apa itu asuransi syariah. Asuransi syariah sendiri merupakan sebuah asuransi yang mempunyai dasar syariah dalam Islam. Yang berarti inti dari syariah disini bertujuan untuk tolong menolong atau ta’awuni. Tidak hanya itu, implemesntasi akad dalam asuransi syariah disini juga bertujuan untuk saling melindungi atau takafuli. Karena hal inilah banyak masyarakat yang beralih dari bank konvensional ke bank syariah yang lebih mufakat.

Selain skema akad dalam asuransi syariah yang baik antara nasabah dan juga pihak bank, perjanjian yang di ambil pun berbentuk kumpulan dana atau dana tabarru. Dana tersebut masih dikelola lagi sehingga memenuhi persyaratan prinsip syariah. Hal tersebut ditujukan untuk menjauhkan diri dari riba yang dilarang oleh agama Islam. Implementasi akad asuransi syariah pun akhirnya harus disetujui terlebih dahulu oleh kedua belah pihak. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut beberapa istilah yang terdapat dalam asuransi syariah :

A. Akad Mudharabah

Akad Mudharabah dalam asuransi syariah adalah akad yang mempunyai tujuan untuk membagi hasil investasi dari dana tabarru.

B. Akad Tabarru

Akad tabarru dalam asuransi syariah adalah akad hibah yang berbentuk pemberian sejumlah dana dari seorang nasabah dan diteruskan ke dana tabarru. Hal tersebut bertujuan untuk saling menolong antara nasabah tanpa bersifat komersial.

C. Akad Wakalah bil Ujrah

Akad Wakalah bil Ujrah dalam asuransi syariah adalah akad tijarah yang dapat memberi kuasa terhadap perusahaan tertentu sebagai wakil dari nasabah. Hal ini bertujuan agar dapat mengelola dana tabarru atau dana investasi dari para nasabah. Hal ini dilakukan sesuai dengan wewenang yang telah diberikan dan terdapat fee berupa ujrah.

Baca Juga:




D. Dana Tabarru

Dana Tabarru dalam asuransi syariah adalah merupakan kumpulan dari dana yang asalnya dari iuran para nasabah. Kumpulan dana tersebut menerapkan mekanisme dari akad tabarru dalam asuransi syariah.

E. Iuran Dana Tabarru

Iuran Dana Tabarru dalam asuransi syariah adalah dana yang terkumpul sebagian dari iuran yang telah dibayar oleh para nasabah. Dana iuran tersebutlah yang nantinya dimasukkan ke Kumpulan Dana Tabarru, tentunya sesuai dengan akad tabarru dalam asuransi syariah.

F. Surplus atau Defisit Underwriting

Surplus atau Defisit Underwriting dalam asuransi syariah adalah selisih lebih maupun selisih kurang yang dihasilkan dari semua dana dari nasabah ke dana tabarru. Tentunya selisih tersebut sudah dikurangi dengan beberapa biaya lainnya seperti klaim, santunan, cadangan teknis, dan biaya kontribusi di satu periode.

G. Kontribusi

Kontribusi dalam asuransi syariah adalah sejumlah dana dari para nasabah yang dibayarkan kepada perusahaan. Sebagian dari dana tersebut akan disisihkan sebagai iuran tabarru dan juga fee berupa ujrah untuk perusahaan.

2. Perbedaan Asuransi Konvensional vs Asuransi Syariah

Setelah mengetahui beberapa istilah beserta akad dalam asuransi syariah, mari kita mempelajari lebih lanjut tentang perbedaannya dengan asuransi konvensional. Berikut adalah beberapa perbedaannya :

A. Perjanjian awal antara nasabah dan pihak bank

Hal pertama yang membedakan asuransi syariah dan asuransi konvensional ialah bagian perjanjiannya. Seperti yang kita tahu, jika dalam bank konvensional, perjanjian yang akan ditawarkan terhadap nasabah ialah perjanjian jual beli. Namun, akad dalam asuransi syariah berbeda. Dalam syariah, perjanjian yang ditawarkan adalah akad tabarru yang mempunyai dasar halal yang terdapat dalam sistem syariah. Hal ini mempunyai banyak keuntungan bagi anda karena pastinya implementasi akad dalam asuransi syariah tidak akan merugikan anda.

B. Cara Mengelola Dana

Perbedaan kedua antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah adalah cara mereka dalam mengelola yang telah dibayarkan oleh para nasabah. Dalam asuransi konvensional, dana diambil berdasarkan jumlah premi yang ditentukan oleh perusahaan. Tidak hanya berhenti disitu, nasabah juga wajib membayar beberapa iuran dana lainnya. Dan hal tersebut dilakukan agar perusahaan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Lain halnya dengan asuransi syariah, mulai dari akad asuransi syariah hingga cara mengelola dana pun berdasarkan prinsip syariah dalam islam. Skema akad serta implementasi akad dalam asuransi syariah pun berbeda. Sistem syariah lebih ke arah transparan sehingga keuntungan yang besar bukan di dapatkan oleh perusahaan. Melainkan di dapatkan oleh si nasabah sendiri, tentunya dengan kesepakatan dengan akad seperti akad mudharabah, akad tabarru, akad tijarah, dan akad yang lainnya.
Demikianlah beberapa penjelasan tentang akad dalam asuransi syariah seperti akad tijarah, akad tabarru, akad mudharabah, beserta skema akad dan implementasi akad nya yang harus dipahami. Jadi, sebaiknya anda harus mempertimbangkan hal-hal tersebut sebelum anda ingin mengambil sebuah asuransi. Dibandingkan asuransi konvensional, asuransi syariah tentunya lebih aman dari segala aspek yang berbau riba. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Loading...