Loading...

Tarif Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2020

Belum lama ini viral  di media social berita mengenai terpotongnya saldo secara otomatis untuk pembayaran BPJS.  Salah seorang pengguna ATM belum lama ini menggunggah di media social mengenai struk mutasi transaksi rekeningnya, yang terlihat adanya transaksi debit sebesar Rp.255.000. Setelah ditanyakan kepada pihak bank, ternyata transaksi tersebut merupakan auto debit pembayaran BPJS Kesehatan. 

kenaikan tarif bpjs kesehatan 2020


Orang yang belum diketahui identitasnya tersebut merasa kecolongan, karena pihak BPJS kesehatan telah mengambil secara otomatis saldo rekeningnya, tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Menanggapi hal yang cukup menyita perhatian publik tersebut, pihak BPJS kesehatan yaitu M. Iqbal Anas Maruf selaku kepala Humas BPJS Kesehatan mengatakan, bahwa untuk mengaktifkan layanan auto debit, terlebih dahulu harus adanya persetujuan tertulis atau surat kuasa dari peserta JKN-KIS yang bersangkutan. Jadi menurutnya, tidak benar jika ada pemotongan otomatis tanpa adanya persetujuan dari peserta BPJS Kesehatan. Jadi, tidak mungkin ada kebijakan tanpa merujuk regulasi yang berlaku.

Jika kita lihat, memang setiap peserta BPJS Kesehatan mencantumkan nomor rekening pada saat mengisi formulir pendaftaran. Selain mengisi biodata lengkap, peserta akan diminta memasukkan nomor rekening beserta nama pemilik rekening tersebut. Dari situlah BPJS Kesehatan akan menarik iuran  secara otomatis atau auto debit setiap bulannya. Padahal, rencanamya mulai per 1 januari 2020 iuran BPJS Kesehatan akan naik hingga lebih dari dua kali lipat.

Besaran Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2020

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini disinyalir karena keadaan keuangan BPJS Kesehatan yang terus merugi sejak lembaga ini berdiri pada tahun 2014. Oleh karena itu, agar BPJS tetap berjalan, diperlukan suatu stimulus. 

Adapun besaran iuran yang harus dibayarkan kelas I yang semula Rp.80.000, akan naik menjadi Rp 160.000. Sedangkan pemegang premi untuk pelayanan di ruang perawatan kelas II harus membayar Rp. 110.000 dari iuran sebelumnya yakni Rp.51.000. Sementara itu, untuk  kelas III sedikit lebih beruntung karena dari iuran sebelumnya Rp. 25,500 akan naik menjadi Rp. 42.000, atau kenaikannya sebesar Rp. 16.500.

Menurut Humas BPJS Kesehatan, kanaikan iuran ini diyakini akan mampu memperbaiki postur keuangan mereka, karena tahun ini BPJS Kesehatan diprediksi akan mengalami defisit hingga Rp. 32, 8 triliun. Menurut dia, masalah defisit ini tidak mungkin teratasi tahun ini. Namun, dia yakin tahun 2020 keuangan BPJS bisa surplus.

Diperkirakan keuangan BPJS Kesehatan bisa suplus pada tahun 2020 sebesar 17, 3 triliun. Hal itu bisa terjadi bila dibarengi dengan perbaikan.

Baca Juga :



Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada bulan Oktober 2019 lalu. 

Dalam Pasal tersebut disebutkan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan  terjadi terhadap seluruh segmen, yaitu peserta mandiri kategori pekerja bukan penerima upah ( PBPU ) dan bukan pekerja ( BP ).



Loading...