Loading...

Biaya Pengobatan Penyakit Kritis di Indonesia

Dalam Menjalani kehidupan sehari hari serta dengan penuhnya aktivitas kerja kecenderungan orang dalam kosnumsi makan siang atau malam banyak memilih makanan siap saji yang begitu banyak mengoda dan instan . Dan adapun makanan makanan lokalpun tidak luput dari bahaya dari racikan atau resep makanan yang banyak menggunakan bahan bahan mengandung lemak atau penyedap rasa yang berlebihan yang itu semua merupakan sumber sumber timbulnya penyakit seperti kolesterol. Pola hidup masyarakat dewasa ini kesadaran akan pengaturan pola makan teratur, tidur teratur ataupun kerja yang tidak berlebih sudah berkurang . makanan siap saji, begadang sampai dengan larut malam, stres kerja dan olahraga yang kurang sudah menjadikan pola hidup keseharian , yang mana itu semua sebagai pencetusnya terjadi resiko penyakit penyakit kritis pada seseorang. 

Biaya Pengobatan Penyakit Kritis

Semua Orang Sepakat SEHAT ITU MURAH, SAKIT adalah MAHAL.Saat kita jatuh sakit, kerapkali kita baru rasakan serta mengerti begitu mahalnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk pengobatan dan perawatan terutama penyakit kritis.Hasil usaha kerja keras kita berpuluh puluh tahun dalam membangun aset dan kekayaan akan hilang dan percuma hanya untuk membayar Biaya Pengobatan Penyakit Kritis dan ini Tidak tidak sering terjadi penyesalan di belakang hari saja.

Pendapat Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia Dr. Ulfana Said Umar dari data data yang dikumpulkan bahwasanya rata-rata Biaya Pengobatan Penyakit Kritis seperti penyakit kanker yakni pada range Rp. 100 sampai dengan-120 juta/bln. Untuk hingga ke diagnosis awal saja diperlukan biaya Rp. 10 juta, dan jika penyakit kankernya dapat dioperasi Biaya Pengobatan Penyakit Kritis diperlukan Rp. 25-29 juta, lalu tetap diperlukan radiasi serta komeoterapi dengan cost Rp. 2 ' 6 juta sekali terapi sejumlah rata-rata 6 kali terapi.

Mahalnya Biaya Pengobatan Penyakit Kritis mau ngak mau harus dilakukan kalau orang yang kita cintai sakit kritis dan seseorang harus pasrah lantaran tak mempunyai jaminan kesehatan. Dr. Ulfana memberikan contoh misalnya kasus dari 1. 200 pasien leukemia atau kanker darah yang disantuni yayasan kanker indonesia cuma 10 ' 15 % saja yang dijamin oleh Jamkesmas serta 20 % oleh Askes. Seputar 60 ' 70% mesti bayar sendiri.

Mungkin dari sebagian pembaca telah menyisihkan dana dari pendapatan untuk pos kesehatan, tapi apakah anda tahu bila terjasi resiko serangan penyakit kritis baik penyakit Kanker, Jantung, Stroke, Diabetes,ataupun penyakit lainnya mungkin saja dana yang dihimpun sampai kini tak dapat memenuhi untuk Biaya Pengobatan Penyakit Kritis serta kemungkinan akhir guna berlangsung proses pengobatan dan perawatan penyakit kritis yaitu munculnya hutang atau menjual aset aset yang ada yang sudah dibangun sekian tahun.

SESUNGGUHNYA ada langkah yang lebih gampang dan murah dan sangat bijaksana yaitu dengan mengambil atau mebeli polis asuransi kesehatan khususnya yang mencover penyakit kritis dan biaya perawatan rumah sakit . Terkadang banyak sekali mungkin termasuk anda yang sering kali menyepelekan manfaat dari sebuah POLIS asuransi kesehatan serta segan untuk diproteksi.

Baca Juga:


Banyak Kasus terjadi penyesalan di akhir setelah resiko terjadi , perlu anda ingat bahwasanya jika sudah terkena atau terdiagnosa penyakit kritis Asuransi manapun tidak akan menerima permintaan anda untuk membeli POLISnya.

Loading...