Pengertian, Fungsi & Perbedaan BPJS Kesehatan Dengan Ketenagakerjaan dalam Berbagai Aspek

Apakah Anda sudah memiliki kartu BPJS Kesehatan? Jika Anda seorang pekerja, tentu Anda akan diminta untuk membuat kartu BPJS Ketenagakerjaan. Meski terlihat sama, sebenarnya ada perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Tak heran jika seorang pekerja biasanya memiliki 2 kartu BPJS. Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai pengertian BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Tentu akan dibahas pula apa saja perbedaan lainnya, misalnya perbedaan BPJS Kesehatan Kesehatan dan Pensiunan. 

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dalam Berbagai Aspek

perbedaan bpjs kesehatan dan ketenagakerjaan, pengertian bpjs kesehatan dan bpjs ketenagakerjaan, apakah bpjs ketenagakerjaan bisa untuk berobat, persamaan bpjs kesehatan dan bpjs ketenagakerjaan, perbedaan bpjs kesehatan dan kis, lebih baik bpjs kesehatan atau ketenagakerjaan

Masih banyak masyarakat yang memandang bahwa BPJS Kesehatan sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Meski ada persamaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, ada banyak perbedaan dalam berbagai hal antara keduanya. Kerap pula masyarakat mempertanyakan mengenai lebih baik BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan. Padahal, dengan fungsi yang berbeda tentu tidak bisa dibandingkan. Agar tidak salah kaprah, mari simak  ulasan berikut ini. 

1. Fungsi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Persamaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah sama-sama memberikan perlindungan dari pemerintah bagi masyarakat Indonesia. Tugasnya pun tampak sama, meski program yang diluncurkan oleh masing-masing BPJS berbeda-beda. Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dengan tujuan untuk memaksimalkan fungsi masing-masing bagian. 

Fungsi BPJS Kesehatan adalah untuk menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Perlindungan ini berlaku untuk siapapun dan tidak mengenal adanya pengecualian. Persamaan BPJS Kesehatan dan lainnya, BPJS satu ini bertugas memberi perlindungan sesuai dengan program yang dicanangkan. 

Program dari BPJS Kesehatan ini meliputi rawat inap, pelayanan rujukan tingkat pertama dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan. Anda bisa mendapatkan program tersebut tanpa perlu memikirkan biaya lagi. Program yang ada tak membedakan lebih baik BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan. 

Fungsi BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk memberi perlindungan kepada seluruh tenaga kerja Indonesia. Perlindungan ini tak hanya di bidang kesehatan seperti layaknya BPJS Kesehatan. Lalu apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa untuk berobat? Jawabannya adalah tidak. BPJS Ketenagakerjaan memiliki program perlindungan yang berbeda. 

Program yang ada di BPJS Kesehatan lebih banyak lagi. Inilah yang memunculkan bedanya BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Program tersebut meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Pensiun (JP). Saat masih bernama Jamsostek, hanya ada 3 program. Setelah berubah maka bertambah 1 program, yakni jaminan yang diberika jika sudah memasuki masa pensiun.   

2. Peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Pengertian BPJS Kesehatan bisa dikaitkan dengan sebutan BPJS Mandiri. Pesertanya adalah seluruh masyarakat Indonesia. Siapa saja yang wajib atas program ini? BPJS ini ditujukan oleh semua warga negara Indonesia. Warga Negara Asing (WNA) yang sudah mendiami Indonesia lebih dari 6 bulan juga dapat menggunakan fasilitas ini asal sudah membayar iuran. Bayi yang baru lahir pun bisa didaftarkan, meski belum memiliki NIK.

Baca:

Dari aspek peserta tentu sudah jelas terlihat bedanya BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Peserta dari BPJS Ketenagakerjaan merupakan para pekerja dari berbagai bidang. Pekerja ini mencakup PNS, POLRI/TNI, BUMN, BUMD, pegawai swasta, karyawan yayasan maupun pensiunan dari PNS/POLRI/TNI. Jadi, tak perlu heran jika kantor mendaftarkan Anda dalam BPJS Ketenakerjaan meskipun Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan.  

3. Transformasi Bentuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan selanjutnya adalah dari sisi tranformasi. Pada awalnya BPJS Kesehatan diluncurkan dari PT Asuransi Kesehatan (Persero). Sebutan yang kerap didengar adalah ASKES. Persamaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan jaman dulu adalah sama-sama ditujukan untuk masyarakat Indonesia. Hanya saja, pemanfaatannya belum maksimal seperti saat ini. 

Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan lebih dikenal dengan nama PT Jamsostek (Persero). Apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa untuk berobat? Pada jaman dahulu, program ini bisa digunakan untuk berobat. Kedua program ini sama-sama diatur dalam UU mengenai BPJS. Namun, BPJS Kesehatan lebih dulu beroperasi. Setelah itu, pada tanggal 1 Juli 2015 disusul dengan beroperasinya BPJS Ketenagakerjaan. 

4. Biaya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Persamaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah sama-sama mewajibkan para peserta untuk membayar iuran setiap bulan. Iuran ini harus dibayarkan meskipun peserta belum mendapatkan manfaatnya di depan. Bedanya BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan adalah dari sisi jumlah iuran yang harus dibayarkan. Besaran iuran ini telah diatur dalam UU tersendiri. 

Perbedaan jumlah iuran ini tak membedakan lebih baik BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan. Ada beberapa level besaran iuran yang dibayarkan pada program BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk BPJS Ketenagakerjaan, masing-masing jaminan memiliki besaran iuran yang berbeda. Untuk Jaminan Pensiun, pekerja wajib membayar sebanyak 1 % dari gaji. Iuran Jaminan Kematian sebesar 0,3% dari gaji bulanan. 

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ini pada jumlah levelnya. Jaminan Kecelakaan Kerja ada 5 macam, tergantung pada tingkat resiko yang mungkin didapatkan. Jumlah iuran terkecil dengan resiko paling kecil adalah 0,24% dari gaji. Jumlah paling besar adalah 1,24% dari gaji. Iuran yang dibayar oleh pekerja adalah 2% dari gaji yang diterima. Jumlah iuran ini memunculkan perbedaan BPJS Kesehatan Kesehatan dan Pensiunan.

Baca:

Itulah perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sekarang Anda sudah memahaminya dengan baik, bukan? Jika Anda seorang pekerja, tentu untuk mendapatkan manfaat secara maksimal Anda sebaiknya memiliki kedua kartu tersebut. Tak ada yang bisa meramal kejadian di masa depan. Oleh karena itu, bersiap siagalah dengan fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Agar lebih banyak lagi yang memahami permasalahan perbedaan BPJS kesehatan dan KIS.

Loading...