Loading...

Cara Mencairkan Dana Bpjs Ketenagakerjaan Lewat Online

Cara Mencairkan Dana Bpjs Ketenagakerjaan Lewat Online - Sistem menguangkan BPJS ketenagakerjaan kini bisa diproses lewat online, lo! Apa saja prosedur yang harus dilaksanakan? Simak selengkapnya di artikel ini.


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial alias BPJS Ketenagakerjaan yakni program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja guna menuntaskan risiko ekonomi.


Program ini diciptakan guna mengamankan para karyawan, baik dari kecelakaan ataupun sakit yang membuat tidak cakap lagi berprofesi.
BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pertanggungan ataupun santunan untuk anggotanya yang menjelang masa purna tugas. Nantinya, saldo bisa dicairkan ketika anggota sah purna tugas. Caranya dengan memberi bukti berupa surat keterangan pernah bekerja (verklaring) dari perusahaan.


Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Anda bisa mengerjakan pengerjaan pencairan dengan online. Progres online tentunya mengasih kemudahan, karena kalian tidak wajib melaksanakan antre seperti cara klaim BPJS manual. Bagaimana caranya? Baca step berikut ini, ya!


 

Cara Mencairkan Dana Bpjs Ketenagakerjaan Lewat Online


BPJS Ketenagakerjaan maupun BP Jamsostek jadi keinginan bagi para pekerja formal maupun non formal di Indonesia, untuk mengamankan dirinya dari risiko kecelakaan ketika bekerja hingga jaminan kematian, juga adanya jaminan hari tua.


Bagi anggota yang Kena PHK


Untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terkena PHK dan berharap menguangkan dana JHT wajib melengkapi sebagian prasyarat dibawah ini:


Kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan yang absah dan fotocopy


KTP orisinil dan fotocopy


Kartu Keluarga (KK) orisinil dan juga fotocopy (yang masih berlaku)
Buku tabungan yang autentik serta fotocopy


Bukti penetapan pengadilan maupun persetujuan bersama yang telah didaftarkan di pengadilan relasi industrial


Bagi peserta yang Prasyarat Total (Mengundurkan Diri)


Sudah menguangkan saldo BPJS Ketenagakerjaan untuk peserta yang berhenti berprofesi karena mengundurkan diri dari tempatnya berprofesi, dan juga mau mencairkan dana JHT patut melengkapi beberapa prasyarat berikut ini:


Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang autentik dan juga fotocopy


KTP absah juga fotocopy


Kartu Keluarga (KK) absah juga fotocopy (yang masih berlaku)


Buku tabungan yang absah dan juga fotocopy


Surat keterangan pernyataan pengunduran diri dari tempat/perusahaan pengguna bekerja (orisinil serta fotocopy)


Untuk peserta yang Mengalami Cacat Umur Permanen


anggota BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja hingga menderita cacat sempurna melalui permanen dapat menguangkan dana JHT sebelum masa purna tugas.


Dana tersebut hendak dibayarkan sekaligus lewat tunai mulai tanggal 1 di bulan selanjutnya, pasca anggota telah diatur cacat total permanen/tetap.


Dibawah ini persyaratan mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota yang mengalami cacat sempurna permanen;


Kartu anggota BPJS Ketenagakerjaan yang asli serta fotocopy


KTP orisinil serta fotocopy


Kartu Keluarga (KK) asli dan juga fotocopy (yang masih berlaku)


Buku tabungan yang autentik dan fotocopy


Surat keterangan dari dokter


Telah peserta mengalami cacat sempurna serta tak bisa datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, maka untuk mengklaim dana JHT di kantor cabang ataupun kantor sentra BPJS Ketenagakerjaan bisa memberi kuasa kepada member keluarga.


Maupun bisa juga terhadap orang lain, namun tentunya dengan membawa kelengkapan dokumen maupun berkas pantas yang disyaratkan.


Bagi peserta yang Meninggal Dunia


Manfaat dana JHT BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang meninggal dunia hendak diserahkan kepada pakar warisnya, ialah istri ataupun suami, dan juga buah hati.


Dana tersebut hendak dibayarkan sekalian melalui tunai, juga prasyarat yang seharusnya dipenuhi meliputi;


Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang absah juga fotocopy milik almarhum/almarhumah


KTP orisinil serta fotocopy milik almarhum/almarhumah dan juga spesialis waris


Kartu Keluarga (KK) asli dan juga fotocopy (yang masih berlaku)


Buku tabungan milik ahli waris yang absah juga fotocopy


Surat keterangan kematian dari desa/kelurahan, rumah sakit/kepolisian (fotocopy dilegalisir)


Untuk pengguna yang Tapi Bila 56 Tahun/bebas tugas


Peserta yang usianya minimal telah 56 tahun dapat mencairkan dana JHT 100 persen tanpa wajib menunggu dahulu stop berprofesi.


Termasuk bagi peserta yang telah pensiun, dan untuk prasyarat mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan yang wajib dipenuhinya mencakup;


Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang autentik serta fotocopy


KTP absah juga fotocopy


Kartu Keluarga (KK) absah juga fotocopy (yang masih berlaku)


Buku tabungan yang autentik dan juga fotocopy


Surat keterangan dari pihak perusahaan (fotocopy juga absah)


Untuk pengguna yang mau Meninggalkan Indonesia


Dana JHT juga dapat dicairkan sekalian lewat tunai untuk anggota BPJS Ketenagakerjaan yang akan pergi ke luar negeri meninggalkan Indonesia selamanya.


Dapat, peserta hal yang demikian juga harus memenuhi dahulu sebagian syarat untuk menguangkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya meliputi;


Kartu pengguna BPJS Ketenagakerjaan yang asli dan fotocopy


Fotocopy paspor


Fotocopy visa untuk TKI (Autentik Menurut Indonesia)


Surat pernyataan bahwa peserta tidak lagi berprofesi di Indonesia.



Tanya jawab:


Apakah Karena Pencairan Bpjs Tanpa Kk Kalau?


Kartu Keluarga ialah prasyarat lain supaya klaim serta pencairan dana JHT-mu gak ditolak. Dokumen ini sama statusnya dengan E-KTP yang harus ada bagi pengajuan klaim kamu.


Membuat KK sirna, penyelesaian satu-satunya ya buat lagi, sebab berkas dokumen KK tersebut tidak bisa diganti dengan dokumen lain.


Tidak punya e-KTP?


Permasalahan pencairan dana JHT yakni tidak ada identitas diri seperti E-KTP. Sudah biasanya, nomor induk kependudukan (NIK) yang menjadi pedoman petugas BPJS guna validasi data.


Jadi, prasyarat E-KTP untuk pencairan dana ataupun klaim sifatnya mutlak ya. Tidak dapat diganti seumpama dengan SIM.


Nah, apabila E-KTP-mu rupanya masih dalam tahap cetak, kamu dapat menyerahkan resi resmi E-KTP yang dikeluarkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil maupun Kelurahan setempat. Maupun kalau E-KTP hilang dan juga rusak, kamu bisa meminta surat keterangan sementara E-KTP dari kelurahan.


Gak ada paklaring?


Salah satu prasyarat agar pengajuan klaim JHT diterima yaitu, dilengkapi paklaring ataupun surat keterangan berprofesi dari perusahaan tempatmu bekerja. Sayangnya, banyak kasus yang tak memiliki surat paklaring dengan bermacam-macam alasan, salah satu karena perusahaan tutup.


Membuat kamu tidak memiliki surat paklaring, telah dapat dipastikan pengajuan klaim danamu hendak ditolak pihak BPJS Ketenagakerjaan.



Syarat Surat Paklaring Di Disnaker Sendiri


Sistem membikin surat ini dapat dibilang mudah, hanya saja untuk dapat mendapatkannya perlu menunggu sebagian hari karena seharusnya ditandatangani oleh atasan lebih dulu. Pendaftaran mempunyai bentuk maupun desain yang berbeda, pada umumnya isi surat paklaring berisi nilai-nilai dibawah ini:


Kop Surat


Di dalam surat legal seperti surat paklaring pasti patut disertai kop surat perusahaan di bagian atas. Sesudah sebagai identitas perusahaan, kop surat juga mengindikasikan jika surat paklaring kalian bukanlah surat palsu.


Nomor Surat


Untuk memudahkan cara kerja pengarsipan, nomor surat patut tercantum di dalamnya. Terkait ini dilakukan untuk mempermudah progres pencarian data apabila sewaktu-waktu nanti diperlukan.


Isi Surat


Di komponen isi surat umumnya menjelaskan perihal berita pegawai seperti nama, jabatan, dan lama berprofesi di perusahaan tersebut. Setelah itu untuk yang memiliki prestasi, umumnya juga mau dituliskan sebagian saran dari perusahaan yang membeberkan pencapaian kawan kala itu.


Surel


Berikutnya ini umumnya berisi seputar pihak memiliki wewenang yang memiliki otoritas mengeluarkan serta mengesahkan surat paklaring hal yang demikian.


Cap dan juga Tandatangan


Cap juga tandatangan adalah komponen penting pada pembuatan surat ini. Dengan adanya cap serta tandatangan menandakan bahwa dokumen tersebut sifatnya sah serta bisa dipertanggungjawabkan originalitasnya.



Cara Mencairkan Dana Bpjs Ketenagakerjaan Online


Proses


Prosedur pengajuan klaim JHT mengaplikasikan LAPAK ASIK online mempunyai mekanisme dan tahapan yang cukup simpel melainkan tetap mengedepankan keamanan melewati konfirmasi validitas data peserta. Adapun tahapan pengajuan klaimnya yakni seperti di bawah ini:


1. Pengerjaan via Aplikasi BPJSTKU atau web antrean.bpjsketenagakerjaan.go.id


2. Pilih tanggal, waktu pengajuan, dan kantor cabang yang masih tersedia.


3. Scan atau pindai segala dokumen yang dipersyaratkan, termasuk formulir klaim JHT yang telah terisi komplit, lalu kirimkan dokumen tersebut melewati surel kantor cabang tujuan yang dipilih.


4. Kirimkan dokumen yang sudah dipindai melalui link yang diterima di surel yang telah di daftarkan paling lambat H-1 sebelum tanggal pengajuan.


5. Pastikan surel dan juga Nomor HP yang di daftarkan terhubungan dengan whatsapp, dan juga selalu aktif selama proses pengajuan klaim, karena info juga konfirmasi akan dilakukan oleh petugas BPJAMSOSTEK melewati panggilan video (video call).


6. Siapkan seluruh dokumen asli yang mesti diterangkan ketika dihubungi via panggilan video.


7. Apabila dokumen disuarakan lengkap, akan diproses lebih lanjut juga klaim JHT mau ditransfer ke rekening bank milik anggota.


Terkait-hal yang sepatutnya diamati antara lain: menetapkan kelengkapan dokumen yang disyaratkan, tenggat waktu pengiriman dokumen, dan eksistensi pengguna saat dihubungi lewat panggilan video. Ketersediaan dokumen orisinil dikala pengerjaan verifikasi juga harus dipastikan agar proses pengajuan klaim JHT berjalan dengan lancar.

Loading...